Sepekan, Retribusi Parkir Bincen Rp 2,5 juta

0
519
ATUR KENDARAAN: Terlihat juru parkir sedang menata kendaraan roda dua di Jalan Kota Lama tepatnya di Pasar Baru Tanjungpinang. F-Dokumen/TANJUNGPINANG POS

Dishub Belum Terapkan Sistem Stiker

TANJUNGINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang, pada 2017 ini menargetkan retribusi parkir senilai Rp 1,3 miliar. Angka ini naik sekitar Rp 100 juta dibandingkan tahun lalu senilai Rp 1,2 miliar.

Kepala Dishub Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (28/9) menuturkan, sampai dengan Oktober realisasi retribusi parkir sekitar Rp 800 juta atau sekitar 70 persen dari target. Sisanya akan diusahakan di tiga bulan terakhir. ”Kami targetkan sekitar Rp 1,3 miliar. Ini menggunakan sistem karcis, belum menerapkan sistem stiker bulanan,” ungkapnya.

Ia menuturkan belum menggunakan sistem stiker karena belum memiliki pangsa pasar. Meskipun sejak awal sudah diwancanakan Pemko, bahwa pelanggan tetap merupakan ASN. Bila melihat ketentuan itu, maka sekitar 5.000 orang sudah membeli stiker bulanan.

Meski demikian, hingga Oktober ini, belum terealisasi. Tujuan menggunakan sistem stiker  bulanan agar pendapatan retribusi ke daerah lebih besar. ”Kami belum jalankan sampai saat ini, karena butuh mencetak stiker,” paparnya.

Untuk mencapai tager per tahun, maka Dishub minimal menerima sekitar Rp 25 juta per minggu. Ini sudah bersih, di luar dari gaji para juru parkir.  Para juru parkir menerima gaji 40 persen sedangkan pemda 60 persen dari setiap retribusi.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dari Dishub Kota Tanjungpinang, M Yamin menuturkan. Pendapatan retribusi parkir dari kawasan Bincen dengan 28 titik sekitar Rp 2,5 juta per minggu. ”Setiap hari juru pungut dari Dishub menjemput uang retribusi parkir ke juru parkir kita,” kata Yamin tidak bisa memastikan penerimaan retribusi parkir per harinya.
Sebab pendapatan juru parkir tidak bisa sama. Ada pendapatan juru parkir dibawah Rp 50 ribu, dan bisa lebihn dari Rp 50 ribu per hari.

Pendapatan juru parkir, terhitung dari karcis parkir yang sudah diberikan atau dijual ke pengguna jasa. ”Dari laku karcis itu, kita baru tau pendapatan juru parkir. Nah, uang itu yang diambil dan diminta oleh juru pungut kita,” ucap dia.

Uang retribusi parkir yang disetor dari juru parkir ke juru pungut, kata dia, tidak bisa langsung dipotong alias diambil komisinya sebesar 40 persen. Biasanya diberikan per sekali seminggu. ”Komisinya 40 persen kami berikanh setiap hari Jumat. Yang saya tau seperti itu,” terang dia.

Kalau uang retribusi parkir sudah terkumpul, lanjut dia, baru juru pungut akan setor uang parkir ke bendahara Dishub Kota Tanjungpinang. Setelah itu, bendahara kembali menyetor uang tersebut ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Tanjungpinang. ”Kalau tidak salah saya alurnya seperti itu,” ucap dia.

Biasanya juru pungut yang merupakan ASN dari Dishub memastikan bahwa para juru parkir memiliki karcis. Serta wajib memberikan kepada para pengguna jasa atau pengendara. “Kita mengindari kecurangan yang dilakukan juru parkir nanti. Alhamdulillah, dua bulan belakangan ini (Juli dan Agustus, red) pendapatan retribusi parkir kita mencapai Rp 41 juta,” keseluruhannya.

Biar bertambah pendapatan retribusi parkir, ia minta kesadaran masyarakat untuk mengambil hingga meminta karcis dari juru parkir. ”Jangan kasih uang, sebelum juru parkir memberikan karcis parkir,” sebut dia.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here