Sempat Blacklist, Tetap Menang Tender

0
943

Kontraktor Bermasalah Kerjakan Jembatan 1

Meski sudah pernah masuk daftar hitam atau blacklist, namun PT Makmur Bersama Jaya (MBJ) tetap memenangkan lelang proyek finishing Jembatan 1 Dompak pada 2017 ini.

TANJUNGPINANG – MBJ merupakan perusahaan yang di-blacklist lantaran terlibat kasus monopoli proyek pada tahun 2015 lalu di Batam. Dihubungi wartawan, Kepala Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Batam, Lukman Sungkar menuturkan, PT MBJ pernah mendapat sanksi denda oleh KPPU sebesar Rp 1.730.300.000.

Perusahaan ini terbukti melakukan praktik persekongkolan dalam pelelangan empat paket proyek jalan nasional di Batam. ”Vonisnya bahkan sudah sudah inkrah pada Oktober 2016 lalu,” ujarnya saat dihubungi via ponselnya, Kamis (20/7) kemarin. Menurut Lukman, keputusan Pemprov Kepri melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang memenangkan PT MBJ pada tender tersebut sudah sangat ceroboh karena menyalahi aturan.

Perusahaan yang seharusnya sudah masuk dalam daftar hitam itu justru terpilih menjadi kontestan pemenang lelang proyek miliaran rupiah di Tanjungpinang. ”Kalau sudah masuk daftar blacklist seharusnya tidak bisa ikut lelang. Apalagi memenangkan proses lelang,” tambah Lukman.

Saat ditanyakan adanya indikasi persekongkolan atau monopoli dalam pemenangan proyek finishing Jembatan I Dompak, Lukman belum bisa memastikannya. Menurutnya, perlu adanya penyelidikan khsusunya dalam perkara tersebut. Ia menyampaikan, PT MBJ merupakan salah satu perusahaan yang terlibat kasus monopoli proyek peningkatan jalan Simpang Kawi Jaya – Simpang Lippo – Simpang Telkom Pelita dengan nilai HPS Rp 8.714.943.261.  Sebelumnya, proyek finishing dan bangunan pelengkap Jembatan I Dompak senilai Rp 10 miliar sudah terlelang. Berdasarkan data yang tertera di Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Pemprov Kepri, kelanjutan pembangunan Jembatan I Dompak dimenangkan oleh PT MBJ.

Kepala Biro Administrasi Layanan Pengadaan Provinsi Kepri, Misbardi menyampaikan, pemenang proyek tersebut sudah diketahui, Kamis (20/7).
Saat ini, proyek senilai Rp 10 miliar tersebut sedang dalam tahap masa sanggah. ”Apabila tidak ada sanggahan, kegiatan ini akan dilakukan penandangan kontrak kerja,” katanya.

Ia melanjutkan, terkait infromasi PT MBJ masuk daftar hitam atas pengalamannya mengerjakan proyek di wilayah Kota Batam, Misbardi belum tahu informasi tersebut. ”Saya bersyukur sekali informasi ini disampaikan, sore ini proses masa sanggah selesai dilakukan. Nanti saya cek di Pokja yang membidangi proyek tersebut,” tambah Misbardi.(SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here