Serapan Anggaran Rp 2,3 Triliun

0
534
PADAT: Terlihat pemukiman penduduk di Tanjungpinang sangat padat saat difoto dari udara. Masih banyak rumah atau kaveling warga yang belum bersertifikat. f-dok/tanjungpinang pos

Salah Satu Pemicu Anjloknya Pertumbuhan Ekonomi

Dari Januari-Juni (enam bulan) atau satu semester, serapan anggaran APBD dan APBN di Kepri sangat kecil yakni hanya Rp 2,367 triliun atau 33,35 persen dari total Rp 7,098 triliun.

TANJUNGPINANG – HAL ini yang menjadi salah satu pemicu rendahnya pertumbuhan ekonomi Kepri Triwulan I tahun 2017 yakni 2,02 persen dan terjun bebas dibanding tahun sebelumnya 5,14 persen. Realisasi pelaksanaan anggaran pada satuan kerja (Satker) pusat dan perangkat daerah di Kepri sampai Semester I Tahun 2017 menunjukkan progress yang lambat dan tidak sesuai harapan.

Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan Negara Provinsi Kepri, Heru Pudyo Nugroho mengatakan, capaian penyerapan anggaran di Provinsi Kepri ini lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 33,52 persen per 30 Juni 2017. ”Sementara realisasi anggaran di Kepri per 30 Juni 2017 masih berada pada angka 33,35 persen dari total pagu anggaran di Provinsi Kepri sebesar Rp 7,098 triliun termasuk alokasi DAK Fisik dan Dana Desa,” ujarnya kepada wartawan di kantornya, Rabu (26/7).

Ia menjelaskan, penyerapan anggaran Provinsi Kepri periode Semester I Tahun 2017 yang di bawah rata-rata nasional ini, di antaranya disumbangkan oleh penyerapan anggaran Belanja Barang, Belanja Modal, dan Belanja Bantuan Sosial yang di bawah target. Sesuai dengan pola penyerapan anggaran yang dianjurkan, penyerapan anggaran per Semester I seharusnya berada pada di atas 40 persen. Sehingga dapat mengurangi menumpuknya penyerapan anggaran di akhir tahun.

Pada Semester I Tahun 2017, kondisi Provinsi Kepri terkait penyerapan anggaran untuk Belanja Barang masih berada di angka 30, 98 persen atau Rp 892,307 miliar (di bawah rata-rata nasional 32,27 persen). Penyerapan untuk Belanja Modal sebesar 28,71 persen atau Rp 491,486 miliar (sedikit di atas rata-rata nasional 21,52 persen), dan penyerapan untuk Belanja Bantuan Sosial sebesar 9,29% atau Rp 542,875 juta (di bawah rata-rata nasional 47,42 persen).

Dibandingkan periode yang sama di tahun anggaran sebelumnya, penyerapan anggaran Provinsi Kepri untuk Semester I Tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 4,96 persen secara kumulatif (dari 38,31 persen ke 33,35 persen). Ditinjau dari kategori wilayah/lokasi satuan kerja pusat dan perangkat daerah, penyerapan anggaran untuk Belanja Barang terendah ada pada satker Provinsi Kepri sebesar 25,46 persen dari pagunya.

Sedangkan untuk Belanja Modal, penyerapan anggaran terendah disumbangkan oleh satuan kerja pusat dan perangkat daerah yang berlokasi di Anambas sebesar 3,83 persen. Sementara untuk Belanja Bantuan Sosial, satuan kerja pusat dan perangkat daerah yang berlokasi di Kepri dan Kabupaten Anambas belum merealisasikan anggaran sama sekali per 30 Juni 2017 (realisasi 0 persen). Satuan kerja pusat dan perangkat daerah yang berlokasi di Kabupaten Natuna baru menyalurkan Belanja Bantuan Sosial sebesar 3,41 persen.

Dari total alokasi dana APBN untuk Provinsi Kepri sebesar Rp 7,098 triliun, terdapat 18,22 persen dana yang dialokasikan untuk membangun proyek strategis pemerintah di sektor infrastruktur. Capaian yang belum menggembirakan terdapat dalam kategori proyek strategis bandara, di mana realisasi anggarannya per 30 Juni 2017 ada di angka 17,55 persen. Hal ini disebabkan belum maksimalnya penyerapan anggaran untuk kegiatan pembangunan di Bandara Dabo, Bandara Letung, dan lanjutan pekerjaan tanah bandara di Tambelan.

Sementara itu, untuk kategori proyek strategis Sarana Transportasi Massal yang seharusnya berwujud perencanaan pembangunan Light Rapid Transit (LRT) di Kota Batam, kemungkinan tidak dapat direalisasikan di tahun 2017 ini.
Hal itu mengingat masih perlu dilaksanakan kajian mengenai kemungkinan skema pembiayaan yang melibatkan swasta, penentuan titik-titik transit, dan jenis LRT yang paling tepat untuk Kota Batam.

Untuk sektor jalan dan jembatan, khususnya terkait pembangunan flyover di Kota Batam, progress fisik pembangunan Flyover Simpang Jam telah mencapai 59,36 persen dengan progress realisasi keuangan sebesar 66,15 persen dan target penyelesaian pada 31 Desember 2017. ”Realisasi keuangan lebih besar karena ada pembayaran uang muka sebelum si kontraktor bekerja,” ungkapnya.

Untuk sektor dendungan, pembangunan Bendungan Sei Gong di tahun 2017 berjalan cukup lancar dengan progress pengerjaan fisik sebesar 45 persen. Target penyelesaian bendungan ini dipercepat menjadi bulan Juni 2018, sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo.

Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa
Penyaluran DAK Fisik di lingkungan Provinsi Kepri sampai Juli 2017 (Triwulan I) baru mencapai Rp 199,04 miliar atau 30 persen dari alokasi pagu sebesar Rp 664,93 miliar. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangannomor 50/PMK.07/2017 tentang Pengelolaan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa, untuk penyaluran DAK Fisik Triwulan II 2017 sebesar 25 persen dari alokasi pagu, Pemdamenyampaikan dokumen persyaratan paling lambat tanggal 21 Juli 2017.

Sampai dengan batas waktu penyampaian tersebut, terdapat beberapa bidang DAK Fisik di Pemprov Kepri, Bintan, Natuna, Anambas, Karimun dan Kota Tanjungpinang yang tidak bisa melengkapi dokumen persyaratan. Sehingga dari target penyaluran sebesar Rp 166,23 miliar pada Triwulan II, sebesar 26,34 persen belum dapat disalurkan pada tanggal 31 Juli 2017.

Ditunda penyalurannya sampai de ngan adanya ketetapan perubahan kebijakan batas penyampaian dokumenpersyaratan. Tidak terpenuhinya penyampaian dokumen persyaratan sesuai batas waktu diakibatkan keterlambatan proses lelang sehingga realisasi belum mencapai 75 persen dari penyaluranTriwulan I, yang merupakan persyaratan penyaluran Triwulan II.

Untuk Dana Desa saat ini baru penyaluran Tahap I yaitu sebesar 60 persen dari alokasi pagu sebesar Rp 228,18 miliar atau sebesar Rp 136,91 miliar untuk 275 desa di 5 kabupaten di Kepri. Penyaluran tahap ke II akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2017.(,MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here