Seni Langlang Buana Bangkit Kembali

0
921
BERMAIN BIOLA: H Amar saat memainkan alat musik biola di SMAN2 Bunguran Timur saat pentas. f-HARDIANSYAH/tanjungpinang pos

NATUNA – Seni pentas Langlang Buana kini bangkit kembali, setelah sempat vakum hingga 17 tahun. Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kepri yang datang membangkitkannya kembali dengan menggelar kegiatan pentas seni. Pegiat seni Langlang Buana H Ammar menuturkan, sebelum tahun 2000 hingga zaman penjajahan, kesenian ini hidup dan menjadi salah satu hiburan rakyat yang paling favorit di Kabupaten Natuna.

Nama kesenian ini, diambil dari sebuah nama kerajaan langit yang bernama Raja Langlang Buana. Kisah tentang kerajaan ini pun, sering dibawakan sebagai cerita lakon baik yang berupa drama maupun seni tari. ”Dahulu, kesenian ini dibentuk oleh Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng pada zaman penjajah buana dulu. Dan kesenian ini laris diminati masyarakat, hingga permulaan tahun 2000,” jelas H Amar, di SMAN 2 Bunguran Timur usai menggelar pentas, Kamis (7/9) kemarin.

Baca Juga :  Tol Laut Gerakkan Ekonomi Pulau Midai

Namun, setelah itu entah mengapa semangat pelaku dan pasarnya pun perlahan-lahan redup dan hingga akhirnya vakum. Sejak itu juga, kesenian itu tidak pernah lagi menggelar pertunjukan dan sekitar 17 tahun tak pernah tampil lagi. Namun syukurnya, kata Amar, tahun ini Pemerintah Kabupaten Natuna mempertanyakan kembali keberadaan kesenian ini.

Pada akhirnya, BPNB Kepri datang memanggil pelaku-pelaku kesenian itu untuk tampil dan mengajarkan seni itu kepada masyarakat terutama sekali kalangan pelajar sebagai generasi bangsa. ”Kami syukur sekali BPNB mau memanfaatkan kembali kesenian khas Natuna ini. Kami tak pernah terpikir ini bisa kami mainkan lagi, apalagi sampai mengajarkannya. Kami berterima kasih kepada pemerintah dan BNPB,” ungkap Amar.

Baca Juga :  Kerja di Pulau, Gajinya Rp1 Juta

Kepala BPNB Kepri Toto Sucipto mengatakan, langkah membangkitkan kembali kesenian lama sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan budaya Indonesia serta mengembangkannya. ”Nilai seni dan budaya sangat berharga di mata dunia dan sebagai warisan nenek moyang seperti seni Langlang Buana ini. Langkah ini untuk mempertahankan dan mengembangkannya agar diakui bangsa lain,” katanya. (hrd)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here