Sepakat Gaungkan Kepri Bedelau

0
847
RAJA Ariza (kiri) dan Buralimar (kanan) saat mendengar tes vokal empat dari lima duta Kepri di LIDA 2018 di Dompak, kemarin.f-martunas/tanjungpinang pos

lima duta Promosikan wisata di liga dangdut 2018

Promosi wisata gratis dimanfaatkan Pemprov Kepri di ajang Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 3 tahun 2018 di Indosiar. Enam jam waktu yang panjang untuk memperkenalkan Kepri secara live.

DOMPAK – LIMA wakil Kepri yang mengikuti LIDA 2018 ini pun sudah dibekali Pemprov Kepri di Kantor Gubernur Kepri di Dompak, Rabu (17/1). Mereka diajari cara menghilangkan grogi di atas panggung hingga cara-cara mencari perhatian penonton.

Mereka ini akan live, 23 Januari pekan depan dan diberi waktu 6 jam. Host atau pembawa acara akan menanyakan apa saja tentang Kepri baik itu makanan khas, lokasi wisata, adat budaya dan lainnya.

Karena itu, mereka dibekali pengetahuan umum tentang budaya, wisata, kuliner khas Kepri. Sehingga, saat tampil nanti dan diberi kesempatan menjelaskan tentang Kepri, maka sektor wisata menjadi salah satu yang akan dipromosikan.

Kepala Dinas Pariwisata Pemprov Kepri, Buralimar mengatakan, ajang promosi ini akan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Apalagi gratis. Sehingga ini kesempatan melengkapi pengetahuan wakil Kepri untuk menjelaskan kepada jutaan penonton apa saja yang ada di Kepri.

”Mereka diberi kesempatan 6 jam. Mungkin tiga jam lah setelah dipotong waktu untuk iklan. Promosi tiga jam itu sudah sangat banyak yang bisa mereka sampaikan. Makanya kita bekali, apa saja yang ada di Kepri ini,” jelas Buralimar.

Buralimar juga mengatakan, bahwa promosi wisata di Kepri melalui tagline Wonderfull Kepri. ”Kalau kita Melayu menyebutnya, Kepri Bedelau. Ibarat pulut, lengket. Jangan lupa ya, kita harus kompak,” katanya menjelaskan.

Saat pembekalan itu hadir juga Asisten I Pemprov Kepri, Raja Ariza. Kepada peserta, Raja Ariza mengatakan, dangdut itu identik dengan budaya Melayu. Jadi, peserta harus menunjukkan bahwa warga Kepri hebat dalam tarik suara dangdut.

Baca Juga :  Belasan Tahun Terisolir Alat Telekomunikasi

”Awalnya dangdut itu berasal dari bunyi gendang. Dang, dang, dang, dang. Kemudian, dibalas gendang lain, dut, dut, dut, dut. Jadinya dangdung. Dan itu identik dengan kita Melayu ini,” jelasnya.

Kemudian, peserta juga sudah diajari bahwa mereka bukan lagi membawa nama daerahnya sendiri-sendiri setelah tampil di televisi nasional. Mereka harus satu suara. Lima wakil tersebut harus membawa nama Kepri.

Tak perlu menyebut Kepulauan Riau. Karena orang akan menangkap kata Riau, sehingga nama Kepri tenggelam. ”Jadi sekaligus perkenalkan nama Provinsi Kepri ini. Bisa saja misalnya, saya dari Kepri tinggal di Batam,” katanya mencontohkan.

Saat itu, psikolog yang juga pegawai Pemprov Kepri dihadirkan untuk membekali mental mereka. Apalagi selama ini, mereka jarang tampil di depan layar televisi nasional, sehingga perlu penguasaan diri agar tidak grogi di atas panggung.

Soal penggunaan sepatu hak tinggi juga diberi pemahaman apa kelebihan dan kekurangannya. Salah satu kekurangan mengenakan sepatu hak tinggi, kaki mudah kram.

”Kalau kaki udah kram, susah nak tampil maksimal di atas pentas. Kemudian, tampil di depan orang ramai tidak mudah bagi sebagian orang. Makanya, kita beri pelatihan singkat cara menguatkan mental di depan umum,” jelas salah satu psikolog.

Buralimar menambahkan, ada beberapa jenis kuliner khas Kepri yang akan disampaikan nanti kepada pemirsa tanah air, seperti gonggong dan jenis roti lainnya.

Bahkan, kemungkinan besar, tim dari Kepri akan membawa gonggong ke studio. Sehingga, ketika host atau pembawa acara bertanya apa itu gonggong, mereka akan menyajikannya untuk dicicipi.

