Sempit, Pasar Tradisional Perlu Dibenahi

0
57
Pengunjung, pengendara roda dua dan tukang becak berdesak-desakan masuk ke Pasar Baru Tanjungpinang karena jalannya sempit. f-suhardi/tanjungpinang pos

Kondisi pasar tradisional di Kota Lama Tanjungpinang saat ini sudah selayaknya dilakukan pembenahan secara menyeluruh.

TANJUNGPINANG – Puluhan tahun pasar tersebut terlihat kumuh dan kurang tertata dengan rapih. Tidak sedikit para pedagang mengeluhkan sempitnya lapak yang disediakan, sehingga banyak barang dagangan terpaksa menutupi badan jalan.

Dampak jalan sempit membuat para pengunjung pasar yang berjalan kaki merasa risih untuk masuk ke pasar. Ditambah sulitnya masyarakat mencari tempat parkir yang benar-benar nyaman.

Asih, salah satu pedagang di kawasan tersebut mengatakan, bukan hanya pedagang yang mengeluhkan jalan sempit, tapi pengunjung pasar susah berjalan masuk ke pasar dengan berjalan kaki. Karena jalannya sempit ditambah padatnya pengendara masuk ke dalam pasar.

Bahkan mereka seringkali berdesak-desakan dengan pengguna kendaraan bermotor. Ukuran jalan masuk ke dalam pasar itu hanya muat untuk dua motor saja.

”Saya merasa kasihan dengan para pengunjung pasar, mereka lebih sering berdesak-desakan untuk dapat masuk ke pasar,” ujar Asih, baru-baru ini.

Ia berharap, agar pemerintah memperbaiki jalan tersebut, supaya masyarakat yang masuk ke pasar untuk belanja dan kendaraan yang melintas merasa aman.

”Memang jalan untuk masuk ke dalam pasar muat untuk dua motor, tetapi alangkah baiknya pengguna kendaraan bermotor mengalah dengan pengunjung yang berjalan kaki,” ujarnya lagi.

Sambung dia, bila jalan bagus dan tidak becak, warga nyaman masuk ke pasar, dan pedagang juga merasa senang karena banyak masyarakat masuk untuk belanja.

”Sekarang pembeli mulai berkurang untuk masuk belanja, mereka tidak mau berdesak-desakan dan jalannya yang licin,” bebernya. Hal sama juga disampaikan Rudi, salah satu juri parkir di lokasi tersebut.

”Saat ini, kondisi jalan pasar terasa sesak, karena jalan yang sempit dipenuhi dengan motor yang keluar masuk,” kata Rudi,

Kata Rudi, belum lagi becak yang ikut masuk ke dalam pasar, padahal di tengah jalannya sudah dipasang pembatas, agar bejak tidak masuk.

”Kami tidak memiliki wewenang untuk melarang tukang becak itu, karena mereka memiliki komunitas sendiri,” ujar Rudi lagi.

Masih kata Rudi, dahulunya pasar tersebut merupakan pasar swasta, namun kemudian diambil alih oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang.

Ia berharap semoga kondisi pasar dan jalan masuk ke dalam pasar tradisional bisa ditata lagi agar masyarakat nyamaan saat belanja dan tidak merasa was-was saat masuk pasar.(tetty herawati, algifri resdan, fitri rahayu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here