Separuh Siswa Tak Tertampung

0
686
Bantuan siswa: Wali Kota Batam Rudi menyerahkan bantuan ke siswa, belum lama ini. f-dok/tanjungpinang pos

Tim Saber Pungli Harus Awasi PSB

Daya tampung sekolah SD dan SMP Negeri di Batam hanya setengah dari jumlah siswa yang akan memasuki sekolah tahun ajaran baru 2017 ini. 

BATAM – Dampaknya, Dinas Pendidikan Kota Batam mengatakan jika sekolah negeri harus membuka kelas dua shift. Sehingga selain sekolah pagi, ada sekolah sore. Namun DPRD Batam meminta agar swasta diberdayakan.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Batam Hernowo, Rabu (17/5) mengatakan, jumlah lulusan TK dan Paud yang akan masuk SD tahun ini mencapai 25 ribu siswa. Kekurangan kelas diakui, bisa sampai 800 ruang.

”Ruang kelas hanya mampu menampung setengah calon peserta didik,” katanya.

Sesuai yang disampaikan Hernowo, jumlah daya tampung 93 SD Negeri di Batam hanya 10.944. Jauh dari jumlah calon siswa yang lulus dari TK sebanyak sekitar 25 ribu siswa. Kondisi yang tidak berbeda juga terjadi di SMP. Dimana, siswa SD yang lulus dan akan masuk SMP, sebanyak 20.051 orang.

”Sementara daya tampung kelas di 39 SMP negeri, hanya 7.920 siswa. Kelebihan lebih besar,” bebernya.

Dibeberkannya, daya tampung SD negeri di Bengkong, 1.512 siswa, Nongsa 972 siswa, Sagulung 2.736, Sei Beduk 972 siswa, Batu Aji 1.008 siswa, Lubuk Baja 864, Sekupang 1.512 siswa, Batam kota 1.332 siswa dan Batu Ampar 504 siswa. Sehingga, diperkirakan tidak tertampung sekitar 14 ribu orang siswa.

Sementara untuk SMP, disebutkan sebanyak sekitar 12.131 orang yang tidak tertampung. Jumlah daya tampung SMP di Batuaji 900 orang, Belakang padang 180 siswa, Bengkong 468 siswa, Nongsa 576 siswa, Sagulung 1.620 siswa, Batam kota 1.872 siswa.

”Kita kekurangan banyak ruang kelas. Bisa-bisa nanti tiap kelas ada 40-an orang kelas. Kita kekurangan 124 ruang kelas SMP,” katanya.

Diharapkan, ke depan ada peran swasta lebih besar dalam menampung siswa. Swasta diharapkan dapat menyerap seluruh peserta didik yang tak tertampung di sekolah negeri. Dimana, ada 626 SD dan 712 SMP swasta di Batam.

”Kita harapkan, keberadaan swasta menjadi solusi atas keterbatasan sekolah negeri,” harapnya.

Terkait dengan ini, Sekretaris Komisi IV DPRD Batam Udin Sihaloho yang membidangi pendidikan usai rapat dengan Disdik, mengungkapkan kekhawatiran atas pungli.

Diingatkannya, tiap Penerimaan Siswa Baru (PSB) yang mengemuka selalu terkait daya tampung. Diikuti dengan laporan pungli terhadap orang tua siswa.

”Tim Saber Pungli diharapkan dapat mengawasi proses penerimaan siswa baru. Kalau kondisi seperti ini, ancaman ke depan, terkait pungli, tinggi,” bebernya.

Sementara anggota Komisi IV DPRD Kota Batam lainnya, Aman meminta agar sekolah negeri menyediakan tempat untuk siswa kurang mampu. Penyediaan itu ditegaskan untuk menghapus anak putus sekolah karena alasan ekonomi.

”Harus ada untuk siswa kurang mampu. Terlepas nilainya seperti apa,” tegas Aman.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here