Baca Juga :  Pejabat Pemprov Terancam Diperiksa

Nama gonggong harus dibesarkan. Sehingga, ketika orang mengingat nama itu, maka akan ingat Kepri. Karena gonggong salah satu jenis makanan laut yang tidak ada di daerah lain. Gonggong ini untuk sebagian negara luar sudah terkenal, seperti Tiongkok.

Tokoh pemuda Kepri, Basyaruddin Idris alias Oom yang hadir saat itu mengatakan, dirinya meminta seluruh kepala daerah di Kepri untuk memberi laluan kepada masyarakat agar mengirimkan SMS dukungan kepada peserta dari Kepri ini.

Sehingga, ketika wakil Kepri masuk 3 besar atau hingga grandfinal, maka nama Kepri akan terus disebut-sebut dan makin melambung. Dinas terkait seperti Kominfo hendaknya turut membantu dalam memberi dukungan SMS kepada mereka.

Ia mengatakan, dirinya langsung menghubungi teman-temannya di Anambas agar memberi dukungan kepada salah satu peserta yang berasal dari Anambas.

”Rupanya, pak bupati sudah mengirimkan surat kepada semua OPD, camat hingga kelurahan agar mendukungnya. Kan bagus begitu. Langsung respek. Karena ini kesempatan mengangkat nama Anambas,” jelas Oom.

Ia melanjutkan, siapapun yang lolos mewakili Kepri nanti, maka masyarakat Kepri diharapkan sama-sama memberi dukungan melalui SMS. Bahkan, ia bersama sejumlah tokoh Anambas akan membeli nomor baru salah satu operator dan dibagikan kepada masyarakat agar mengirimkan SMS.

Buralimar mengatakan, lima peserta yang mewakili Kepri di LIDA 3 yakni Asya Aunima Tabila (Batam), Dwi Mindra Wahyuni (Tanjungpinang), Ona Sahtra (Anambas), Rozi Syaputra (Tanjungpinang) dan Yulia Ultri (Batam).

Diantara peserta ini, sebagian sudah bekerja bahkan ada yang bekerja di Pemprov Kepri. Hanya Asya Aunima Tabila yang masih duduk di bangku SMA.

Asya, biasa dipanggil Asa merupakan penyanyi multi talenta. Dirinya sudah beberapa kali mewaliki Kepri dalam lomba bernyanyi dengan genre lain alias bukan Dangdut.

Baca Juga :  Sepekan TMMD, Dua Jembatan Rampung

Meski bukan penyanyi dangdut, Asa tetap mengikuti audisi pertama di Aula Kantor Gubernur Kepri di Dompak, 22 Oktober 2017 dan ternyata lolos ke-5 besar.

Buralimar pun meminta masyarakat Kepri mendukung kelima nama peserta ini yakni, ketik: LIDA (spasi) (nama peserta) kirim ke 97288.

Adapun nama SMS center kelima peserta yakni, Asya Aunima Tabila (ASYA), Dwi Mindra Wahyuni (MIRA), Ona Sahtra (SATRA), Rozi Syaputra (OJI) dan Yulia Ultri (YULIA). Contoh, ketik : LIDA (spasi) ASYA kirim ke 97288.

Jika gubernur dan pejabat lainnya ada waktu, maka pihak Indosiar juga mengundang mereka untuk hadir tanggal 23 Januari nanti ketika kelima wakil Kepri tampil live di Indosiar.

Sebelumnya, manajemen Indosiar sudah menyurati Gubernur Kepri H Nurdin Basirun terkait duta Kepri di LIDA 2018. Pemprov pun diminta membekali kelima duta tersebut dengan berbagai aspek.

Seperti aspek seni budaya, tari, adat istiadat, kuliner, pakaian daerah, rumah tradisional, pembangunan daerah, destinasi wisata dan lainnya.

Sehingga bekal ini menjadi modal para duta Kepri saat berinteraksi dengan peserta ain dan saat menjawab pertanyaan daripembawa acara atau watawan maupun komentator lain.

Pemprov juga diminya menyiapkan busana daerah untuk dikenakan para duta saat tampil di konser nominasi provinsi masing-masing. ”Suatu kebanggaan dan kehormatan bagi peserta dan Indosiar jika pak gubernur bisa hadir saat konser nominasi Kepri nanti,” demikian bunyi surat itu yang ditujukan kepada gubernur Kepri.(MARTUNAS SITUMEANG)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here