Sembilan Orang IPK Cumlaude

0
1368
SENAT saat memindahkan tali toga salah satu sarjana Stisipol yang diwisuda di Hotel Bintan Beach Resort (BBR) Jalan Pantai Impian, Tanjungpinang, Sabtu (21/12).f-istimewa

Wisuda 243 Sarjana Lulusan Stisipol Raja Haji Tanjungpinang

Sebanyak 243 sarjana lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang diwisuda, Sabtu (21/12). Sebanyak 9 orang diantara lulus dengan IPK cumlaude.

TANJUNGPINANG – Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-XIX Stisipol Raja Haji Tanjungpinang dilaksanakan di Hotel Bintan Beach Resort (BBR) Jalan Pantai Impian, Tanjungpinang.

Sidang Saat Wisuda Sarjana ke-XIX Stisipol Raja Haji Tanjungpinang ini dibuka oleh Ketua Senat Dr. Suhardi Mukhlis, Drs., M.Si.,Ph.D.

Diwisuda yang KE-XIX ini dari pembacaan surat keputusan Ketua Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopaka S.Sos MPM meluluskan 9 orang wisudawan/ti dengan predikat Kelulusan Dengan pujian (Cumlaude).

Dari 243 wisudawan/ti dari 3 Program Studi (Prodi) yang ada di Stisipol, meluluskan 3 orang dari setiap Prodi dengan predikat kelulusan dengan pujian (Cumlaude).

Dengan rincian dari Prodi Administrasi Publik Yaitu Putri Andriani S.Ap dengan indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,52, Zulkifli S.Ap dengan IPK 3,68 dan Gusti Rianto S.Ap dengan IPK 3,55.

Dari Prodi Ilmu Pemerintahan yaitu Irfan Dwi Saputra S.Ip dengan IPK 3,83, Joko Suprianto S.Ip IPK 3,84 dan Irwansyah S.Ip dengan IPK 3,57.

Baca Juga :  Mahasiswa Baru BTI Ikuti Tour the Hotel

Dari Prodi Sosiologi Tri Wahyu Widodo S.Sos IPK 3,90 sekaligus menjadi lulusan Terbaik tingkat Institusi, Safaat S.Sos IPK 3,79 dan Sandra Muliadi Panggabean S.Sos IPK 3,74.

Sebelum pelantikan wisudawan/ti Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, ada penyampaian orasi ilmiah oleh Leo Agustino S.Sos M.Si Ph.D dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten, Indonesia dengan tema “Korupsi : Akar, Aktor dan Lokus’.

Menurut Leo, korupsi merupakan musuh bagi tata kelola pemerintahan yang baik dan juga musuh bagi kemanusiaan. Karena dampak korupsi yang begitu besar, yang bisa melumatkan sebuah negara.

Korupsi meminggirkan pembangunan fisik dan pembangunan manusia terasa di banyak negara, termasuk Indonesia. Uang yang ambil oleh para koruptor itu bukan lah sedikit, hingga mencapai triliunan.

”Jika uang hasil koruptor itu dikonversikan untuk kesejahteraan rakyat, dana tersebut bisa digunakan membangun sekolah, pusat kesehatan, memberikan beasiswa kepada ribuan siswa sekolah dasar hingga perguruan tinggi,” tutur Leo.

Ada begitu banyak petinggi negara yang masuk bui Komisi pemberantasan Korupsi (KPK), mulai dari Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, Anggota DPR, DPRD, Oknum TNI/Polri, pengusaha hingga penegak hukum.

Baca Juga :  Cek Kendaraan Sebelum Dipakai Mudik

Dari orasi yang membahas korupsi, Leo mengajak seluruh wisudawan/ti dan semua tamu undangan yang hadir untuk menjadi bagian dari civil society yang akuntabel dan menjadi warga negara yang mengembangkan amanat kedaulatan rakyat.

”Aktiflah terlibat dalam kehidupan nyata, dan jadikan hidupmu sebagai bagian dari pembangunan bangsa dan negara Indonesia,” tutupnya.

Setelah orasi, sebelum acara berakhir, ada penyampaian kesan dan pesan mahasiswa yang disampaikan oleh Tri Wahyu Widodo sebagai lulusan terbaik institusi.

Dalam kesannya, Widodo menyampaikan kesan saat pertama masuk kuliah dan duduk di bangku kuliah. Yang mulai beradaptasi karena berbeda dengan duduk di bangku sekolah.

”Saat SMA, disaat nilai anjlok guru akan memberikan motivasi dan membimbing. Sedangkan saat kuliah tidak ada yang bisa menolong melainkan diri sendiri,” ucap Widodo.

”Dari situlah saya belajar mandiri melakukan semuanya sendiri. Hidup ini tergantung dari kita sendiri,” lanjut Widodo.

Dan pesan yang disampaikan teruslah menimba ilmu, jaga tali silaturahmi dan kekompakan, jaga nama baik almamater dan terus mengembangkan organisasi kemahasiswaan.

Baca Juga :  Lis: Tanjungpinang Bukan Pangkal Pinang

”Setiap kesulitan pasti ada kemudahan, setiap kesukaran pasti ada jalan. kuncinya adalah optimis dan yakin. Jangan terus menyalahkan keadaan, tidak ada kata terlambat untuk mengubah, masa lalu hanya pendewasaan,” tutupnya.

Selain itu juga ada petuah orangtua yang disampaikan oleh H. Ismeth Abdullah Mantan Gubernur Pertama Kepulauan Riau.

Ismeth mengatakan kepada wisudawan/ti Stisipol untuk berbakti kepada negeri. Karena bakti para wisudawan/ti sangat dibutuhkan negeri ini, khususnya Provinsi Kepri.

”Tingkah laku dan perbuatan akan berdampak kepada kampus dan negeri ini. Oleh karena itu, jagalah nama baik almamater dan nama kampus Stisipol dan berbuatlah yang terbaik kepada masyarakat untuk membangun negeri ini,” ucap Ismeth.

Provinsi Kepri sangat membutuhkan kader dan tenaga alumni Stisipol untuk kemajuan Kepri.

”Kepri sangat membutuhkan kapan semua dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran, mengurangi kemiskinan, memajukan ekonomi, memajukan UMKM dan usaha lainnya,” pinta Ismeth Abdullah saat itu. (ADLY ‘BARA’ HANANI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here