Sempat Bertahan, Dihabisi di Semak-Semak

0
467
REKONSTRUKSI pembunuhan Arnold, Senin (11/3).f-raymon/tanjungpinang pos

Rekonstruksi Pembunuhan Arnold Tambunan

Arnold Tambunan (59), pensiunan TNI AL tak mengira ribut mulut dengan M Rasyid menjadi akhir hidupnya. Awalnya obrolan mereka tidak memanas. Namun, tak lama kemudian ribut mulut terjadi. Tiba-tiba Arnold dipukul pakai besi.

TANJUNGPINANG – ARNOLD masih sempat menangkis pukulan itu dengan tangannya. Melihat Rasyid sudah ganas, Arnold lari menyelamatkan diri ke semak-semak. Namun dikejar dan dipukuli lagi.

Bahkan, kali ini bukan hanya Rasyid yang memukulinya. Namun, Abdul anak buah Rasyid juga ikut memukuli korban hingga tewas. Setelah memastikan korban tewas, barulah tubuh Arnold dimasukkan ke septic tank.

Reka ulang pembunuhan yang dilakukan Rasyid dan Abdul kepada Arnold Tambunan Agustus 2018 lalu sama dengan keterangan yang disampaikan Abdul kepada polisi selama penyidikan selama ini sejak tengkorak Arnold ditemukan.

Rekonstruksi digelar di kawasan gudang tenda milik tersangka Rasyid (almarhum) di Jalan Menur, Gang Juang 5, Senin (11/3) kemarin. Ada 43 adegan diperagakan Abdul di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca Juga :  Masalah Hutan Kepri Cepat Diselesaikan

Sebelum rekonstruksi dimulai, keluarga korban tiba-tiba hadir di lokasi. Mereka belum terima dengan kematian korban dan langsung mengamuk saat itu.

Bahkan, juga meneriaki istri Rasyid yang berada di lokasi. Istri Rasyid mencoba membela diri dan awalnya dia meminta agar semua petugas meninggalkan lokasi.

Melihat keributan itu, polisi langsung berupaya menenangkan situasi lokasi. Pihak keluarga Arnold lalu disuruh pulang meninggalkan lokasi. Sedangkan istri Rasyid disuruh masuk ke dalam rumah. Setelah situasi aman, polisi kemudian melanjutkan proses rekonstruksi.

Rekonstruksi dimulai dari pertemuan Rasyid dan Abdul. Tersangka Rasyid dan Abdul mengadakan pertemuan membahas terkait utang piutang tersebut. Kemudian Abdul kembali naik ke lantai tempat kontrakannya.

Tak lama kemudian, Arnold datang ke lokasi. Rasyid dan Arnold awalnya duduk berdua di belakang gudang tenda. Di saat itu terjadi percekcokan serius.

Sambil duduk, Rasyid mengambil besi dan langsung memukul kepala korban. Pas dipukul, korban langsung tergeletak, Rasyid kembali memukul korban.

Baca Juga :  Selasa, Wagub Dilantik di Jakarta

Setelah dipukul Rasyid, Arnold awalnya menangkis dengan tangan, sambil berlari ke semak-semak belakang gudang tenda. Saat korban berlari, Abdul turun ke bawah sambil mengambil besi lalu mengejar korban.

Di tengah semak-semak itu Arnold tidak bisa berbuat apa-apa karena menahan sakit dan terkepung oleh kedua tersangka. ”Sama-sama pukul, korban langsung telentang. Dipukuli berkali-kali,” ujar Abdul.

Setelah Rasyid memastikan korban tak bernyawa lagi, Rasyid menyuruh Abdul membuka septic tank. Rasyid lalu pergi ke bawah mengambil tali dan perlengkapan lainnya untuk meletakkan korban ke septic tank.

”Ini sudah mati Dul. Kau buka septic tank Dul, habis itu saya langsung pergi buka,” ujar Abdul menceritakan kejadian.

Septic tank terbuka, Abdul dan Rasyid menjemput korban untuk memasukkannya ke dalam. Korban dimasukkan ke dalam septic tank, dan kemudian Abdul kembali meletakkan alat perkakas martil dan linggis ke tempat semula.

Sedangkan Rasyid langsung menuju sepeda motor korban Yamaha N-MAX warna putih yang terparkir di depan gudang tenda.

Baca Juga :  Parpol Pengusung Sanur Pecah

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Alie mengatakan, rekonstruksi ini untuk memperkuat alat bukti yang sudah ada, di samping itu menambah keyakinan penyidik dalam menyelesaikan berkas perkara pembunuhan tersebut.

Rekonstruksi ini akan menambah keyakinan Jaksa Penuntut Umum (JPU) bahwa berkasnya sudah lengkap.

”Hanya dua orang tersangka. Setelah rekonstruksi langsung pemberkasan kepada jaksa penuntut umum. Saksi-saksi diperiksa sebanyak 15 orang. Pembunuhan ini lebih dominan dilakukan tersangka Rasyid,” jelasnya.

Kasat menyebutkan, dalam rekonstruksi tersebut tidak ada terungkap fakta-fakta baru. Tersangka memperagakan adegan sesuai dengan keterangan dalam pemeriksaan.

”Fakta BAP dengan fakta rekon cocok, jadi semakin yakin dan kuat tersangka Abdul dan armarhum Rasyid pelaku pembunuhan Arnold,” sebutnya.

Lanjutnya, terkait keributan antara keluarga korban dan keluarga tersangka di luar skenario rekonstruksi.(RAYMON SANDY)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here