Semua OPD Harus Jolok Dana APBN

0
691
Pelebaran drainase: Pelebaran drainase di Jalan Pemuda, salah satu proyek yang menggunakan dana dari APBN. f-andri/tanjungpinang pos

DOMPAK – Sekretaris daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri H TS Arif Fadillah, mengingatkan supaya Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kepri untuk giat menjolok anggaran ke pemerintah pusat.

Misalnya Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun Dana Alokasi Umum (DAU) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal itu menurutnya, sering disampaikan, pada saat rapat evaluasi yang digelar setiap hari Senin pagi atau usai apel pagi.

”Kita mengharapkan kawan-kawan OPD bisa dan kreatif menjolok pendapatan yang bersumber dari DAK, karena DAK sifatnya sebagai pendamping pembangunan di Kepri saat ini,” ujar Arif di kantor Gubernur Kepri, Pulau Dompak kemarin.

Baca Juga :  5.567 KPM Terima Dana Program KKS PKH

Hal itu disampaikannya, sebagai salah satu upaya pemerintah Provinsi Kepri untuk menggenjot peningkatan rencana penyusunan APBD murni tahun 2018 mendatang.

“Kita mendorong Dispenda, disamping juga kita mendorong untuk mengarap potensi baru yang selama ini belum tergarapkan dengan baik,” tambahnya

Sesuai data yang dihimpun dari Direktur Otonomi Daerah Bappenas RI, bahwa arah pemetaan awal dukungan DAK dalam pencapaian prioritas Nasional, terdapat 9 prioritas dengan 16 program prioritas utama.

Misalnya masalah yang berkaitan dengan Pendidikan, Kesehatan, Perumahan dan pemukiman, Pengembangan dunia usaha dan pariwsata, Ketahanan Energi, Ketahanan Pangan, Penanggulangan Kemiskinan, Infrastruktur, Konektivitas, dan Kemaritiman, serta Pembangunan wilayah.

Baca Juga :  Dua Perwira Tinggi TNI AL yang Mutasi Menjadi Kas Kogabwilhan III dan Pangkolinlamil Datangi Lanudal Tanjungpinang

Sedangkan, 16 program perioritas yakni mencakup Pendidikan Vokasi, Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Penyediaan Perumahan Layak, Air Bersih dan Sanitasi Pengembangan Kawasan Pariwisata.

Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Pengembangan Kawasan Industri (KI), 9. Perbaikan Iklim Investasi dan Penciptaan Lapangan Kerja  EBT dan Konservasi Energi.

Pemenuhan Kebutuhan Energi, Peningkatan Produksi pangan Pembangunan sarana dan prasarana pertanian irigasi, Pemenuhan Kebutuhan Dasar, Pengembangan Sarana dan Prasarana Transportasi (darat, laut, udara, dan inter-moda), dan Pembangunan Wilayah Perbatasan dan Daerah tertinggal.

Baca Juga :  Xpress Air Terbang Tiga Kali Seminggu

Sesuai dengan arahan Bapak Presiden RI mengenai satu usulan dengan menggunakan teknologi informasi, telah dirintis pengembangan aplikasi e-planning untuk pengusulan DAK Fisik Tahun 2018. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here