Sembako di Atas HET, Satgas Gelar Sidak

0
334
PERSONEL Polres Anambas yang tergabung dalam Satgas Pangan ketika mencatat harga sejumlah bahan pokok di pasar wilayah Tarempa. F-INDRA GUNAWAN/tanjungpinang pos

Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Anambas, menggelear Inspeksi Mendadak (Sidak) terhadap bahan-bahan pokok yang harganya masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

ANAMBAS – Kenaikan harga sembako di Kabupaten Kepulauan Anambas masih fluktuatif terutama harga beras yang masih di atas HET. Harga beras yang berkisar antara Rp13 ribu hingga Rp18 ribu, yang jauh di atas HET yang berkisar antara Rp 9.450 sampai Rp 13.600.

Mahalnya ongkos angkut, disinyalir menjadi penyabab HET beras di Anambas jauh dari standar harga yang ditetapkan. Hal ini tak pelak membuat Tim Satgas Pangan dan Polres Anambas menggelar sidak, untuk melakukan pengecekan harga sembako di Kota Tarempa dan sekitarnya. Kapolres Anambas AKBP Junoto SIK mengatakan, langkah yang dilakukan untuk mengontrol geliat harga sembako di pasar terutama pada musim gelombang tinggi. ”Untuk stok sembako saat ini masih mencukupi, dan kenaikannya masih fluktuatif,” kata Junoto, Minggu (11/2).

Junoto mengungkapkan, kegiatan sidak dengan mengecek harga yang dilakukan itu merupakan kegiatan rutin setiap minggu yang dilaksanakan bersama unsur terkait.

”Dari pemantauan harga kebutuhan pokok di wilayah Anambas pada Sabtu (10/2) di Pasar Tarempa. Beras Rojo lele perkilo Rp 18 ribu, beras cap tomat Rp 13 ribu, beras cap bunga Rp 13 ribu, beras cap panda Rp 15 ribu, beras pulut Rp 25 ribu, beras top Siam Rp 14.500, beras citra mandiri Rp 16 ribu serta beras Bulog Rp 9.850,” jelasnya.

Sementara itu, lanjut Junoto, kebutuhan lain seperti cabai kering Rp 45 ribu perkilonya naik menjadi Rp 50 ribu. Untuk cabai merah besar Rp 80 ribu naik menjadi Rp 85 ribu, dan cabai rawit merah Rp 70 ribu. Cabai rawit hijau Rp 140 ribu turun menjadi Rp 70 ribu, dan cabai rawit lokal masih Rp 70 ribu per kilo.

”Sementara, daging sapi segar masih kosong dan hanya terdapat daging sapi es Rp 100 ribu perkilonya. Sedangkan, ayam beku atau ayam boiler Rp 38 ribu dan telur ayam boiler Rp 48 ribu per papan,” ujarnya.

Seorang warga yakni Faisal mengapresiasi, terhadap sidak yang terus di lakukan oleh jajaran Polres Anambas bersama instansi terkait. Menurutnya, hal itu dapat menstabilkan harga serta hingga saat ini tidak pernah terjadi kelangkaan sembako meski musim utara terjadi.

”Alhamdulillah, kenaikan harga tidak melonjak tajam serta barangnya pun ada di pasar,” sebut Faisal.

Faisal meminta kepada pihak terkait, untuk terus melakukan sidak khususnya terhadap barang kedaluwarsa. Mengingat, masih rendahnya pemahaman masyarakat akan hal tersebut. ”Dengan sidak tentu penjual tidak, akan berani menjual barang kadaluarsa di tokonya. Saya juga sangat berharap ke depannya, sidak dapat dilakukan bukan hanya kota Tarempa saja namun pulau-pulau yang lain seperti Palmatak dan Letung,” imbuhnya.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here