Semester I, Kunjungan Turis Naik

0
292
TURIS Singapura saat berfoto-foto di Gedung Gonggong Tepilaut, Tanjungpinang. f-andri/tanjungpinang pos

1.212.164 Wisman Berlibur di Kepri

Kepri masih pilihan utama bagi turis untuk berlibur. Bahkan, Semester I ada 2018, jumlah kedatangan wisman ke Kepri meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

TANJUNGPINANG – BERDASARKAN data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, jumlah wisman yang berkunjung ke Kepri periode Januari-Juni 2018 atau satu semester sekitar 1.212.164 orang atau naik 19,93 persen dibanding jumlah kunjungan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Wisman yang berkunjung ke Provinsi Kepri selama Juni 2018 tercatat sebanyak 228.387 kunjungan atau mengalami kenaikan 18,61 persen dibanding kunjungan wisman selama Mei 2018 yang mencapai 192.553 kunjungan.

Kepala BPS Provinsi Kepri Zulkipli memaparkan, kenaikan jumlah kunjungan wisman ke Kepri selama Juni disebabkan kenaikan jumlah kunjungan wisman dari empat pintu masuk yang ada di Provinsi Kepri yakni Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Karimun.

Jumlah wisman yang masuk melalui Kabupaten Karimun, Kabupaten Bintan, Kota Batam, dan Kota Tanjungpinang mengalami kenaikan yaitu berturut-turut sebesar 48,91 persen; 19,10 persen; 17,76 persen; dan 13,67 persen dibanding Mei 2018.

Jumlah kunjungan wisman secara kumulatif terbesar dari pintu masuk Kota Batam yaitu sebanyak 900.074 kunjungan (74,25 persen) diikuti dari pintu masuk Kabupaten Bintan, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Karimun.

”Wisman berkebangsaan Singapura yang berkunjung ke Kepri sebanyak 109.901 kunjungan. Jika dibandingkan dengan Mei 2018, wisman berkebangsaan Singapura naik sebesar 20,67 persen atau dari 91.076 kunjungan pada Mei 2018 menjadi 109.901 kunjungan pada Juni 2018,” ujarnya dalam pres rilis yang diterima redaksi koran ini, kemarin.

Selama ini, rata-rata wisman dari 10 negara terbanyak yang berkunjung ke Provinsi Kepri mengalami kenaikan pada Juni 2018 dibanding dengan sebelumnya, kecuali wisman berkebangsaan Korea Selatan dan Australia.

”Sebagai contoh, yaitu jumlah kunjungan wisman berkebangsaan Korea Selatan mengalami penurunan sebesar 23,93 persen pada bulan Juni 2018 dibandingkan bulan Mei 2018, atau turun dari 5.917 kunjungan pada bulan Mei 2018 menjadi 4.501 kunjungan pada Juni 2018,” paparnya.

Wisman berkebangsaan Singapura masih merupakan yang terbanyak berkunjung ke Provinsi Kepri pada bulan Januari-Juni 2018, atau hampir dari setengah (47,26 persen) wisman yang masuk ke Provinsi Kepri berkebangsaan Singapura.

Selama bulan Januari-Juni 2018 wisman berkebangsaan Singapura tercatat sebanyak 572.920 kunjungan. Jumlah kunjungan terbanyak kedua adalah wisman berkebangsaan Malaysia. Jumlah kunjungan wisman berkebangsaan Malaysia adalah sebesar 145.524 kunjungan atau 12,01 persen dari total kunjungan ke Kepri selama Januari-Juni 2018.

Secara berturut-turut, jumlah kunjungan sepuluh terbanyak selain wisman berkebangsaan Singapura dan wisman berkebangsaan Malaysia adalah wisman berkebangsaan Tiongkok, Korea Selatan, India, Philipina, Jepang, Inggris, Australia, dan Amerika.

Kontribusi dari wisman 10 negara terbanyak yang mengunjungi Kepulauan Riau adalah sebanyak 84,56 persen dari total seluruh kunjungan wisman pada bulan Januari-Juni 2018.
Sementara Pemko Batam optimis bisa meraih jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) bisa di atas 1,8 juta jiwa hingga akhir Desember 2018 nanti.

Dimana, jumlah Wisman yang sudah tercapai hingga semester I tahun 2018 sudah di angka 900.074 jiwa. Jumlah itu diakui naik dibanding periode yang sama, semester I tahun 2017.

Pengakuan itu disampaikan Kadispar Batam, Pebrialin. ”Sekarang ada peningkatan jumlah kunjungan wisman. Yang sudah tercapai, 900.074 jiwa. Dibanding semester I tahun 2017, kenaikan sekitar 16 persen,” ujar Pebrialin.

Terkait asal negara wisman yang berkunjung, diakui masih didominasi negara tetangga, Singapura dan Malaysia. Selain itu, diakui ada beberapa negara lain, yang cukup besar memberikan kontribusi jumlah wisman.

Sementara target, diakui masih tetap seperti yang dicanangkan dalam RPJMD, sampai Desember 2018 sekitar 1,8 juta orang. Target itu diharapkan bisa terlampaui hingga akhir tahun. ”Ini baru setengah, diharapkan bisa kita lampaui,” harap dia.

Diakuinya, peningkatan kunjungan wisman itu tidak lepas dari kerja sama semua stakeholder di Batam. Termasuk pelaku industri parawisata, baik hotel, restoran dan lainnya. ”Termasuk pemerintah pusat, provinsi, OPD terkait dan lainnya,” jelasnya.

Kunjungan yang meningkat juga diklaim berkaitan dengan langkah pemerintah daerah, meningkatkan aksebilitas melalui infrastruktur jalan. Sektor itu dinilai penyumbang dukungan untuk sektor pariwisata, di samping sektor lainnya.

”Termasuk Batam ini dari sumbangan hotel dan restoran. Transportasi ke Batam melalui pelabuhan internasional. Makanya hingga akhir tahun bisa tercapai, karena ada sekitar 60 atraksi pariwisata yang digelar di Batam sepanjang tahun,” imbuhnya.(MARTUNAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here