Seribu Pohon Ditanam di DTA Duriangkang

0
216
Kepala BP Batam Lukita bersama dengan salah satu peserta penanaman pohon di DAM Duriangkang. Penanaman pohon di sana untuk menjaga agar DAM Duriangkang tetap banyak air baku. f-humas bp batam

BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam dengan salah satu perusahaan di kawasan industri Panbil, PT Epcos Indonesia (TDK Group), melakukan penanaman seribu pohon. Pohon yang ditanam itu jenis pulay, mahoni, dan saga di Daerah Tangkapan Air (DTA) waduk Duriangkang.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, ikut serta dalam penanaman pohon itu, bersama 200 peserta dari karyawan PT Epcos. Selain itu, ikut serta Ditpam BP Batam, Kantor Air BP Batam dan anak Sekolah. ”Kami mendukung apa yang dilakukan PT EPCOS pada pagi hari ini,” kata Lukita.

Diakui, BP Batam dan pemerintah sangat mengapresiasi terlaksananya program ini karena sangat penting bagi keberlangsungan ketersediaan dan kebutuhan air masyarakat Kota Batam. Waduk Duriangkang sendiri merupakan penyuplai terbanyak kebutuhan air masyarakat Batam.

”Untuk itu dibutuhkan peran serta dan kesadaran dari masyarakat dalam menjaga ketersediaan air baku,” katanya.

BP diakui, memahami Batam sangat tergantung dengan air hujan. Batam tidak punya air tanah yang baik, karena tidak punya sungai. ”Itu sebabnya di Batam kita punya 7 waduk artinya kita harus serius menjaga waduk sebagai daerah resapan air,” ujarnya.

Ia pun menghimbau agar tanaman pohon yang telah ditanam untuk dirawat dan dijaga hingga berkembang. ”Apa yang ditanam ini juga harus bisa berkembang artinya kita harus komit merawatnya dan saya harap PT EPCOS juga untuk sesekali melihat kondisi tanaman,” pintanya.

CEO PT Epcos Guido Mauthe mengaku bangga atas perhatian yang diberikan BP Batam. Ia dan jajaran memiliki komitmen untuk menjaga dan melestarikan lingkungan Kota Batam.

”Terimakasih atas dukungan dan perhatian BP Batam, kami meiliki banyak program untuk lingkungan hidup salah satunya penanaman pohon hari ini,” ujarnya.

Sementara Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam Binsar Tambunan menyebutkan tujuan kegiatan ini adalah untuk menghijaukan lahan lahan kritis yang merupakan daerah tangkapan air waduk Kota Batam.

”kita harus menjaga kondisi daerah tangkapan air ini jangan sampai pohon ditebang atau dikonversi jadi pertanian,itu yang kita kembalikan sehingga daya serap air bisa ditahan tidak langsung jatuh ke laut sehingga kapasitas dan kelangsungan pada masa kemarau air nya masih tertahan,” kata Binsar. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here