Seluruh Sekolah Kekurangan Guru

0
3175
MENGAJAR: Salah satu guru sedang mengajar siswa.F-Suhardi/tanjungpinang pos

Seleksi Honorer Dilakukan Secara Terbuka

TANJUNGPINANG – Setiap sekolah di Tanjungpinang mengaku kekurangan guru. Apalagi belum lama ini, pihak Dinas Pendidikan (Disdik) melakukan rotasi sekitar 70 guru SMP se Kota Tanjungpinang. Hal ini diakui Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG. Rotasi ini dilakukan dalam upaya melakukan pemerataan guru-guru di setiap sekolah.

Saat ini, hampir seluruh sekolah tingkat SMP maupun SD kekurangan guru. Terutama mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sejarah (IPS) dan kewargan negaraan di luar guru lainnya seperti IPA, bahasa inggris dan matematika. ”Kondisi sekarang kita memang kekurangan guru, rotasi itu dilakukan untuk meratakan jumlah tenaga pendidik di setiap sekolah. Tentu itu juga bukan solusi dalam meyelesaikan kekurangan, sebab belum ada penembahan guru melalui proses seleksi ASN yang dilakukan Kemempan-RB,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (5/9).

Baca Juga :  Dosen Unissula Kenalkan Metode Tasawuf ke Siswa

Banyak kepala sekolah kini mengeluh, yang sebelumnya memiliki tiga guru untuk satu mata pelajaran kini hanya dua atau bahkan satu. Sedangkan harus tetap mengajar siswa yang mengakibatkan jam mengajar overload atau beban berlebih. Aduan ini juga diterima Simon Awantoko mengwakili Komisi I DPRD Tanjungpinang membidangi pendidikan.

Misalnya jam mengajar matematika 70 jam, namun hanya memiliki dua guru matematika. Bahkan salah satu guru itupun menjabat wakil kepala sekolah jadi susah membagi jam mengajar. Secara aturan, wakil kepala sekolah hanya wajib 25 jam. Sedangkan sisanya sekitar 45 harus dibebankan kepada guru lainnya. ”Ini yang dialami sekolah-selolah. Sangat memprihatinkan, padahal siswa harus tetap mengikuti proses belajar,” tuturnya.

Baca Juga :  Hari ini, Gedung SMPN 16 Tanjungpinang Diresmikan

Dadang menuturkan, jam mengajar setiap guru secara maksimal yaitu 36-40 jam per minggu. Dari yang sebelumnya hanya sekitar 25 jam per minggu. ”Ini yang perlu diatur kepala sekolah, agar setiap guru jam menjagar maksimal,” tuturnya.

Terkait persoalan kekurangan guru ini juga sudah disampaikan ke Kemenpan RB. Hanya saja hingga kini belum ada proses seleksi maupun pengangkatan. ”Saya maunya ada sekitar 900 guru yang diangkat menjadi ASN, datanya juga sudah disampaikan ke anggota DPRD. Tetapi belum bisa terkait keputusan Kemenpan RB,” paparnya.

Baca Juga :  Persiapan Sekolah Hijau Serba Sederhana

Simon memberikan solusi, agar para siswa tidak terlantar maka seharusnya Disdik meminta bantuan tenaga guru pendukung atau honor. Hanya saja harus sesuai kebutuhan yang diterima, jangan sampai tidak difungsikan. ”Banyak juga honor yang tak difungsikan karena tak sesuai kebutuhan mata pelajaran. Harusnya ini kembali di evaluasi dan melakukan proses penerimaan terbuka menunggu penerimaan ASN,” tuturnya.(DESI LIZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here