Sepekan, Tiga Anak Dibuang

0
339
PETUGAS medis saat merawat bayi yang dibuang di Batuaji, kemarin. Anak ini selamat dan kondisinya membaik. f-martua/tanjungpinang pos

Batam Marak pembuangan Bayi

Selama sekitar satu minggu, tiga bayi yag dibuang orangtuanya ditemukan di berbagai lokasi berbeda di Batam. Lebih mirisnya lagi, dalam satu hari, tepatnya, Senin (15/1), ditemukan dua bayi di dua tempat dengan kondisi berbeda.

BATAM – Satu bayi ditemukan sudah tewas dan diperkirakan baru dilahirkan. Bayi malang tersebut ditemukan di drainase samping Gedung Dana Graha, Nagoya. Sementara satu bayi lagi ditemukan di Kampung Bunguran Batuaji, dalam kondisi selamat. Bayi di Batuaji, Batam, Senin (15/1) ditemukan seorang warga ruli Kampung Bunguran RT-05/RW26, Kelurahan Buliang, Winda Ritonga (29). Winda mengaku terbangun sekitar pukul 03.00 WIB, saat mendengar anjing mengorong secara terus menerus.

Karena suasana gelap, ia tidak keluar rumah dan melanjutkan tidurnya. Namun karena anjing terus menggonggong, kakak Winda bernama Rauli terbangun dan mendengar suara bayi menangis.

Dia menyadari suara itu sangat dekat dengan pintu rumahnya, hingga dia mengintip dari celah jendela. Saat itu, Rauli melihat kantongan plastik di meja teras rumahnya. ”Aku takut buka pintu. Takut itu modus penjahat untuk memancing korbannya keluar rumah,” kata Rauli.

Kemudian Rauli kembali ke kamar dan membangunkan suaminya, Robinson Sinaga. Tapi saat itu, Robin Sinaga langsung memberikan tanda kode dan menyuruh Rauli diam dengan meletakkan jari telunjuknya ke bibirnya.

Keduanya secara perlahan mengendap ke arah nako. Kemudian mereka melihat ke atas kursi di teras. ”Saya merasa tidak meletakkan apa-apa di atas kursi,” kata Rauli.

Kemudian suami Rauli, Robinson yang penasaran melihat benda di atas kursi, mulai mengamati. Tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan, dia menelepon tetangganya, agar bersama-sama memastikan apa yang ada di luar rumahnya.

”Kami saling kontrak dan keluar bersama. Saat saya buka pintu, kami lihat bayi. Saya lihat bayi itu menggigil, jadi langsung kugendong,” ungkap Rauli.

Saat ditemukan, bayi mungil ini sudah menggunakan pakaian dan badannya di lapisi dengan kain yang diduga milik ibu kandungnya.

Namun saat itu, tali pusar bayi masih tersisa sekitar 3 Cm. ”Memang pusarnya sudah dipotong, tapi masih ada sisanya sekitar 3 centimeter lagi,” kata Robinson menimpali.

Di samping bayi ditemukan kantongan plastik berisi susu bayi, pempes, dodot bayi, handuk, dan jaket switer. Di bagian lengan bayi, ada sepucuk surat. Surat itu berisi pesan dan harapan. Orang yang membuat surat di bagian lengan bayi itu menyebutkan, menitipkan anaknya karena bisa memberi makan.

”Saya berat ingin melepas dia, tapi ini semua terpaksa saya lakukan agar dia menjadi anak yang baik. Saya mohon beri dia nama ‘Rosinta atau ‘Cristin S’ karena ini nama dari ayahnya dan dia lahir pada tanggal 12 Januari 2018,” bunyi surat itu.

Orang yang mengaku sebagai orang tua bayi menambahkan dalam suratnya, menitipkan anaknya selama satu tahun. Dan minta anak itu jangan diberikan kepada siapa-siapa. Saya titip anak saya kurang lebih dari 1 tahun. Tolong jangan beri dia pada siapa-siapa. Saya ucapkan terimakasih,” demikian penggalan isi surat itu.

Saat berita ini dibuat, bayi mungil ini langsung dibawa ke RSUD Embung Fatimah. Menurut Kapolsek Batuaji, Kompol Sujoko menyebut pihaknya sudah menerima laporan tentang penemuan bayi ini. Untuk selanjutnya, Polsek Batuaji akan mencari tahu siapa pelaku pembuang bayi mungil ini.

”Anggota sudah ke TKP. Barang bukti seperti dodot, pempers bayi, sepucuk surat dan barang bukti lainnya sudah kami amankan,” jelas Sujoko.

Di tempat lain, tepatnya di parit atau drainase samping Gedung Dana Graha, Nagoya, hari yang sama juga ditemukan bayi, yang sudah kondisi tewas.

Diperkirakan, bayi berjenis kelamin laki-laki itu baru dilahirkan. Menurut seorang saksi mata, Nasrul saat ditemukan, kondisi bayi dalam kondisi telungkup dan mengambang. Saat itu Nasrul mengaku sedang berisrirahat di pinggir parit sambil merokok seusai bekerja sebagai sopir.

”Saya lagi merokok di situ. Saya lihat yang mengambang lalu lapor ke sekuriti dan Polantas,” ceritanya.

Setelah mendapat laporan itu, Wakapolsek Batu Ampar AKP Herman Kelly menurunkan tim. Namun pihaknya belum bisa memastikan penyebab bayi malang tersebut hingga ada di parit.

”Kita belum bisa memastikan, yang bisa menjawab dokter. Nanti setelah hasilnya kita ketahui, kita akan lakukan penyelidikan siapa orang tua bayi itu,” kata Kelly.

Sebelumnya, pasangan kekasih yang belum menikah juga membuang bayinya di Batuaji. Bayi itu lahir di tempat kos dan persalinan tanpa bantuan medis.

Ibu bayi malang itu menarik kepala bayinya seorang diri ketika sudah lahir kemudian memotong tali pusatnya. Kemudian, bayi itu diantar ke depan salah satu yayasan dengan harapan agar bayi itu diasuh di sana.

Namun, bayi tersebut ditemukan seorang pejalan kaki. Informasi ini pun langsung disampaikan ke Polsek Batuaji dan tim langsung turun ke lapangan.

Tak lama kemudian, polisi mengamankan kedua orangtua biologis bayi itu. Kepada polisi, keduanya mengaku mereka orangtua sahnya dan sengaja membuang bayi itu karena takut malu lantaran belum resmi menikah.(MARTUA BUTAR-BUTAR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here