Senjata Pemusnah Itu Adalah Narkoba!

0
668
Yenni Indri

Oleh: Yenni Indri
Pembina MT Mutiara Umat Batam

Luar biasa! Dalam ton jumlahnya, itu banyak untuk narkoba! Telah heboh sebelumnya bahwa tim gabungan dari Satuan Tugas Khusus Polri, Direktorat Tindak Pidana Narkoba, dan Bea Cukai mengungkapkan penyeludupan 1, 8 ton paket barkoba jenis sabu di Batam, Kepulauan Riau. Peristiwa ini bukan yang pertama dan kemungkinan besar bukan juga terakhir. Produksi itu selalu bergerak mencari pasar. Saat ini ada 5,1 juta jiwa pengguna narkoba di Indonesia setiap tahunnya. Sosialisasi tentang bahaya narkoba telah dilakukan, hasilnya tidak juga menurunkan angka penyalagunaan narkoba. Bahkan, Ali Djohardi selaku Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional menyebutkan, 80 persen masyarakat Indonesia mengetahui jenis dan bahaya narkoba, namun anehnya, tingkat penyalagunaan narkoba di Indonesia masih tinggi.

Bagi pengguna, narkoba hanya media fantasi, berhalusinasi, pelarian dari problem yang tak terselesaikan, hanya soal bisa eksis, dan cara memberontak yang liar. Bagi bandar dan pengedar, ini adalah soal bertahan hidup, soal uang dan soal bisnis haram. Tapi bagi ‘Pemain Tingkat Tinggi’, narkoba adalah alat menguasai, alat melemahkan korban, pengendali dan pemusnah masal. Bagaimana bukan pemusnah masal?, setiap tahun ada 15 ribu jiwa melayang menggunakan narkoba. (Detiknews, 18/22017). Bagaimana tidak melemahkan?, saat ini 27,32 persen pengguna narkoba di Indonesia adalah pelajar dan mahasiswa .(tirto.id, 30/10/2017)

Baca Juga :  Menjaga Netralitas ASN dalam Nilai-nilai Budaya Melayu

Maka bayangkanlah jika penyalagunaan narkoba ini menjadi fakta yang terus berkembang, maka kehancuran generasi dan selanjutnya Indonesia bergerak menuju jurang kehancuran. Generasinya tidak akan mampu lagi menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan, karena baginya, masalah adalah ketika sakau, narkoba tidak ada. Masalah baginya, ketika sakau tidak ada uang untuk membelinya. Bagaimana generasi seperti ini akan mampu ‘merdeka’ dari hegemoni dan tekanan pihak lain atas negerinya, sedangkan dia tidak mampu mengendalikan diri atas pengaruh zat adiktif yang namanya narkoba.

Cukup Sampai Di Sini Untuk Narkoba
Untuk memberantas narkoba, perlu dilakukan secara sistemik, tuntas, tidak setengah-setengah. Perlu ada pemahaman yang sama dari seluruh pihak bahwa narkoba ini harus segera diberantas sebelum dia menghancurkan generasi dan bangsa. Sistem bekerja untuk menutup segala pintu bagi masuknya narkoba, produksi dan penyalagunaannya. Edukasi adalah upaya pencegahan, sanksi yang tegas adalah jalan penyelesaian, menjerakan dan mencegah agar tidak terjadi pengulangan.

Baca Juga :  Sekilas Tentang Biologi

Beberapa faktor yang memberikan andil, mengapa kasus narkoba ini ibarat sinetron yang selalu berulang dan memiliki rating yang meningkat, karena tidak ada ketegasan sanksi yang diberikan. Benar bahwa ada pengedar yang telah dieksekusi, tapi berapa banyak yang tetap hidup ‘nyaman’ dalam sel penjara, bahkan bisa ‘bermain’ dari dalam penjara dan bahkan didukung oleh pihak berwenang, sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh raja narkoba, Ferry Budiman. Dengan demikian, apa yang telah dilakukan hingga saat ini belumlah cukup menjadi solusi.

Tiada Solusi Pada Sistem Sekuler Kapitalistik Bisa jadi ada yang bilang ini ‘vonis’ terlalu dini atas sistem yang ada. Tapi realitas sulit dibantah, bahwa dalam Sistem Kapitalis tiada timbangan atas benar-salah, halal-haram yang baku. Semuanya bergerak atas nama manfaat. Dimana ada manfaat di situ ada laku, di situ ada bisnis.

Baca Juga :  Menyoal Pemberian Hormon Pada Ayam Potong

Bagi Sistem Sekuler, agama yang mengharamkan narkoba menjadi domain yang terlalu ekstrim untuk tetap diberlakukan di ranah yang bukan ibadah Mahdzoh, maka ia layak menjadi pembahasan apakah akan dilegalkan ataukah tidak, sebagaimana diskursus tentang miras. Dan karenanya, perlu mengkaji Sistem Lain yang akan mampu memberi solusi terhadap problem narkoba ini. Solusi tutas nan paripurna plus mendatangkan keridhoan Allah SWT. Itulah solusi Islam yang datang dari Zat yang Menciptakan manusia, dunia dan seisinya. Zat yang juga telah mengharamkan apa-apa yang merusak akal manusia termasuk narkoba. Zat yang telah menentukan sanksi bagi para pelanggarnya, yang dengannya selamatlah manusia, yang dengannya tentramlah masyarakat dan kuatlah negara. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here