Senin, Rencana Kenaikan Insentif Honorer Mulai Dibahas

0
152
MUTTAQIN Yaser Sekretaris Komisi II bidang anggaran DPRD Bintan dan Bani Suparti mendengarkan paparan rancangan KUA-PPAS perubahan APBD 2019 dari kepala daerah, pekan lalu. f-dokumen/tanjungpinang pos

BINTANBUYU – DPRD Bintan bersama TAPD mengagendakan, pembahasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) perubahan APBD 2019 dimulai, Senin (22/7) awal pekan ini. Termasuk rencana kenaikan insentif honorer, turut dibahas.

Sekretaris Komisi II bidang anggaran DPRD Bintan Muttaqin Yaser menerangkan, pada saat penyampaikan KUA-PPAS perubahan APBD 2019, belanja Pemkab Bintan hingga akhir tahun anggaran 2019 mencapai Rp1,446 triliun. Atau naik 15,5 persen dari APBD murni senilai Rp1,256 triliun.

”Jadi, ada sekitar penambahan anggaran itu sekitar Rp190 miliar, pada perubahan APBD nanti, dibandingkan APBD murni lalu. Nah, penambahan uang Rp190 miliar ini lah, yang kita bahas untuk kegiatan apa saja, sampai akhir tahun 2019 nanti,” kata Muttaqin Yaser, Jumat (19/7) kemarin.

Dari kegiatan yang bakal dianggarkan pada perubahan APBD 2019 ini, Muttaqin Yaser mengungkapkan, satu di antaranya yaitu rencana kenaikan insentif para honorer. Ini sesuai dengan rencana yang dikemukakan Bupati Bintan H Apri Sujadi, baru-baru ini.

”Secara pribadi saya mendukung. Tapi, nilai kenaikan insentif honorer ini harus terukur dengan kinerjanya,” tutur Muttaqin Yaser.

Sesuai dengan rencana bupati, Muttaqin Yaser menyebutkan, Pemkab Bintan akan menambah insentif operasional honorer daerah menjadi Rp1,8 juta, dan honorer tenaga kesehatan menjadi Rp1,9 juta. Namun belum dipastikan, apakah nilai insentif honorer sebesar Rp1,8 juta dan Rp1,9 juta bagi tenaga kesehatan itu, sudah include dengan uang makan, atau belum?

”Ini yang perlu dibahas secara rinci dalam KUA-PPAS perubahan APBD 2019, bersama TAPD, dalam pekan ini,” katanya.

Selama ini, insentif bagi pegawai honor Pemkab Bintan itu diberikan sebesar Rp1,2 juta per bulan, ditambah uang makan senilai Rp15 ribu per hari. Rata-rata, honorer daerah maupun honorer bidang kesehatan hanya menerima Rp1,6 juta per bulan, atau hanya 50 persen dibandingkan nilai UMK 2019 Bintan, sebesar Rp3,362 juta.

”Sudah sewajar kalau insentif honorer di Bintan, mulai ditambah pada perubahan APBD 2019 ini,” demikian Muttaqin Yaser.

Anggota Komisi III DPRD Bintan Bani Suparti mengatakan, saat ini KUA-PPAS perubahan APBD 2019 masih dalam pembahasan.

”Kita targetkan, pekan ini sudah selesai pembahasan. Sehingga, segera disusun perubahan APBD (APBD-P) 2019 ini,” ujar Bani singkat. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here