Seratusan Kapal Asing Ditenggelamkan

0
296
KAPAL ikan asing Vietnam ditenggelamkan Lanal Natuna di Natuna, Sabtu (2/3). F-hardiansyah/tanjungpinang pos
Seratusan Kapal Ikan Asing (KIA) berbagai negara telah ditenggelamkan di Kepri. Secara nasional, sejak pemerintahan Jokowi atau sejak Oktober 2014 hingga Agustus 2018 lalu, sudah 488 KIA yang ditenggelamkan.

NATUNA – PENENGGELAMAN kapal serentak paling banyak dilakukan, Senin 20 Agustus 2018 lalu sebanyak 125 unit di berbagai daerah di Indonesia dan paling banyak di Kepri.

Kapal yang ditenggelamkan saat itu 18 kapal di Pontianak, Cirebon 6 kapal, Bitung 15 kapal, Aceh 3 kapal, Tarakan 2 kapal, Belawan 7 kapal, Merauke 1 kapal, Natuna/Ranai 40 kapal, Ambon 1 kapal, Batam 9 kapal, dan Tarempa Anambas 23 kapal.

Khusus Natuna selama dua tahun terakhir atau periode 2017-2018 sudah 56 kapal ikan asing yang terlibat kasus pencurian ikan atau illegal fishing ditenggelamkan termasuk penenggelaman serentak tersebut.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga pernah menenggelamkan 6 kapal pencuri ikan yang masuk ke wilayah perairan Indonesia di perairan Pulau Batam, Sabtu 31 Oktober 2018 lalu.

Lima kapal ikan asing ditenggelamkan di perairan Pulau Momoi, Batam, Kepri, 21 November 2018. Terakhir, tiga KIA ditenggelamkan di Natuna, Jumat (1/3/2019) dan Sabtu (2/3/2019) oleh Lanal Ranai.

Usai memusnahkan satu KIA, Jumat lalu, Sabtu 2 Maret 2019 Lanal Ranai kembali memusnahkan 2 KIA KG 94810 TS yang merupakan tangkapan KRI WIR – 379, dan KIA Vietnam BV 92439 TS merupakan tangkapan KRI SRE – 386.

Kedua KIA itu dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan menindaklanjuti perintah Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono, SE., M.M. untuk memusnahkan Barbuk KIA yang beroperasi secara illegal di perairan yurisdiksi nasional.

Tindakan ini dilakukan karena para pelaku sudah melanggar kedaulatan negara Republik Indonesia. Penenggelaman dilakukan sebagai upaya pemerintah memberikan efek jera terhadap aksi pencurian ikan di perairan Natuna.

”Kita kembali memusnahkan 2 unit barang bukti berupa KIA Vietnam, pelaku illegal fishing di perairan Pulau Tiga Natuna dengan cara di tenggelamkan,” kata Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, SE ketika memimpin langsung kegiatan pemusnahan dua kapal KIA Vietnam tersebut.

Danlanal Ranai Kolonel harry, menerangkan ada tigaunit KIA Vietnam yang dimusnahkan. Sebelumnya 1 buah KIA berbendera Vietnam BV 98299 TS telah dimusnahkan, Jumat a1 Maret 2019 pukul 13.30 WIB dengan cara dibakar pada posisi 03 40 22 LU – 108 6 31 BT.

”Kapal asing berbendera Vietnam yang satu ini tidak bisa ditarik ke lokasi penenggelaman karena sudah rusak parah. Maka kami memutuskan untuk membakarnya di lokasi yang tidak jauh dari tempat lego jangkar kapal tersebut. Dan pada hari ini kita kembali musnahkan dua KIA berbendera Vietnam KG 94810 TS, dan BV 92439 TS,” jelasnya.

Proses pemusnahan KIA Vietnam itu dengan cara ditenggelamkan, menurutnya supaya kondisi kapal tetap terjaga dan dapat berfungsi sebagai rumpon di lokasi penenggelaman kapal.

”Kapal-kapal ini, kita tenggelamkan secara perlahan agar tidak mencemari laut yang ada di perairan Natuna. Harapan kita dengan ditenggelamkannya kapal ini nantinya akan tumbuh terumbu karang sebagai tempat berkumpulnya ikan serta biota laut lainnya,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut serta memerangi praktek illegal fishing salah satunya dengan cara ikut serta mengawasi pergerakan pelaku pencurian ikan oleh Kapal Ikan Asing (KIA) di perairan Indonesia dan segera melaporkan ke Lanal Ranai.(HARDIANSYAH – MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here