Server Disambar Petir, Urus Paspor Terhenti

0
354
Farid Apriandi SH MSi

LINGGA – PELAYANAN pembuatan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas III Dabo Singkep terhenti. Hal ini disebabkan rusaknya server induk, sebagai alat pendukung untuk pembuatan paspor sejak 25 Oktober 2017 karena tersambar petir.

Berbagai upaya telah dilakukan pihak Imigrasi untuk menganti server yang rusak itu untuk kembali melayani pembuatan paspor. ”Kami telah berupaya keras untuk mengganti server yang rusak karena tersambar petir ini. Diantaranya dengan meminjam server dari Kantor Imigrasi lain. Namun, model server yang digunakan Imigrasi Dabo Singkep ini model lama dan tidak cocok dengan server Imigrasi lain,” kata Farid Apriandi SH MSi, Kepala Sub Seksi Informasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas III Dabo Singkep, Selasa (19/12).

Farid menjelaskan, pihaknya telah melakukan pembelian server baru agar pelayanan pembuatan paspor kembali normal. Namun, pihak pemenang tander pengadaan alat senilai lebih dari Rp 300 juta ini tidak dapat memunuhi permintaan sarver yang dibutuhkan dan akhirnya kontrak dibatalkan.

”Pihak toko yang memenangkan tander pengadaan sarver ini beralasan, bahwa produksi sarver untuk kebutuhan kantor Imigrasi baru ada dalam tiga bulan berikutnya,” ungkapnya.

Atas kondisi ini, laanjut Farid, pihaknya telah memberikan pemberitahuan kepada semua instansi di Kabupaten Lingga dalam rapat koordinasi Forum Kerja Sama Perangkat Daerah (FKPD).

Dalam setiap forum yang digelar Imigrasi Dabo, mengabarkan jika ada masyarakat yang ingin membuat paspor untuk datang ke Kantor Imigrasi di Kota Batam atau Tanjungpinang.

”Kami telah berkoordinasi dengan kantor-kantor Imigrasi lain terkait kondisi ini. Nantinya, warga Lingga yang akan membuat paspor di daerah lain tidak perlu ada surat pernyataan domisili. Sebagaimana yang tercantum dalam persyaratan pengurusan. Karena KTP yang digunakan tidak di daerah kantor Imigrasi tersebut,” terang Farid.

Ia menuturkan, hingga saat ini warga yang masuk daftar tunggu pengurusan paspor di Imigrasi Dabo tercatat 20 orang. ”Kami tidak dapat memastikan kapan kantor Imigrasi Dabo dapat beraktivitas normal. Keputusan pengadaan perangkat server ada di kantor pusat,” ucapnya.

Lebih jauh terkait jumlah pengurusan paspor di kantor Imigrasi Dabo Singkep tahun 2017, tercatat untuk yang 48 halaman ada 1.423 orang dan 24 halaman 4.68 orang.

Sementara jumlah itu meningkat dibandingkan tahun 2016 yang tercatat untuk 48 halaman adalah 1.078 dan 24 halaman 5.23 orang.

”Tahun ini rata-rata warga yang datang untuk mengurus paspor si kantor Imigrasi Dabo asalah 10 orang,” imbuhnya.(TENGKU IRWANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here