Setiap Ajaran Baru, Orangtua Siswa Harus Dikumpulkan

0
142
Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang Maskur Tilawahyu didampingi Kurniawan berbincang dengan kepala SMPN 12 Tanjungpinang Ainir Nasution.

TANJUNGPINANG – Memasuki Tahun Ajaran (TA) baru 2019/2020, orangtua siswa baru maupun siswa naik kelas diminta dikumpulkan di sekolah.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang saat berkunjung ke SMPN 12 Tanjungpinang Timur, Senin (15/7) didampingi anggota Komisi I DPRD Tanjungpinang, Kurniawan.

Kedatangan mereka ingin melihat para siswa baru yang dijadwalkan mengikuti kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PSL). Rencananya dilaksanakan selama tiga hari ke depan, Senin-Rabu (15-17/7).

Maskur mengatakan, pertemuan dengan orangtua siswa untuk mengikat hubungan emosional dengan pihak sekolah. Sehingga memudahkan komunikasi antara orangtua dan pihak sekolah dalam memajukan pendidikan.

Komunikasi yang baik antara orangtua siswa dan pihak sekolah sangat dibutuhkan juga untuk mempercepat kemajuan siswa dalam pembelajaran. Gunanya sangat banyak lagi.

Menurutnya, hal ini juga berlaku bagi seluruh sekolah negeri di Tanjungpinang. Mulai dari tingkat SD maupun SMP.


“Harusnya hari ini orangtua siswa langsung diajak mengadakan pertemuan. Hari ini kan pertama masuk sekolah, biar lebih mudah komunikasinya pak,” ujar

Maskur saat berbincang dengan Ainir Nasution, Kepala SMPN 12 Tanjungpinang Timur di sekolah itu. Maskur mengatakan, perlu demikian lantaran mendengar banyak keluhan pihak sekolah tentang siswanya.

Ia menganggap, sangat penting membangun hubungan antara orangtua siswa dan pihak sekolah agar sama-sama memajukan pendidikan di sekolah itu.

Sebab, tanpa peran orangtua siswa, pihak sekolah akan kesulitan untuk memajukannya. Karena itu, jika tak bisa mengadakan pertemuan kemarin, maka sebaiknya dilakukan hari ini, Selasa (16/7).

Ainir Nasution mengatakan, pihaknya tetap ada melakukan pertemuan dengan orangtua siswa namun bukan momen tahun ajaran baru. Menurutnya itu juga penting, namun belum bisa dilakukan lantaran ruangan pertemuan belum ada.

Di sekolah itu belum ada gedung pertemuan yang luas dan bisa menampung seratusan orangtua siswa. Meski ada ruang laboratorium, namun tak bisa menampung semua orangtua siswa.

“Ia pak, kami tetap ada pertemuan dengan orangtua, tetapi tidak khusus
semuanya. Masih ada beberapa kendala. Mungkin sebagian orangtua sibuk,” ucapnya.

Terkait ruangan, menurutnya bisa juga menggunakan tiga kelas belajar yang bisa dibuka sekatnya, sehingga menjadi lebih besar.

“Meski tidak besar kali bisa juga lakukan pertemuan di situ. Tapi tidak dalam waktu dekat, sebab siswa sudah mulai efekti belajar,” ucapnya.

Amir mengatakan, selama dirinya menjabat di sekolah itu, akan terus membangun komunikasi yang baik dengan orangtua siswa. Bahkan, selama ini, mereka melakukan pertemuan kepada orangtua siswa.

Khususnya yang perlu perhatian. Pihak sekolah selalu mengundang orangtuanya untuk membahas anaknya.

“Kita tak pernah memberhentikan anak. Tapi kita pindahkan bila tidak bisa dibina. Anak tak bisa sembarangan berhenti nanti putus sekolah. Ini kita bahas dulu dengan orangtua siswa,” katanya.

Ditanya apakah ada anak yang nakal di sekolah itu, ia mengatakan, tentu ada. Mungkin karena memasuki usia remaja, sikap anak berbeda-beda. Menurutnya, itu dialami semua sekolah. Ada juga anak yang bolos lewat belakang karena belum ada pagarnya.

Terkait jumlah penerimaan siswa, Ainir menuturkan masih bisa menerima 14 siswa lagi. Tahun ini di buka enam rombel yang setiap kelas terdiri dari 32 siswa.

“Kalau ada anak yang belum dapat kursi bisa mendaftar ke sekolah ini. Tinggal lapor dinas dan nanti bisa diarahkan sekolahnya,” ucapnya.

Terkait jumlah rombel, ia menuturkan ada 17. Terdiri dari lima lokal kelas IX, serta masing-masing enam lokal untuk kelas VIII dan VII.Maskur sendiri selama ini selalu rajin turun ke sekolah-sekolah. Menampung aspirasi dari orangtua siswa, termasuk aspirasi pihak sekolah itu sendiri.

Ainir menuturkan, atas komunikasi yang terjalin bersama Maskur telah dibangun pagar sekolah itu. Meski belum seluruhnya, tetapi sudah membantu penataan.

Ia juga berharap di tahun berikutnya ada anggaran penambahan RKB serta pembangunan laboratorium komputer dan perangkatnya. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here