Serapan Tenaga Lokal di Bintan Melebihi 11 Ribu

0
139
BUPATI Bintan H Apri Sujadi dan Menteri Koordinator Perekonomian RI meninjau KEK Galang Batang, baru-baru ini. F-DOKUMEN/TANJUNGPINANG POS

BINTAN – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-TK) Kabupaten Bintan mencatat, jumlah tenaga kerja lokal yang bekerja di perusahaan se-Kabupaten Bintan sebanyak 35.834 orang, hingga akhir tahun 2018. Sedangkan serapan tenaga kerja lokal selama tahun 2018, sebanyak 11.020 orang.

Kepala DPMPTSP-TK Bintan Hasfarizal Handra menyampaikan, serapan tenaga kerja pada tahun 2018 naik, jika dibandingkan tahun 2017, sebanyak 9.766 tenaga kerja lokal. Namun, serapan tenaga kerja pada tahun 2018, masih di bawah serapan pekerja tahun 2016, 15.052 orang tenaga kerja lokal.

”Selama tahun 2018 saja, tenaga kerja lokal yang bekerja di semua perusahaan di Bintan ini, melebihi 11 ribu tenaga lokal. Naik dibandingkan tahun 2017,” tegas Hasfarizal, Rabu (2/1) kemarin.

Bupati Bintan H Apri Sujadi menyampaikan, tahun 2019 bakal ada dua dinas baru dalam Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK). Satu diantaranya Dinas Tenaga Kerja, pemisahan dari DPMPTSP-TK. Nantinya, Disnaker kembali menjadi kewenangan Pemkab Bintan, sebelumnya di bawah Pemprov Kepri.

”Program pertama, kita minta agar Disnaker mampu membuat program pelatihan kerja, khususnya bagi putra dan putri Bintan (lokal),” harap H Apri Sujadi.

Bupati menerangkan, tahun 2015 silam, ada 8 perusahaan besar yang tutup. Masyarakat Bintan perlu lapangan kerja baru. Secara bertahap, Pemkab Bintan berusaha mendatangkan investasi baru, untuk membuka peluang kerja.

”Alhamdulillah, serapan tenaga kerja lokal semakin besar, sampai tahun 2018. Untuk 2019, kita berharap Disnaker Bintan, bisa mengoptimalkan perekrutan tenaga kerja lokal,” harapnya.

Selain itu, H Apri Sujadi meminta kepada perusahaan pengelola kawasan industri dan pariwisata, untuk membangun workshop atau balai latihan. Tujuannya, untuk melatih Sumber Daya Manusia (SDM) Bintan yang baru saja lulus sekolah, atau yang belum tersertifikasi. Seperti PT BAI yang mengelola Kawasan KEK Galang Batang, sudah sepakat untuk membangun workshop tersebut.

”Untuk kawasan Lagoi dan Lobam, sudah disampaikan dan mesti ada tindak lanjut,” jelasnya.

”Jadi peningkatan SDM ini tanggung jawab bersama. Jika dibangun di kawasan perusahaan, maka tentunya akan diketahui, SDM seperti apa yang dibutuhkan dan yang dilatih,” ucapnya.

Aditya Laksamana, GM PT BIIE selaku pengelola Kawasan Industri Lobam akan menindaklanjuti permintaan bupati, dan menyinkronkan dengan program yang selama ini sudah dilaksanakan.

”Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan seluruh stakeholder. Tentunya beberapa program yang sudah kami laksanakan harus sinergi. Kami tentunya mendukung program pembangunan workshop ini,” jelas Aditya.

Ia mengatakan, seperti di kawasan Lagoi, pelatihan dan kursus untuk SDM sudah berjalan. Untuk di Lobam juga ada cabang sekolah tinggi, untuk meningkatkan kompetensi pekerja.

”Nanti kami tindak lanjut. Bupati minta disiapkan lahan dan gedung. Programnya nanti, dari pemerintah. Kami intinya saling melengkapi,” sebutnya. (fre/aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here