Senin, Pengembang Diikutkan Rapat Tangani Banjir

0
247
Meninjau pekerjaan pembersihan sampah di drainase Taman Batu10 untuk penanganan banjir di Perumahan Seraya I, Kelurahan Pinang Kencana, Tanjungpinang, Jumat (7/12) f-istimewa

TANJUNGPINANG – Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Hj Rahma meninjau pekerjaan pembersihan drainase yang dilakukan pihak pengembang yaitu PT Sinar Bahagia Group, Jumat (7/12) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Ia turun didampingi Kadis PUPR Tanjungpinang, Hendri ST, Kadispora Tanjungpinang, Djasman dan Kadishub Tanjungpinang, Bambang serta staf lainnya di kawasan Taman Batu10 Tanjungpinang.

Kedatangan Hj Rahma ingin memastikan bahwa pekerjaan tersebut berjalan. Terpenting bisa mengatasi banjir yang terjadi di Perumahan Seraya I, Kelurahan Pinang Kencana, Tanjungpinang.

Pantauan di lapangan, hujan yang mengguyur Tanjungpinang pagi itu, masih menyebabkan genangan air di kawasan perumahan itu.

Dampaknya ada 14 rumah beserta satu surau masuk air hujan yang meluap dari drainase di kawasan itu.

Ditegaskannya, pemerintah tidak melarang pengembang melakukan pembangunan. Hanya saja, harus ada komitmen tidak memberikan dampak lingkungan dari pekerjaan itu.

“Jangan sampai karena pembangunan ruko atau apapun mengakibatkan warga rugi, bayangkan ada 14 rumah dan satu surau harus masuk air saat hujan turun. Ini kan berat, kasihan mereka harus membersihkan dan mengangkat alat-alat elektronik mereka setiap hujan turun,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos di sela-sela peninjauan.

Belum lagi kebimbangan muncul saat hujan turun, dan pemilik rumah sedang berada di luar rumah.

Ia meminta Kadis PUPR membuat jadwal pertemuan dengan pengembang terkait komitmen menyelesaikan persoalan ini. Harus ada kesepakatan bahwa pihak pengembang bersedia menyelesaikan persoalan banjir di kawasan itu.

Apalagi informasi yang diterima, genangan air itu, baru terjadi akhir-akhir ini. Padahal 10 tahun lalu masih aman meski hujan turun deras.

“Saya minta Senin sore dijadwalkan pertemuan dengan pengembang. Saya mau dengar langsung komitmen menyelesaikan hal ini,” paparnya.

Pemerintah di sini hadir bukan untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu, tapi menjadi penengah antara masyarakat dan juga pengusaha.

Di sini yang berdampak langsung akibat pembangunan masyarakat, maka pemerintah wajib hadir membantu menyampaikan keluhan. Ia meminta pengusaha mengerti hal ini dan mengikuti aturan.

Bila tidak, maka akan diambil langkah-langkah sesuai dengan ketentuan. Kadis PUPR Tanjungpinang, Hendri menuturkan, penangan sementara masih seperti hari sebelumnya. Menurunkan alat eskvakator panjang untuk membersihkan drainase atau rawa-rawa di kawasan itu. Bila alat eksvakator tidak bisa menyelesaikan maka perlu alat ampibi.

“Ampibi milik pemerintah sedang rusak maka kita koordinasikan disediakan pengembang,” paparnya.

Hendri menuturkan, penyelesaikan drainase di kawasan itu, sepenuhnya masih tanggung jawab pengembang. Pihaknya akan terus melakukan koordinasi meminta dituntaskan agar tidak terjadi genangan air di kawasan penduduk.

Terkait jadwal rapat bersama pihak pengembang dan pemerintah akan dikomunikasikan kembali. Hj Rahma memastikan bahwa pertemuan itu nantinya bukan untuk mengamankan dalam tanda kutip, tetapi hadir menjadi penengah persoalan sampai selesai.

“Jangan ada dugaan saya ketemu mereka untuk hal lain. Saya pastikan menjalin komunikasi agar masalah selesai. Bukan hal lain. Mudah-mudahan selesai,” ucapnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here