Sepatu Terlalu Besar, Ternyata Ada Narkoba

0
357
KABID Humas Polda Kepri dan Dirnarkoba saat ekspor pengungkapan tangkapan sabu di Bandara Hang Nadim. f-istimewa/humas polda kepri

Bawa Sabu, Diancam Penjara Seumur Hidup Dan Hukuman Mati

Pengungkapan dua kasus penyelundupan sabu-sabu di Bandara Hang Nadim Batam dalam waktu berbeda, diancam hukuman seumur hidup dan hukuman mati.

BATAM – Menurut Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga didampingi Dir Resnarkoba Polda Kepri Kombes Pol K Yani Sudarto, ancaman hukuman itu diberikan kepada pelaku berbeda atas dua kasus yang terjadi di Bandara Hang Nadim, Batam dalam waktu berbeda.

Disampaikan Yani Sudarto, ancaman itu ditentukan pada pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) dan pasal 132 Undang Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika yang diatur dengan hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Pengungkapan pertama merupakan kasus yang dilimpahkan Bea Cukai di Hang Nadim ke pihaknya. Kasus itu terungkap 31 Januari 2019 sekira pukul 08.00 WIB di pintu masuk metal detector/pemeriksaan barang lantai I Bandara Hang Nadim Kota Batam.

Terungkap tersangka pertama, RY alias R bin S, yang beralamat di Desa Tutong Kelurahan Tutong Kecamatan Matang Kuli Kabupaten Aceh Utara.

Selain itu, ada RZ alias A Bin Z, yang beralamat di Kampung Ulee Matang Kelurahan Ulee Matang Kecamatan Seumunddon Kabupaten Aceh Utara. Petugas awalnya curiga dengan calon penumpang, karena sepatu yang dikenakan terlihat lebih besar dari ukuran kakinya.

Kemudian bersama dengan petugas Avsec melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap laki-laki tersebut dan di dalam sepatu yang dikenakannya, terdapat empat bungkus serbuk kristal, diduga sabu. Dua bungkus di dalam sepatu sebelah kanan dan dua bungkus di dalam sepatu sebelah kiri.

”RY Alias R Bin S calon penumpang pesawat Lion Air tujuan Batam-Surabaya,” bebernya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap RY diketahui bahwa seorang temannya yang berinisial RZ Alias A Bin Z sudah duluan naik ke ruang tunggu lantai 2. Kemudian petugas Bea Cukai dan Avsec menuju ke lantai 2 dan mengamankan seorang laki-laki yang mengaku berinisial RZ di ruang tunggu Gate A8 Lantai 2.

”Selanjutnya dibawa ke ruang hanggar Bea dan Cukai di lantai 1 dan dilakukan penggeledahan ditemukan di dalam sepatu yang dikenakan RZ,” beber dia.

Ditemukan empat bungkus serbuk kristal diduga sabu. Dua bungkus di dalam sepatu sebelah kanan dan dua bungkus di dalam sepatu sebelah kiri.

Selanjutnya pelaku serta barang buktinya diserahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan dari RY, 453 gram sabu, ponsel merek Nokia 105 warna hitam, uang tunai sejumlah Rp291.000, dua tas ransel merek Hood warna hitam berisi beberapa helai pakaian. Sementara dari RZ alias A Bin Z, diamankan sabu 470 gram, ponsel merek Oppo a37f, dan uang tunai sejumlah Rp303.000.

Sementara 23 Januari 2019 sekira pukul 07.30 WIB di ruang check in Bandara Hang Nadim, diamankan AK alias F Bin S. Pria yang tinggal di Bengkong Pertiwi RT 004 RW 013 Bengkong, Batam itu diamankan anggota Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri.

AK diamankan di ruang check in Bandara Internasional Hang Nadim Kota Batam. Di dalam anusnya, terdapat narkotika jenis sabu yang disimpan di dalam 4 buah bungkusan berbentuk kapsul.

Kemudian laki-laki tersebut dibawa oleh anggota Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri ke RS Awal Bross untuk dilakukan rontgen.

”Diamankankan empat buah bungkusan di dalam anus laki-laki tersebut. Diketahui, berisi serbuk kristal bening diduga sabu,” beber Yani.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here