Sertifikat Tak Selesai, Awe Datangi BPN

0
710
BUPATI Lingga H Alias Wello (kiri) berbincang dengan Kasubsi Penetapan Hak dan Pemberdayaan Tanah Masyarakat untuk menanyakan surat tanah warganya yang belum selesai sejak tahun 2012 lalu.F-ISTIMEWA

Tak kunjung selesainya pengurusan sertifikat tanah milik warga yang diurus sejak 2012 lalu, Bupati Lingga H Alias Wello datangi kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Lingga, Senin (22/1).

LINGGA – Kedatangan Bupati yang akrab disapa Awe ini, untuk menyelesaikan permasalahan pengurusan surat tanah warga yang tak kunjung selesai.

Inisiatif ini dilakukannya, atas pengaduan salah warga yang tujuannya agar pelayanan BPN kepada masyarakat lebih maksimal.

Saat mengunjungi BPN, Awe tidak dapat menemui Kepala BPN yang saat itu tidak berada di tempat karena dinas keluar daerah. Namun, Awe disambut oleh Kasubsi Penetapan Hak dan Pemberdayaan Tanah Masyarakat Surya Wahyu Wardhani.

”Kepala BPN Lingga lagi perjalanan dinas keluar daerah. Ia pun menyebutkan, nantinya persoalan tersebut akan segera sampaikan kepada Kepala BPN. Kita perlu menggelar rapat koordinasi, terutama dalam hal pelayanan dukumen pertahanan bagi masyarakat,” kata Awe saat berbincang dengan Kasubsi Penetapan Hak dan Pemberdayaan Tanah Masyarakat, Senin (22/1).

Baca Juga :  Awe Laporkan PT CSA ke Pusat

Awe menjelaskan, sebagai abdi pemerintah seharusnya segala bentuk pengurusan tanah yang menyangkut hak warga maupun instansi dapat dilayani dengan maksimal.

Pihak BPN diharapkan, agar tidak menggantungkan waktu kepada warganya untuk menunggu kapan surat menyurat hak atas tanah dapat diterbitkan.

”Warga saya kemarin mengurus tanah dan saya tanya ada surat-surat dari tahun 2012 tak selesai. Biaya habis untuk mengurus, tetapi warga saya mengeluh sertifikat tak selesai juga,” ungkap Awe.

Awe pun mengatakan kepada Surya Wahyu Wardhani, jika ada kekurangan berkas pemohon akan melengkapinya. ”Kalau memang harus ada biaya, dan dia siap membayar. Tetapi jangan dikasih waktu lagi untuk menunggu jika sudah membayar,” kesal Awe.

Baca Juga :  Awe Peringatkan BPN Terkait PT CSA

Persoalan sertifikat yang dibawa Awe ini, yakni pengurusan sertifikat tanah warga seluas 2.000 meter persegi yang tidak ada kejelasan hingga sekarang. Menurutnya, masalah tersebut sudah terlalu lama hingga pergantian pejabat di tubuh BPN sendiri.

Keinginan masyarakat Kabupaten Lingga dalam hal pengurusan tanah, dapat dilayani dengan baik tanpa mengulur-ngulur waktu. Tetapi tetap mengikuti prosedur, dan mekanisme instansi aturan mengenai pertahanan. Sementara Kasubsi BPN Surya Wahyu Wardhani membenarkan, jika pengurusan tanah yang menyangkut warga tersebut terkendala.

Kendala itu awalnya dikarenakan masuknya masa mutasi pejabat di BPN sendiri. Sehingga, berkas yang masuk harus diurus ulang dan terakhir kendala yakni tidak dilengkapi tanda tangan kepala desa terkait.

Baca Juga :  Rp 7 M untuk Daik Kota Pusaka

”Ada tim yang mengurus untuk prosesnya, dan yang terakhir kendalanya karena kurang tanda tangan kepala desa setempat,” imbuhnya.

Ia berjanji ke depannya, BPN akan dapat bekerja dengan maksimal sesuai harapan masyarakat Lingga bahwa pentinya pelayanan pengurusan surat tanah yang dapat selesai tepat waktu. Sehingga, tidak terjadi lagi pengurusan sertifikat berlarut-larut.(TENGKU IRWANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here