Seluruh Camat Rapat Atasi DBD

0
591
KEPALA Dinas Kesehatan Pemkab Karimun Rachmadi (kiri) dan staf membuat bubuk abate pada penampungan air milik warga di Sungai Raya Karimun kemarin.f-alrion/TANJUNGPINANG POS
Selasa (22/1) pagi, camat se-Kabupaten Karimun melaksanakan rapat di ruang rapat utama Kantor Bupati Karimun membahas langkah antisipasi penyebaran wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Karimun.

KARIMUN – ”Kami rapat membahas penanggulangan DBD sebelum mewabah. Di Kecamatan Meral memang baru ditemukan 1 kasus, tetapi langkah antisipasi harus dilakukan. Karena mencegah lebih baik dari mengobati,” kata Camat Meral Herisa Anugerah.

Di tempat terpisah, Kadis Kesehatan Rachmadi mengatakan, Dinkes dan Puskesmas Meral bekerja sama dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karimun, Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Karimun dan didukung oleh lurah, Babinkantibmas, Babinsa Keluarahan Sei Raya, Kader Posyandu, RT dan masyarakat TMK melaksanakan abatisasi massal, fogging focus dan penyuluhan DBD di wilayah TMK dalam rangka menekan angka kejadian DBD yang bulan Januari ini neningkat.

Baca Juga :  Pangkoarmada I Tinjau Lanal Tanjungbalai Karimun

Ia meminta, semua lurah atau kades melaksanakan kegiatan serupa. Sehingga wabah DBD dapat dicegah dan jumlahnya tidak bertambah lagi.

Pencegahan dapat dilakukan dengan pembersihan lingkungan, dan seluruh tempat penampungan air. Namun, tanpa dukungan semua masyarakat maka pencegahan tidak akan berjalan.

”Langkah fogging tidak terlalu efektif mencegah wabah DBD. Yang terutama adalah menghabiskan tempat yang bisa jadi tempat berkembang biaknya jentik jentik,” tutur dia.

Pada pemberitaan Senin (21/1) di Tanjungpinang pos, Dinkes Pemkab Anambas meminta Pemerintah Kecamatan, agar mewaspadai wabah DBD di wilayahnya.

Baca Juga :  Lestarikan Lomba Lampu Colok

Selain itu, data yang dihimpun hingga Minggu (20/1), tercatat ada 19 kasus DBD di Kabupaten Karimun.

Dinas Kesehatan mencatat, kasus DBD terjadi di 9 Kecamatan terbanyak kasus DBD di Kecamatan Kundur yakni ada 7 kasus. Kecamatan lainnya, ada 1 dan 2 kasus.

Pada tahun lalu, DBD tercatat 176 kasus dan jika dibagi jumlah setiap bulan didapati 14 kasus DBD setiap bulan.

”Jumlah ini belum mengkhawatirkan, tetapi dilihat dari trend perbulan. Setiap hari 1 kasus DBD terjadi. Ini harus segera diwaspadai. Untuk itu, peran kecamatan dan Puskesmas dapat saling bersinergi memberikan pelayanan pada masyarakat. Melakukan fogging dan abatisasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan, Rachmadi.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Regulasi DD dan ADD

Ia meminta, masyarakat selalu memperhatikan kebersihan lingkungan rumah.

Terutama, pada tempat penampungan air agar jentik nyamuk Aedes tidak dapat berkembang biak.

Selain itu, masyarakat yang membutuhkan abate dapat mengambilnya di puskesmas terdekat.(ALRION)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here