Sempat Diselesaikan di Korem, Denpom dan Kini di Polres

0
109
Mobil Hilux yang disengketakan diamankan di polisi. f-istimewa

Berebut Ngaku Pemilik Mobil Hilux

Tanjungpinang – Mobil pikap hilux warna hitam ini sudah lebih sebulan berada di halaman Satreskrim Polres Tanjungpinang. Mesin toyota hilux double cabin ini mulai berkarat karena jarang dinyalakan. Setiap hari kena panas dan hujan. Polisi juga bingung siapa pemilik mobil ini yang sebenarnya.

Sebelumnya, mobil ini sempat di bawa Agus ke Makorem. Pihak Korem akhirnya meminta Denpom untuk menyelesaikan perkara ini. Hanya saja, setelah ditelisik, pemiliknya adalah masyarakat sipil dan masing-masing tetap ngotot dengan argumen masing-masing. Karena tak mau diselesaikan dan yang bersengketa adalah warga sipil, akhirnya pihak Denpom menyerahkan mobil itu ke Polres Tanjungpinang.

Yang saling klaim kepemilikan mobil adalah Agus Salim Sipahutar dan Untung alias Ahua. Sebenarnya, Agus dan Untung adalah karib sejak kecil. Mereka satu sekolah sejak SD di Batu 12, arah Kijang, Tanjungpinang.

Beberapa pekan lalu, Untung melaporkan Agus dengan tudingan pencurian mobil berbahan bakar solar ini. Untung mengaku mobil itu dicuri pada 12 Mei lalu.

”Ini mobil saya. Saya belinya secara sah. BPKB-nya ada sama saya. Saya beli Rp245 juta,” kata Untung kepada sejumlah wartawan usai diperiksa di Polres Beberapa waktu lalu.

Untung ketika itu menunjukan foto surat jual beli serta kwitansi pembayaran. Laporan pencurian mobil ini dilansir sejumlah media, termasuk di harian Tanjungpinang Pos.

Ternyata, setelah Untung bikin aduan ke polisi, Agus juga melaporkan Untung dengan tuduhan penggelapan objek yang sama.

”Mobil itu dia pinjam. Awalnya sebagai jaminan utang piutang dari Sugiono selaku perantara peminjam uang. Setelah, utang saya bayar, mobilnya tak dikembalikan. Selain itu, BPKB-nya dia ambil paksa dari Sugiono selaku perantara saya meminjam uang dengan Untung,” sebut Agus salim, kepada sejumlah wartawan, Senin (10/9).

Agus juga menunjukan print out bukti tranfer pelunasan utang dari Sugiono ke Untung pada 8 September dan 11 September 2017 dengan total Rp125 juta. ”Karena saya pinjam ke Sugiono, makanya uang itu saya serahkan ke Sugiono,” sebut Agus.

Saat ditanya tentang surat perjanjian jual beli yang dipegang Untung, Agus mengakui itu tandatangannya. Hanya saja, sebutnya, surat jual beli itu untuk mobil eskudo yang ia jual jauh sebelum ada masalah mobil toyota hilux ini.

”Kelalaian saya, saat jual beli mobil eskudo, suratnya hanya saya tandatangani tanpa ada item jenis mobil yang saya jual. Tapi item yang diperjual belikan saat itu kosong. Belakangan, surat itu diisinya dengan jenis mobil toyota hilux yang sekarang dia kuasai,” sebut Agus.

Agus merasa ia berkewajiban untuk mengklarifikasi pemberitaan di sejumlah media yang menyudutkan dirinya. ”Kita serahkan ke yang berwajib penyidikanya. Siapa pemilik mobil itu yang sebenarnya,” sebut Agus.

Agus juga menunjukan rekaman percakapannya dengan Untung untuk mengambil mobil itu. Dalam percakapan pesan elektronik itu, Untung selalu menjanjikan akan memulangkan mobil itu.

”Di pesan aplikasi telegram ini, Untung selalu menceritakan maslaah keluarganya yang tdiak ada hubungannya dengan saja. Kalau dia ribut dengan keluarga, ya jangan sampai merugikan saya,” kata Agus.

Dalam bincang-bincang dengan wartawan, Agus didampingi Sugiono sebagai orang ketiga yang disebut-sebut dalam pelaporan pencurian dan penggelapan kedua belah pihak.

Sebenarnya antara Sugiono dengan Untung juga ada hubungan saudara. Sugiono ini adik ipar Untung.

”Istrinya Untung itu kakak kandung saya. Awalnya BPKB itu ditangan saya, namun dipinjam ama istrinya dengan berbagai alasan. Karena kami keluarga, saya kasihkan dan saya tidak mencurigai kalau kasusnya bakal seperti ini,” sebut Sugiono.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiraseno mengakui adanya laporan kedua belah pihak yang saling klaim kepemilikan mobil. ”Penyelidikan tetap kita lakukan. Sejumlah saksi sudah diperiksa,” sebutnya.(jek/ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here