Seragam, Orangtua Langsung ke Tukang Jahit

0
478

TANJUNGPINANG – Dua tahun terakhir ini, SMA dan SMK di Tanjungpinang sudah menerapkan pembelian seragam sekolah bagi siswa baru, langsung kepada pemberi jasa yaitu tukang jahit.

Kepala SMAN 2 Tanjungpinang, Encik menuturkan, dua tahun terakhir ini, pihaknya menunjuk lima tukang jahit untuk menyediakan seragam siswa.
Masing-masing siswa atau orangtua dapat memilih tukang jahitnya. Terkait harga diseragamkan, untuk lima stel pakaian Rp 1,2 juta.

“Kami menunjuk lima tukang jahit, harganya Rp 1,2 juta untuk lima stel seragam sekolah,” ujarnya kepada Tajungpinang Pos.

Mulai dari seragam OSIS lengkap dengan topi dan dasi, baju Melayu, olahraga, Pramuka dan Batik. Bagi orangtua yang membeli per item, menurutnya juga boleh.
“Kami langsung serahkan komunikasi kepada tukang jahit jadi tidak di sekolah melalui koperasi,” tuturnya.

Begitu juga dengan SMKN 3 Tanjungpinang, terkait seragam komunikasi antara orangtua siswa dan tukang jahit.

Tahun ini biaya seragam sekolah siswa baru senilai Rp 1,5 juta dengan enam stel karena adanya baju praktik.

Kepala SMKN 3 Tanjungpinang, Jumadi menuturkan hal ini sudah diterapkan beberapa tahun terakhir.

“Bagi siswa yang tak ingin mengambil semua seragam juga tidak masalah, mereka bisa memilih sesuai kebutuhan,” paparnya.

Berbeda dengan seragam siswa SD lebih murah, yaitu senilai Rp 660 untuk siswa perempuan dan Rp 680 untuk siswa laki-laki karena ditambah dengan kain songket untuk baju Melayu.

Pembayarannya dapat dilaksanakan di masing-masing sekolah. Begitu juga dengan jenjang SMP, para orangtua membayar di koperasi masing-masing sekolah.

Anggota DPRD Kepri Dapil Tanjungpinang, Rudi Chua mengapresiasi kebijakan setiap SMA dan SMK di Tanjungpinang, meski demikian ia menyarankan perlu peran pemerintah.

Yaitu menetukan harga seragam di setiap sekolah, sehingga nantinya sama. Misalnya antara SMA yang satu dengan lainnya. Begitu juga dengan SMK, sehingga pemerintah memiliki peranan menentukan harga minimal per seragam. Jangan sampai ada yang berbeda-beda. Ini dapat menimbulkan kecemburuan dan pertanyaan. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here