Senggarang Mati Suri

0
147
Kantor Wali Kota dan Kantor DPRD Kota di Senggarang. f-dok/tanjungpinang pos

Wako Baru Diminta Benahi Seperti Malaka

TANJUNGPINANG- Senggaran sebagai pusat pemerintahan Kota Tanjungpinang, minim pambangunan atau dinilai mati suri. Padahal, ada 1.333 haktare lahan di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas atau Free Trade Zone (FTZ), tapi belum ada investasi masuk.

Wali Kota Tanjungpinang terpilih H Syahrul diminta untuk membenahi kawasan Senggarang agar tidak lagi jadi kota mati suri. Lahannya luas tapi minim pembangunan. Saat debat publik Pilkada Tanjungpinang, H Syahrul ingin membangun Tanjungpinang seperti Malaka, Malaysia.

Saat ini, di Kawasan ini baru ada Kantor Wali Kota dan kantor DPRD Kota Tanjungpinang yang berdiri megah dan ditempati sejak tahun 2007 lalu.

Zaman Wali Kota Hj Suryatati A Manan, di kawasan ini dibangun rumah adat dan kantor pemerintahan berlantai lima. Dibangun rumah dinas Wali Kota, Wakil Wali Kota dan unsur pimpinan DPRD Tanjungpinang, tapi sayang rumah dinas tersebut hingga saat ini mangkrak. Di zaman H Lis Darmansyah Wali Kota, kawasan tersebut belum tersentuh pembangunan yang bisa meningkatkan perekonomian di Tanjungpinang.

Bakal Calon anggota DPD RI, Alfin juga tim pemenangan H Syahrul-Rahma di Pilkada Tanjungpinang, kemarin mengharapkan agar H Syahrul bisa menghidupkan Senggarang agar tidak jadi kota mati.

”Pak Syahrul waktu debat kandidat calon Wali Kota, ingin merubah Tanjungpinang seperti Malaka, Malaysia. Kita minta mulai dari Senggarang dulu,” kata Alfin.

Sambung dia, di kawasan Sengarang harus di percantik, Wako bersama dengan kabinet barunya, harus bisa membuat Senggarang pusat pemerintahan yang bisa dijadikan objek wisata. Pemerintah daerah juga harus membuat desain, mana saja kawasan FTZ, kawasan perumahan, kawasan tempat wisata dan kawasan untuk perumahaan. ”Viewnya bagus. Cocok dibangun apartemen dan hotel berbintan,” kata Alfin.

Kemudian, cocok dibangun rumah susun atau komplek perumahan khusus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kota Tanjungpinang. Jadi, bagi PNS belum memiliki rumah, bisa memiliki rumah di kawasan tersebut dengan harga subsidi.

”Pukul 17.00 WIB, kalau kita jalan-jalan ke Senggarang sangat sepi,” ujarnya. Kemudian, kawasan FTZ, benar-benar dikelola dengan baik. BP Tanjungpinang dan Wali kota, harus bersinergi, untuk mendatangkan investor di kawasan tersebut. Kawasan FTZ Senggarang di daerah mana saja dan lahan milik warga yang belumd di bebaskan daerah mana saja. Data tersebut sangat penting, agar pemerintah daerah juga bisa membangun infrastruktur di kawasan FTZ Senggarang.

”Kalau pusat pemerintah Tanjungpinang di Senggarang seperti Dompak. Ada sarana olahraga, ada sarana wisata baru, Tanjungpinang semakin berkembang,” ujarnya. Ia juga meminta kepada Wako baru, supaya mengumpulkan seluruh pemilih lahan di Senggarang. Tujuanya, bagi pemilik lahan yang lahannya akan dijual, baiknya pemerintah membelinya, dengan harga standari.

Namun, bagi pemilih lahan yang lahannya tidur, tidak dibangun pemerintah juga harus tegas, untuk mengelola lahan tersebut, supaya bermanfaat bagi masyarakat.

”Kan sudah ada aturannya, kalau tak salah lahan tidur yang sudah tidur bertahun-tahun tapi tidak dikelola pemiliknya, bisa disita oleh negara,” ujarnya.

Ia juga meminta agar ka wasan Rumah Adat di Senggarang benar-benar di fungsikan. Harus dibenahi termasuk di buat akses jalan, tempat untuk duduk-duduk seperti taman di kawasan tersebut.

”Kemudian di Senggarang harus sering dibuat event, agar Senggarang ekonominya berkembang dan tidak mati suri seperti saat ini,” ujarnya.

Ia melihat view kawasan Senggarang cukup cantik dan indah. Dari Senggarang dekat dengan Kota Lama. ”Nama Senggarang sebenarnya sudah dikenal oleh wisatan dunia, karena ada Vihara yang dibangun ratusan tahun dan sudah menjadi objek wisata. Tinggal pemerintah daerah menambah objek wisata baru. (bas)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here