Seluruh Suket Sudah Jadi KTP

0
526

Proses Dipercepat, Daftar Tunggu Cetak Nihil

Kepri salah satu provinsi terbaik dalam proses perekaman dan pencetakan KTP-el saat ini di Indonesia. Kini, surat keterangan (Suket) pengganti sementara KTP-el tidak ada lagi karena sudah dicetak jadi KTP-el.

TANJUNGPINANG – UNTUK itu, apabila masih ada warga yang memegang Suket, maka segera ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat lantaran KTP-el sudah jadi.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD Dukcapil) Pemprov Kepri, Sardison MTP mengatakan, untuk perekaman data penduduk di Kepri, saat ini sudah mencapai 101 persen.Kenapa bisa 100 persen? jelasnya, karena penduduk yang pindah ke Kepri dan sebelumnya sudah merekam data di tempat awal, setelah masuk sistem di Kepri, jumlah itu bertambah di luar data awal jumlah penduduk Kepri.Misalnya, data awal penduduk Kepri satu juta jiwa. Dalam perjalanannya, ada penduduk pindah ke Kepri dan sudah merekam data di tempat awal.

Mereka tak perlu lagi merekam ulang data di Kepri, karena secara otomatis data mereka sebelumnya masuk ke sistem di Kepri. Data penduduk tambahan itu oleh sistem dianggap di luar penduduk yang satu juta jiwa sebelumnya. Karena itulah, data penduduk yang sudah merekam data di Kepri 101 persen.

”Sekarang ini, tidak ada lagi data yang sudah direkam, tapi masih menunggu cetak KTP. Sudah tidak ada itu. Nol. Begitu rekam data, KTP langsung dicetak,” ujar Sardison kepada wartawan, Senin (4/3) di Tepilaut, Tanjungpinang.

Baca Juga :  Pegawai Harus Diperiksa Pakai Thermo Gun

”Kalau dulu, rekam data sudah lama, namun KTP tak dicetak-cetak. Persoalannya karena blanko, karena mesin print, jaringan bermasalah. Macam-macam persoalannya. Kalau sekarang tak ada lagi itu. Siap rekam data, KTP langsung dicetak saat itu juga,” tegasnya yang saat itu didampingi Swandi, Staf Ahli Dirjen Dukcapil Kemendagri Prof Zudan.

Sardison juga mengatakan, masyarakat jangan khawatir pengurusan KTP, Kartu Keluarga (KK) termasuk akta lahir berlama-lama. Sistem sekarang sudah dipercepat semua.

Dijelaskannya, Selasa (4/3) hari ini, selain Menteri Desa, akan hadir juga Prof Zudan yang akan mencanangkan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA) Tingkat Provinsi Kepri di Gedung Daerah Tanjungpinang.

Sardison menjelaskan, GISA ini sudah pernah dicanangkan di Batam Maret 2018 lalu. Kemudian, dicanangkan juga 2 Mei 2018 di Dompak saat Hari Pendidikan Nasional.

”Namun Pak Dirjend meminta untuk tingkat provinsi dilaksanakan tersendiri. Makanya kita buat acara ini,” jelas Sardison lagi.

Tahun 2019 ini, seluruh kabupaten kota diwajibkan menjalankan program Kartu Identitas Anak (KIA). Memang, sebelumnya sudah ada beberapa kabupaten/kota di Kepri yang sudah menjalankan KIA ini seperti Natuna, Bintan, Karimun, Tanjungpunang, Batam

”Tak ada lagi alasan ini, itu. Wajib dijalankan. Makanya tahun ini semua anak 0 tahun hingga 17 tahun kurang wajib mengurus KIA,” tambahnya.

Baca Juga :  GMKI Tanjungpinang Tolak People Power

Untuk anak 0 tahun hingga 5 tahun kurang, maka tidak pakai foto di KIA miliknya. Sedangkan anak usia 5-17 tahun kurang sudah pakai foto di KIA miliknya.

Di KIA, dicantumkan juga nama orangtua, alamat orangtua, golongan darah dan data lainnya termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK) anak itu sendiri.

Sardison mengatakan, untuk mengurus KIA maka harus membawa Kartu Keluarga (KK) asli dan fotokopi, KTP orangtua baik asli dan foto kopi serta akta lahir anak itu sendiri yang asli dan fotokopi.

”Kia tak bisa diurus jika belum ada akta lahir. Karena NIK dibuat saat mengurus akta lahir. Artinya, tanpa akta lahir KIA tak mungkin keluar,” jelasnya.

Warga Batam Urus KK di Tanjungpinang
Saat acara pembukaan Rakernis Desa dan Pencanangan GISA hari ini, maka Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil 6 kabupaten/kota hadir di Gedung Daerah Tanjungpinang. hari ini.

Disdukcapil yang hadir tersebut dari Batam, Tanjunpinang, Bintan, Natuna, Anambas dan Lingga. Bahkan Disdukcapil Karimun juga kemungkinan hadir.

”Disdukcapil kabupaten kota ini memberi pelayanan untuk masyarakatnya yang tak sempat pulang. Misalnya, warga Batam bisa mengurus KTP dan KIA Tanjungpinang. Disdukcapil Batam akan membawa mobil dari Batam. Di dalamnya lengkap semua alat rekam data dan mesin cetak. Jadi, warga Batam bukan ngurus KTP di Disdukcapil Tanjungpinang. Tetap juga di Disdukcapil Kota Batam. Tapi mereka datang ke Tanjungpinang,” jelasnya.

Baca Juga :  Tokoh Agama Minta Dinikahkan Langsung di Tempat

Swandi menambahkan, KIA merupakan hak konstituen seluruh masyarakat usia 0 tahun hingga 17 tahun kurang.

Sardison mengatakan, KIA ini ke depan diharapkan bisa membantu si anak untuk mendapatkan diskon khusus. Misalnya, tempat permainan anak, bagi yang sudah memiliki KIA diberi diskon.

Sehingga si anak dan orangtua merasakan salah satu manfaat KIA itu. Di toko buku misalnya, anak yang sudah memiliki KIA diberi diskon untuk membelu buku agarmakin rajin belajardan membaca.

Demikian juga misalnya saat nonton film dapat diskon. Namun, sebelumnya perusahaan tersebut harus kerja sama dengan Disdukcapil sesuai kondusinya apakah Dukcapil Provinsi atau Disdukcapil kabupaten-kota.

”Salah satu yang terpenting dalam KIA ini adalah, misalnya kita bawa anak naik kapal atau naik pesawat dan ditanya petugas, mana KK. Itu kan tak enak bagi kita. Kalau ada KIA, tinggal tunjukkan itu aja. Nama orangtuanya ada kok di situ. Jadi jelas,” ungkapnya.

Namun, petugas sebaiknya jangan lagi menanyakan KK. Sebab, KIA itu bisa keluar jika ada KK. Artinya, cukup dengan menunjukkan KIA dan mencocokkan nama orangtua dan alamat, maka urusan selesai. Tak perlu lagi KK.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here