Semarak dengan Tarian Kolosal SMRS

0
400
DRAMA KOLOSAL : Penampilan drama kolosal perjuangan SMRS di Gedung Daerah Tanjungpinang, baru-baru ini. F-suhardi/tanjungpinang pos

Datangkan Penata tari nasional ke pptma lingga tahun 2017

Seperti apa kegagahan dan keberanian Sultan Mahmud Riayat Syah (SMRS) di masa kepemimpinannya akan bisa dilihat masyarakat dalam bentuk tarian kolosal yang akan ditampilkan panitia.

LINGGA – Kemasyhuran kepemimpinan Sultan Mahmud Syah III ini akan ditunjukkan dalam bentuk tarian kolosal yang melibatkan ratusan penari. Tarian kolosal ini nantinya akan digarap oleh seorang penata tari tingkat nasional untuk menyemarakkan Perhelatan Pemuliaan Tamadun Melayu Antarbangsa (PPMTA) sekaligus memperingati hari jadi Kabupaten Lingga ke-14, 17-26 November.

”Selain syukuran SMRS ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, nantinya juga akan dilakukan tarian kolosal yang mengambarkan kemasyhuran zaman Kesultanan Lingga saat dipimpin SMRS atau Yang Dipertuan Besar Kesultanan Riau-dan Pahang dengan beberapa kerajaan lainnya seperti Jambi, Mempawah, Indragiri, Hasahan, Selangor, Kedah, dan Trenggano,” terang Ishak.

Gambaran inilah yang nantinya akan ditunjukkan dalam tarian kolosal yang akan dipersembahkan nanti. ”Meskipun penganugerahan gelar Pahlawan Nasional dilakukan 9 November 2017, namun Pemkab Lingga sudah jauh-jauh hari menyiapkannya dengan merencanakan kegiatan yang istimewa,” ungkapnya.

Untuk mengucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga dan ucapan syukur kepada Yang Maha Kuasa, Pemkab Lingga akan mengundang seluruh para penulis dan penyusun naskah perjuangan SMRS dan orang-orang yang berjasa atas pengusulan SMRS sebagai Pahlawan Nasional.

”Gubernur Kepri dan para zuriat SMRS, seniman dan budayawan serta orang-orang yang telah berjasa dalam pengusulan SMRS menjadi Pahlawan Nasional akan diundang secara khusus,” imbuhnya.

Dalam pengusulan SMRS menjadi pahlawan nasional, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun tetap menetapkan SK pembentukan Tim Peneliti Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Kepri beranggotakan 13 orang sudah termasuk Gubernur dan Sekdaprov TS Arif Fadillah sebagai pembina.

Kemudian, dari pusat ada juga Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) yang melakukan kajian, penelitian, penilaian dan mempertimbangan layak tidaknya SMRS mendapat gelar pahlawan nasional. Pada sidang terakhir TP2GP yang digelar, 7 Agustus 2017 lalu, dari 12 orang tim yang hadir saat itu, sebanyak 9 orang menyatakan setuju SMRS diberi gelar pahlawan nasional.

Dan 3 orang lagi menyatakan menunda penetapan Sultan Mahmud Riayat Syah sebagai pahlawan nasional. Putusan sidang inilah nanti yang menjadi pertimbangan bagi Presiden untuk menetapkan SMRS apakah layak atau tidak diberi gelar pahlawan nasional. Usulan SMRS menjadi pahlawan nasional sudah sejak beberapa tahun lalu, namun belum juga ditetapkan dengan berbagai alasan.

Pada, 19 April 2017, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun kembali mengusulkan SMRS agar ditetapkan menjadi pahlawan nasional melalui surat No:861/0550/SET yang ditujukan ke Menteri Sosial RI. Gubernur memaparkan poin penting tentang perjuangan SMRS, sehingga sangat layak ditetapkan menjadi pahlawan nasional.

Surat usulan gubernur ini diperkuat dengan surat pernyataan bersama 7 wali kota/bupati se-Kepri dan Nurdin Basirun yang sama-sama membubuhi tandatangannya masing-masing. Ada juga surat pernyataan dukungan dari para ketua DPRD di Kepri.(TENGKU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here