Semua Layanan Harusnya Sudah Online

0
143
Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu.

TANJUNGPINANG – Tanjungpinang yang berdekatan dengan Singapur harus memacu pemerintah daerah merealisasikan smart city yaitu seluruh pelayanan berbasis online.

Hal ini dikatakan Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (12/4).

Ia mengatakan, masih sering menerima pengaduan terkait pelayanan administrasi di Disdukcapil Tanjungpinang yang serba manual.

Persoalan mendasar yaitu, warga harus meluangkan waktu mengantre di front line. Selain itu, bolak-balik memastikan kesiapan dokumen.

Menurutnya persoalan ini sudah bisa diminimalisir dengan sistem online. Bukan tidak mungkin direalisasikan mengingat Kota Tanjungpinang yang kecil.

”Kita itu sudah harus mengarah ke smart city. Seluruh pelayanan sudah bisa diakses melalui internet,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (12/4).

Melalui sistem ini, warga datang ke Kantor Disdukcapil untuk perekaman atau mengambil dokumen. Bahkan, warga pun sudah bisa menentukan waktu kapan akan dilayani. Bisa mengetahui syarat-syarat yang diperlukan untuk dokumen secara online.

Begitu juga dengan pengambilan dokumen, petugas sudah menginformasikan melalui aplikasi. Sehingga warga tak perlu bolak-balik datang ke Kantor Disdukcapil.

”Kasihan warga jika bertemu dengan petugas saja harus mengantre. Ini harus diubah. Harus online. Jadi warga tinggal lihat diaplikasi apakah berkasnya sudah siapa atau belum,” paparnya.

Bila sudah bisa sistem IT, menurutnya tidak akan ada lagi warga yang mengeluhkan pelayanan di Disdukcapil maupun OPD lainnya.

”Kita harus sistem online. Bahkan janji kampanye kepala daerah jemput bola. Kami berharap di bawah pemerintahan sekarang bisa terealisasi
mulai dari pelayanan dasar,” tuturnya.

Menurutnya, kendala lainnya lagi warga tidak dilayani bila server atau koneksi ke pusat gangguan. Ini dumaklumi, namun jangan menjadi alasan pelayanan ditiadakan.

Disarankannya, ada formula mengatasi ini. Agar warga yang datang pun tidak bolak-balik. Sebab, ini akan sangat menyulitkan, khususnya bagi pekerja.

Menurutnya, smart city itu bukan hanya menyediakan akses internet di ruang publik, tetapi pelayanan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Tanjungpinang sudah bisa diakses secara online.

Maskur menjelaskan, smart city merupakan konsep sebuah kota yang memiliki koneksi terintegrasi dalam berbagai bidang hingga memberikan dampak praktis dan efisiensi dalam pengelolaan kota.

Ia menilai, keluhan warga tersebut harus jadi fokus pemerintah untuk diselesaikan.Terkait anggaran, legislatif menurutnya tidak akan menghalangi. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here