Seragam Sekolah Potensi Pungli

0
954
DAFTAR SEKOLAH: Orang tua mengantar anaknya mendaftar di SMAN 2 Tanjungpinang saat penerimaan siswa baru, kemarin.f-yoan/tanjungpinang pos

Tim Satuan Bersih (Saber) pungli Kota Tanjungpinang menyoroti dugaan pungli di sekolah-sekolah. Mulai dari pembelian seragam sekolah, study tour serta penerimaan siswa baru. Ada 58 ragam potensi pungli di sekolah.

TANJUNGPINANG – Ketua Tim Satuan Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kota Tanjungpinang Kompol Andi Rahmansyah mengatakan ia terus membidik iuran-iuran yang diterapkan pihak sekolah. Terutama iuran penerimaan siswa baru, seragam sekolah hingga study tour. Karena ada 58 indikasi dan peluang pungli di sekolah.

”Ada celah pungli pembelian seragam sekolah, penerimaan siswa baru,” Andi Rahmansyah, juga sebagai Wakapolres Tanjungpinang, kemarin. Kata dia, timnya sudah mengumpulkan data-data, terkait pembelian seragam sekolah, kegiatan lainya seperti study tour dan juga pungutan perpisahan. Andi mengaku tidak mempermasalahkan jika pihak sekolah mewajibkan atau mengarahkan untuk membeli kebutuhan sekolah di Koperasi sekolah tapi harganya harus lebih murah.

Baca Juga :  Maret, Pemko Janji Operasikan SWRO

Contohnya seragam sekolah. Boleh-boleh saja membeli ke sekolah, hanya saja perlu diperhatikan harga dan kualitas seragam. Barang dengan harganya layak dan sesuai. Tapi harga yang dijual sekolah dan harga pasaran harus sama. Jika dipasaran misal Rp 100 ribu seragam sekolah makan koperasi sekolah juga harus menjual Rp 100 ribu, tapi kalau sudah dijual misalnya Rp 200 ribu di sekolah atau nyari untung. Itu salah, jelas pungli. Menurutnya, contoh tersebut merupakan permasalahan yang kongkrit terjadi di sekolah. Jika harga di pasar lebih mahal dari pada di sekolah, pihaknya menyetujuinya, dengan proses cicilan dengan beberapa kali bayar.

Baca Juga :  Isdianto Ikut Panen Kurma Perdana PN

”Tapi kalau harga di sekolah sudah tidak wajar dengan kualitas yang tidak sesuai, itu jelas Pungli,” sebutnya. Kata dia ada beberapa catatan yang harus diperhatikan pihak sekolah. Yakni untuk kegiatan study tour atau acara perpisahan haruslah disepakati dengan benar dengan wali murid.

”Untuk kegiatan perpisahan harus benar-benar disepakati dengan wali murid. Jika tidak ada yang setuju atau wali murid tak sepakat, namun bila pihak sekolah memaksakan, itu bisa kita tindak lanjuti,” jelasnya.Selain itu juga pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB). Menurutnya, meski belum ada temuan pada PPDB ini, pihaknya masih menyoroti dan menggali informasi praktik tersebut. Jika ditemukan ada oknum yang mengkordinir secara sengaja dengan harapan ada timbaal balik, ia pastikan segera memprosesnya.

Baca Juga :  5,5 Kg Sabu dan Ekstasi Dipasok dari Malaysia

”Sampaikan saja informasinya ke kita jika ada praktik pungli PPDB, kita pastikan itu pidana,” ungkapnya. Sebelumnya pihaknya pun sempat berdiskusi panjang soal penanganan Pungli Sekolah dengan Pemko. Namun akhirnya item pungli untuk sekolah disepakati dan dapat diproses sebagai salah satu potensi terjadinya pungli.

”Kita sudah kasih sosialisasi ke sekolah-sekolah. Kita beri pemahaman soal Pungli. Dan mereka telah menyepakati, kita harapkan tidak ada lagi pungutan tanpa mengedepankan asas kemanfaaatanya,” ujarnya.(RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here