Seserius Pilkada, Jari Pemilih Dibubuhi Tinta

0
282
Seorang warga membubuhkan tinta di jarinya usai memilih Ketua RW VI kelurahan Tanjungpinang Barat, Sabtu (28/7) lalu. f-istimewa/azmi

Melihat Pemilihan Umum Ketua RW VI di Kelurahan Tanjungpinang Barat

Nuansa Pilkada bulan lalu masih terasa. Sampai-sampai di lingkungan Rukun Warga VI Kelurahan Tanjungpinang dilaksanakan pemilihan ketua RW dengan tingkat keseriusan serupa. Sebuah miniatur proses demokrasi di tingkat paling bawah.

TANJUNGPINANG – Terhitung per 31 Juli 2018 purna masa jabatan Edi Sujadi sebagai Ketua RW VI di kelurahan Tanjungpinang Barat. Edi sudah dua periode menjabat. Menuju periode ketiganya, ia dihadapkan pada proses pemilihan umum dengan pemungutan suara yang lebih serius dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Serius di sini ditilik dari kesigapan serta kesadaran warga dalam menjamin semangat berdemokrasi warga dapat tersalurkan dengan baik.

Maka diambil kesepakatan bersama agar masing-masing lingkup rukun tetangga (RT) yang ada di RW VI mengutus seorang dalam rangka pembentukan panitia pemilihan. Dari lima RT yang ada, disepakati Azmi Sanjaya Putra dari RT I sebagai ketua panitia pelaksana.

Bermodalkan uang kas dari RT 1 sampai RT 5 dan ditambah pula swadaya masyarakat setempat, diperoleh sejumlah dana ala kadar sebagai biaya operasional pelaksanaan pemilihan. Sebagai ketua pelaksana, Azmi berkeinginan agar dari dana yang terkumpul ini bisa terlaksana sebuah pemilihan umum Ketua RW VI yang berbeda, yang meriah, dan sudah pasti harus demokratis. ”Selebihnya mengandalkan kreativitas teman-teman saja,” ungkapnya.

Tak ubahnya pelaksanaan pemilihan umum legislatif atau kepala daerah, tugas Azmi dkk selanjutnya adalah menjaring bakal calon Ketua RW VI dari masing-masing RT. Dari lima RT yang ada, empat di antaranya mengusung masing-masing calon, termasuk ketua RW petahana, Edi Sujadi dari RT 5. Untuk masa jabatan periode 2018-2021, Edi akan bersaing dengan Sumarni dari RT 4, Muhammad Djoni dari RT 2, dan Rizaldy Siregar dari RT 4. Hanya RT 1 yang tidak mengutus bakal calon ketua RW.

”Kenapa disebut calon, karena kami harus memverifikasi mandat dukungan dari Ketua RT asal. Kalau lengkap, baru kami tetapkan sebagai calon,” ujar Azmi.

Benar saja. Tak ubahnya sistem di Komisi Pemilihan Umum pada lazimnya, setelah masing-masing syarat terverifikasi, panitia pemilihan baru menerbitkan surat keputusan penetapan calon. Empat bakal calon dinyatakan memenuhi syarat untuk berkompetisi pada pemilihan Ketua RW VI Kelurahan Tanjungpinang Barat. ”Termasuk mandatnya yang sudah mereka semua kantongi,” terang Azmi.

Selesaikah sampai di sini? Belum. Panitia pelaksana kemudian mencetak baliho untuk dipasang di masing-masing lingkungan RT agar seluruh warga semakin mengenali calon ketua RW-nya. Kemudian masing-masing Ketua RT dipinta membuat undangan pemilihan tak ubahnya formulir C6 yang mesti ada pada proses pelaksanaan Pilkada.

”Bedanya kalau Pilkada setiap warga negara berhak menyalurkan suaranya, di pemilihan Ketua RW VI ini hanya kepala keluarga yang berhak alias satu KK satu suara,” beber Azmi. Dari keputusan ini, terkumpul 359 kepala keluarga hasil dari pendataan yang berhak menyoblos.

Karena proses pemungutan suara dilangsungkan dengan mekanisme pencoblosan, panitia kemudian mencetak surat suara sesuai dengan jumlah daftar pemilih. Kebutuhan pemilihan tidak cuma kertas suara.

Termasuk juga bilik suara, paku, dan bahkan tinta yang akan digunakan sebagai penanda di ujung jari bagi kepala keluarga yang telah memilih. Setelah semua logistik pemilihan terpenuhi, tiba hari yang dinanti-nanti pada Sabtu (28/7) lalu untuk dilangsungkan pemungutan suara di halaman kantor kelurahan.

”Bahkan kami juga ikut dijaga Linmas agar proses pemungutan suara ini berlangsung lancar dan nyaman,” kata Azmi.

Pelaksanaan pemungutan suara berlangsung tertib dan terkendali. Karena digagas dan didesain menarik dan serius semacam pelaksanaan Pilkada, partisipasi pemilih terbilang signifikan.

Dari 359 pemilih, ada 211 surat suara yang terpakai dan hanya selembar yang tidak sah. Angka ini menyiratkan kreativitas panitia pelaksana membuat warga tertarik untuk ikut ambil bagian pada pesta demokrasi, sekalipun hanya di tingkat RW. Semakin semarak suasana lantaran pemilih yang datang di bawah pukul 10.00 WIB akan mendapat kue dan kopi gratis. Tak pelak, sebagian besar warga berduyun-duyun datang dengan membawa Kartu Keluarga sebagai bukti kepemilikan suara pada pemilihan Ketua RW VI tahun ini.(FATIH MUFTIH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here