Setelah Kenal Sekolah, Siswa Baru Mulai Belajar

0
172
KEPALA SDIT Ar-Refah Tanjungpinang Fadillah saat menerima siswa baru di sekolah itu di Sei Timun, awal pekan lalu. F-istimewa

TANJUNGPINANG – Setelah mengikuti Pengenalan Lingkungan dan Budaya Sekolah (PLBS), siswa baru mulai belajar normal seperti biasa sejak, Senin (22/7) kemarin. Di SDIT Ar-Refah misalnya, siswa baru sekolah itu sudah mulai belajar seperti biasa. Seminggu sebelumnya, para siswa baru ini mengikuti PLBS. Kepala SDIT Ar-Refah Tanjungpinang, Fadillah mengatakan, PLBS diadakan selama enam hari di sekolah itu.

Saat PLBS, para siswa baru ini diajak keliling mengenal lingkungan sekolahnya. Siswa diajak ke ruang tata usaha, ruang kerja kepala sekolah, ruang belajar, dan lainnya.

Kemudian, para siswa juga diperkenalkan seperti apa budaya di sekolah itu. Misalnya budaya menyapa saat hendak masuk ke ruangan kelas. Budaya memungut sampah dan memasukkannya ke tong sampah.

Budaya menjaga tanaman agar tidak merusak dan harus merawatnya dengan baik. Sehingga ke depannya, anak-anak ini akan cinta lingkungan dan selalu menjaga alam dengan baik. Kemudian, dikenalkan juga budaya kebersihan di lokasi sekolah yang dimulai dengan membuka sepatu di luar teras, lalu sepatu diangkat dan diletakkan di tempat yang telah disediakan.

Fadillah mengatakan, sejak sekolah itu ditempati, mereka membiasakan siswa tidak menggunakan sepatu di teras sekolah terutama di dalam ruangan sekolah.

Mereka telah menyediakan rak sepatu di luar. Disanalah siswa didisiplinkan untuk terbit menyusun sepatu dan menjaga kebersihan. Sehingga ruangan belajar tetap bersih dan tidak berdebu.

Fadillah mengatakan, anak-anak rentan dengan penyakit. Karena itulah, mereka berusaha menjadikan ruangan belajar bebas pasir terutama debu. Anak-anak ini lebih nyaman tak pakai sepatu saat belajar. Tidak panas dan kondisi ruangan tetap bersih setiap waktu.

”Kita juga ajari mereka disiplin mencuci tangan di keran air yang tersedia di depan ruangan sekolah. Tidak rebutan. Biasakan antre untuk ketertiban bersama. Hal-hal seperti inilah yang kita ajarkan pada siswa selama PLBS. Sehingga saat mulai belajar (kemarin), para siswa baru sudah tahu aturan di sekolah itu. Disiplin salah satu kunci sukses mereka ke depan,” jelas Fadillah.

Tahun Ajaran (TA) baru 2019/2020 ini, pihak sekolah ini hanya menerima 60 siswa untuk dua rombongan belajar (rombel) atau dua kelas. Ini merupakan angkatan ketiga sejak sekolah itu dioperasikan.

Meski pendaftar membeludak, namun mereka tetap membatasi jumlah siswa baru. Sebab, kapasitas jumlah siswa dalam satu kelas tidak boleh lebih dari 30 orang.

Untuk satu kelas, mereka menyediakan dua orang guru. Demikian juga untuk siswa Kelas II, disediakan dua orang guru mengajar di satu kelas.

”Biar guru lebih fokus mengajar anak-anak. Kalau satu guru mengawasi 30 orang anak, rasanya kurang. Kalau dua guru mengajar di satu kelas, boleh dikatakan, satu guru hanya mengawasi 15 siswa. Jadi masih bisa terawasi semuanya. Kalau Kelas III dan selanjutnya, satu kelas hanya diawasi satu guru. Karena mereka sudah lebih matang,” jelas Fadillah. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here