Semua Pedagang Diangkut Polisi

0
601
Tinjau daging: Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang dan Kadisperindag Tanjungpinang saat meninjau pedagang daging di pasar, kemarin.

Gara-gara Jual Daging Rp170 Ribu/Kg

TANJUNGPINANG – Harga daging sapi segar di Pasar Baru Tanjungpinang semakin menggila. Meski sebelumnya sudah ada kesepakatan agar pedagang tidak menjual daging di atas Rp155 ribu, faktanya, harga daging malah menembus angka Rp 170.000 per kilogramnya, Rabu (21/6) kemarin.Padahal tiga hari sebelumnya harga daging sekitar Rp 14 ribu. Melejitnya harga daging ini terkuak saat sidak aparat keamanan bersama Disperindag Kota Tanjungpinang, kemarin.

Karena seluruh p-edagang di apsar baru menjual daging di atas ketentuan, hingga semua pedagang daging diakut polisi untuk diperiksa di Polsek terdekat. Menurut Kabag Program dan Kerjasama Badan Pengkaji dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan, Adi Nurjaman, pedagang menjual daging segar dengan harga yang terlalu tinggi. Padahal, katanya, pemerintah pusat sudah membuat aturan bahwa harga sapi segar tidak boleh di atas Rp 105 ribu per kilonya.

”Ini sudah melanggar aturan. Kita akan laporkan ke pimpinan di Jakarta ada penomena seperti ini di daerah,” kata Adi Nurjaman, kemarin. Kata dia, Kementerian Perdagangan telah menentukan harga daging segar untuk paha depan Rp 98 ribu per kilo, paha belakang Rp 105 ribu per kilo. Untuk sandang lemur Rp 80 ribu per kilo dan tetelan Rp 50 ribu per kilo. Sedangkan untuk harga daging beku HET-nya Rp 80 ribu per kilonya.

”Karena ini sudah melanggar aturan, maka kami meminta pihak kepolisian memanggil para pedagang yang menjual daging diatas harga ketentuan. Ini sudah dilakukan bersama dengan dinas terkait di Tanjungpinang,” tegasnya. Kata dia, tingginya harga daging segar di Tanjungpinang lebih malah karena presepsi masyarakat masih menganggap kalau daging beku tidak lebih baik kualitasnya jika dibandingkan daging segar.

”Nah, ini tugas pemerintah daerah dan dinas terkait untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat mau beralih fikir untuk mengkomsumsi daging beku,” tegasnya. HM Juramadi Esram, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, membenarkan harga daging segar, Rabu (21/6) mencapai Rp 170 ribu.

”Kami langsung sidak ke pasar bersama dengan Pertanian dan Kasat Reskim Polres Tanjungpinang,” tegasnya. Karena, pedagang menjual daging diatas kewajaran, maka seluruh pedagang daging sapi segar di bawah ke kantor polisi.

”Saat diperiksa polisi, pedagang bercerita mereka menjual daging sapi tinggi karena tulang dan jeroan saat lebaran tidak diminati masyarakat. Sedangkan mereka membeli sapi yang sudah termasuk tulang dan jeroannya dan berbeda dengan membeli daging beku,” tegasnya. Dalam pertemuan itu, Pemko Tanjungpinang dan pihak Polres Tanjungpinang yang saat itu ada Kasat Reskrimnya Andri Kurniawan menyepakati harga daging segar Rp 160 ribu sampai satu hari setelah lebaran. Setelah lebaran harga daging harus turun menjadi Rp 14 ribu per kg.

”Ini sudah menjadi komitmen pedagang. Kalau tetap menjual di atas Rp 160 ribu per kilo, siap-siap dipidana,” tegasnya. Masih kata Juramadi, ke depannya pemerintah akan mensubsidi harga daging segar mendatang. Karena, permintaan daging segar tidak mampu dipenuhi oleh pedagang sapi di Tanjungpinang. Sapi-sapi yang ada di Tanjungpinang tidak gemuk, dan dagingnya kurang karena pakannya lebih mahal. ”Ini komitmen pemerintah. Tahun depan pemko akan mengsubsidi dan menggelar pasar daging murah lebaran,” tegasnya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here