Setara Kampus di Pulau Jawa

0
293
Kepala Bagian (Kabag) Kelembagaan dan Sistem Informasi, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah X Jamurin, SH, MH (memakai jas) ketika menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-XVIII Stisipol Raja Haji akhir pekan lalu. F-istimewa/humas stisipol tanjungpinang

Stisipol Raja Haji Tanjungpinang Akreditasi B

Kepala Bagian (Kabag) Kelembagaan dan Sistem Informasi, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah X Jamurin, SH, MH menegaskan, bahwa kampus yang telah berakreditasi B di Tanjungpinang tidak perlu diragukan. Itu setara perguruang tinggi di Jawa.

TANJUNGPINNAG – Jamurin mengatakan itu ketika diberikan kesempatan menyampaikan sambutan, dihadapan para wisudawan/ti Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang akhir pekan lalu, Sabtu (26/1) di BBR Hotel Tanjungpinang.

Sehingga, dengan akreditasi B sama baiknya dengan kampus yang berada di Jawa. Terlebih, seluruh dosen yang mengajar telah memenuhi syarat yakni minim berijazah S2.

”Jadi bapak dan ibu, tidak perlu lagi memasukkan kuliah putra putrinya ke kampus atau perguruan tinggi yang berada di Jawa. Karena kampus yang berada di Tanjungpinang sudah cukup baik, dan telah berakreditasi B seperti Kampus Stisipol Raja Haji yang mempunyai Prodi Sosiologi, Ilmu Pemerintahan serta Ilmu Administrasi Publik. Akreditasi B sudah baik,” jelas Jamurin, Sabtu (26/1) pekan lalu.

Maka dari itu, ia menyarankan agar seluruh dosen yang mengajar di Provinsi Kepulauan Riau harus terus mengembangkan ilmunya sesuai perkembangan zaman.

Karena, lanjut Jamurin, baik tidaknya lulusan suatu kampus juga ditentukan dari dosen.

Menurutnya, dosen itu adalah tenaga pengajar profesional dan berjasa dalam menstransfer ilmu pengetahuannya kepada mahasiswa-mahasiswi di kampus.

Dengan demikian, Jamurin juga mengingatkan para dosen tidak boleh datang terlambat dalam jam perkuliahan.

Selain itu, saat ini kampus-kampus yang berada di seluruh Indonesia harus mengembangkan jaringan kerja sama dengan kampus di luar negeri.

Dengan berkolaborasi bersama kampus luar negeri, tentunya mahasiswa Indonesia juga semakin berkembang ilmu pengetahuan dan wawasannya.

Nantinya, masih kata Jamurin, kampus-kampus yang berasal dari luar negeri akan membuka kampusnya di Indonesia.

Persaingan dunia Perguruan Tinggi di Indonesia semakin ketat, dan mahasiswa-mahasiswi Indonesia harus mampu bersaing secara ilmu pengetahuan.

Saat ini, perguruan tinggi di Indonesia harus menyesuaikan terhadap pesatnya perkembangan teknologi yang terjadi dalam era revolusi industri 4.0.

”Nah, saya lihat Kampus Stisipol Raja Haji Tanjungpinang telah melakukan itu sejak beberapa tahun terakhir. Salah satu contohnya, yang telah berkolaborasi dengan beberapa perguruan tinggi di Malaysia dan Thailand bahkan Taiwan. Ini luar biasa, bagi perkembangan kampus terlebih yang berada daerah Tanjungpinang,” terang Jamurin.

Diketahui, Kampus Stisipol Raja Haji telah bekerjasama dengan Universiti Utara Malaysia, Universiti Sultan Zainal Abidin, Asia e Universiti, Kolej Universiti Islam Melaka.

Selain itu, juga telah merancang kerja sama dengan beberapa kampus di Taiwan yakni Tung Hai University, I-Shou University, Ming Chi University, Shu Te Universiti, Dayeh University.

Lainnya, Chinese Culture University, National Cheng Kung University, National Pintung University of Science and Technology, National Formosa University, National Taiwan University, Tainan University.

Ketua Stisipol Raja Haji Tanjungpinang Endri Sanopaka MPM mengatakan, bahwa seluruh kampus yang dikunjunginya di Taiwan telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dan Letter of Intent (LoI) dengan mereka.

Bahkan, lanjut Endri, Stisipol Raja Haji pernah mengirimkan mahasiswinya bernama Maemona Latifah dari Prodi Sosiologi untuk mengikuti program belajar singkat di Kampus i-Shou University Taiwan akhir tahun 2017 lalu. (ADLY ‘BARA’ HANANI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here