Semua Pungli Ada Bukti

0
975
KSOP: tiga pegawai KSOP Tanjungpinang ditetapkan sebagai tersangka pungli F- RAYMON/TANJUNGPINANG POS

Tersangka pelaku pungutan liar di Pelabuhan SBP Tanjungpinang bertambah menjadi tiga orang.

TANJUNGPINANG – Agen kapal merupakan korban pungli mereka. Semua hasil pungli dicatat dengan rapi. Sehingga ada bukti-bukti sesuai temuan Tim Saber Pungli saat menggeledah Kantor KSOP.

Dari hasil pemeriksaan petugas kepada Herbert, pegawai KSOP Pelabuhan SBP, Tim Saber langsung mengamankan Sutoyo (42) Eri Priawan (27 yang juga pegawai KSOP.

Tim Saber Pungli Polres Tanjungpinang pun telah menetapkan tiga orang tersangka Herbert Panusunan Simamora (34), Sutoyo (42) Eri Priawan (27) dalam kasus pungli meminta uang kepada agen kapal di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP).

Kejadian ini pertama sekali diamankan, Senin (1/5) sekitar pukul 13.45. Tim unit pemberantas pungli Satreskrim Polres Tanjungpinang melakukan operasi tangkap tangan terhadap pelaku bernama Herbert yang diduga melakukan pungutan liar di Pelabuhan SBP Tanjungpinang kepada para agen kapal dengan cara meminta sejumlah uang tanpa dasar hukum. Adapun penangkapan dilakukan saat seseorang memberikan uang kepada petugas di depan pos domestik KSOP pelabuhan Tanjungpinang di dalam amplop sebesar Rp 500 ribu.

Setelah mengamankan tersangka Herbert, polisi melakukan penyelidikan dan mengamankan Eri Priawan serta mengamankan Kepala Pos KSOP Tanjungpinang Sutoyo.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Joko Bintoro mengatakan, para tersangka ini meminta uang kepada agen kapal setiap kapal akan berlayar. Setoran ini ada yang harian dan ada juga yang per bulan. Pelaku meminta sejumlah uang kepada para agen kapal untuk biaya checking kapal, checking penumpang.

Baca Juga :  Ayo, Himpun Kekuatan Pulihkan Ekonomi

Apabila para agen kapal tidak memberikan sejumlah uang maka akan dipersulit keberangkatannya oleh pegawai Syahbandar sehingga para agen mau tidak mau menyerahkan sejumlah uang kepada pegawai Syahbandar.

”Apabila tidak membayar kepada petugas maka izin berlayar akan dipersulit dengan berbagai alasan,” katanya Selasa (2/5) saat jumpa pers di Mapolres Tanjungpinang.

Dari para tersangka, petugas mengamankan barang bukti uang tunai Rp 500 ribu dari Kapal Sabuk Nusantara, uang tunai Rp 800 ribu dari kapal anen (agen VoC Batavia), uang tunai Rp 450 ribu dari agen kapal Super Jet Dabo Singkep.

Uang tunai Rp 300 ribu dari checking Kapal Seven Star, uang tunai Rp 200 ribu dari agen tiket Marina, uang tunai Rp 400 ribu dari checking Kapal Sabuk Nusantara 59.

”Lima rangkap insentif Pelabuhan SBP Tanjungpinang, terdiri dari masing masing dua rangkap yang dicetak oleh tersangka Sutoyo,” katanya.

Kapolres menyebutkan, ada juga barang bukti lain berupa satu lembar amplop berwarna cokelat namun di dalam amplop tidak ada uang.
Tapi, di luar amplop ada tulisan 373 x 5.000 per bulan (Marina), satu lembar amplop berwarna cokelat bertuliskan 373 x 4.000 per bulan (Marina), satu lembar amplop berwarna cokelat bertuliskan 588 trip.

Baca Juga :  Gubernur Tolak Permintaan Pendemo

”Ini amplop didapatkan saat dilakukan penggeledahan di KSOP Pelabuhan SBP, diduga amplop yang kosong itu dibayarkan untuk bulanan,” ungkapnya.

Berikutnya, lima lembar amplop berwarna cokelat dan satu buah buku merk Bintang Obor warna kuning bermotif batik yang berisikan catatan nama-nama dan jumlah uang diberikan dan satu buah buku agenda warna hitam bertuliskan an. Dona Mentari, yang didalamnya bertuliskan nama dan rincian uang.

Satu lembar kertas warna putih dengan judul ponton Batam yang berisikan nama pemberi dan jumlah uang. Dua lembar jadwal piket bulanan Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang.

”Semuanya didata di dalam buku agenda dan buku Bintang Obor baik dari yang membayar serta jumlah uang yang disetorkan,” jelasnya.

Kapolres menuturkan, juga mengamankan satu bundel kwitansi merek Sinar Dunia yang bertuliskan pemberi sumbangan dari pelaut. Kwitansi ini digunakan apabila ada yang menyumbang akan ditulis sebagai tanda bukti. Satu lembar amplop kosong berwarna putih bercorak biru merah.

”Saat melakukan penggeledahan di ruangan, kita juga mengamankan satu tas berwarna hitam merk Polo Clasic yang berisikan satu tabungan BCA atas nama Sutoyo dan satu laptop merek Toshiba berwarna hitam yang berisikan jadwal kapal dan laporan. Laptop ini selain digunakan untuk merekap data juga untuk print hasil rekapan,” jelasnya.

Baca Juga :  Banyak Tantangan, Jangan Kalah Cepat

Setelah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) uang yang diamankan Rp 2.650 ribu. Kapolres menjelaskan, dari petugas piket berinisial HPS diamankan tim saber pungli Polres Tanjungpinang. Setelah dilakukan penyelidikan dan introgasi maka berkembanglah ke rekanannya IP yang merupakan petugas bekerjanya.

”Uang setoran tersebut dikumpulkan kepada Kepala Pos KSOP Tanjungpinang yang berinisial S, rekapan yang mencetak juga dari Kepala Pos nya,” ujarnya.

Untuk kasus ini bermula pada pengaduan masyarakat melalui SMS center saber Pungli dan dilakukan lidik selama satu bulan dan juga pernah dilakukan sosiali agar tidak melakukan pungli namun tetap melanjutkan.
Ketiga tersangka dijerat dengan pasal 12 huruf (e) UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU no 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

”Baru tiga tersangka yang ditetapkan, apabila ada perkembangan yang baru tidak menutup kemungkinan untuk para tersangka lainnya,” pungkasnya.(RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here