Semua Dokter Telah Lulus Kompetensi

0
214
DOKTER di RSUD M Sani Karimun melakukan praktik bantuan dasar hidup saat penilaian akreditasi dan semua dokter di Karimun telah memiliki sertifikasi kompetensi. f-alrion/tanjungpinang pos

Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi, menyebutkan semua dokter yang bertugas di Karimun telah sesuai dengan standar kompetensi. Hal itu dibuktikan dengan sertifikat kelulusan kompetensi yang dimiliki dokter.

KARIMUN – ”Sesuai dengan aturan perguruan tinggi pada profesi dokter, setiap akan disumpah menjadi dokter wajib harus terlebih dahulu lulus kompetensi. Ujian ini tidak mudah karena banyak yang tidak lulus,” kata Rachmadi, Rabu (16/1) kemarin.

Tidak hanya dokter, termasuk apoteker, bidan dan perawat. Sebelum mereka bekerja, tentunya harus terlebih dahulu lulus kompetensi.

Jika tidak lulus, maka izin praktek dokter tidak diberikan atau dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan.

Selain itu, masa berlaku sertifikat kompetensi tersebut berlaku selama 5 tahun.

Setelah 5 tahun, kembali mengikuti uji kompetensi. Kecuali yang bersangkutan melakukan praktik, melakukan pengabdian pada masyarakat, peningkatan kapasitas ke ilmuan melalui penelitian.

”Sampai hari ini, belum ada dokter yang melakukann penelitian keilmuan secara resmi di Karimun. Pemerintah mendorong, agar dokter membuat penelitian keilmuan secara resmi,” terangnya.

Tidak menutup kemungkinan, dokter dapat dibantu Pemerintah Daerah melalui BKPSDM.

Di tempat terpisah, Direktur RSUD M Sani Karimun Zulhadi menegaskan seluruh dokter telah memiliki sertifikat kompetensi.

Mereka adalah lulusan fakultas kedokteran dari Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi sudah ada uji kompetensi dari konsil kedokteran dan kolegium untuk spesialis.

”Di RSUD M Sani ada dokter umum 10 orang, kemudian dokter gigi 2 orang dan 33 dokter spesialis. Jumlah ini sudah cukup sesuai tipe Rumah Sakit. Tetapi untuk perawat masih butuh penambahan, karena idealnya harus 180 perawat. Tersedia saat ini 153 orang,” jelas Zulhadi.

Meskipun ada kekurangan perawat, tidak membuat pelayanan atau kualitas pelayanan pada pasien tidak terganggu.

Dengan memaksimalkan tenaga yang ada, pelayanan dapat dilakukan sesuai dengan waktu dibutuhkan.

Selain itu, baru-baru ini masyarakat merasa khawatir terkait banyaknya rumah sakit yang diputus kontraknya oleh pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Berita itu muncul di siaran televisi nasional, sehingga kekhawatiran muncul di sejumlah daerah.

Untuk soal itu, Zulhadi telah memberikan kejelasan bahwa masyarakat Kabupaten Karimun yang menggunakan BPJS tidak perlu khawatir dan akan dilayani seperti biasa.

Pelayanan peserta kartu BPJS Kesehatan di Karimun, tidak mengalami kendala dan pemilik kartu BPJS diimbau tidak perlu khawatir.

”Untuk di Karimun tidak ada masalah, masih dapat dilayani sebagaimana seperti sedia kala. Karena RSUD M Sani sudah terakreditasi, jadi tidak perlu khawatir pemilik kartu BPJS Kesenatan. Tetap bisa dilayani,” kata Direktur RSUD M Sani Karimun, Zulhadi, Minggu (6/1) lalu.

Sebagaimana diketahui, bahwa pemutusan kontrak atau kerja sama antara pihak BPJS dengan Rumah Sakit dalah RS yang belum terakreditasi sebagaimana diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2013, perubahan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 99 Tahun 2015 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Ketentuan tersebut, berlaku mulai Januari 2019.

RSUD M Sani telah melakukan pembenahan sejak beberapa tahun lalu, untuk memenuhi ketentuan dari Kementerian Kesehatan RI. RSUD M Sani didukung penuh Pemkab Karimun. Bahkan saat ini, sedang berupaya meningkatkan status dari Tipe B naik ke tipe A. (KARIMUN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here