Setiap E-Warong Terima Rp 30 Juta

0
268
ANGGOTA Kelompok usaha bersama (Kube) yang berada di Kampung Bugis menunjukkan bagunan untuk e-Warong yang susah selesai. f-ISTIMEWA

TANJUNGPINANG – Setiap Kelompok Usaha Bersama (Kube) kategori jasa memperoleh dana hibah sekitar Rp 30 juta, sebagai bentuk dukungan dalam mengelola Eletronik Warung gotong royong elektronik (e-Warong).

Hal ini dikatakan Kepala Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Tanjungpinang, Anthoni kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (2/1) kemarin.

Dituturkannya, di Tanjungpinang sudah ada 12 e Warong, terbagi di beberapa ke lurahan. Rencananya akan mulai efektif beroperasi 25 Februari mendatang menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Dari dana yang diberikan, setiap anggota Kube Jasa mempergunakan untuk tiga kategori. Pertama, senilai Rp 10 juta untuk fisik, yaitu menyediakan sarana bangunannya.

Jumlah yang sama untuk prasarananya, seperti lemari, rak, kulkas atau alat elektronik penunjang kegiatan usaha. “Bila labtop dianggap perlu juga boleh, tergantung dari kebutuhan setiap kelompok, intinya menunjang kegiatan transaksi jual-beli lebih,” paparnya saat berjumpa di ruang kerjanya.

Ia juga menuturkan, agar program ini lancar, tak kalah penting yaitu jaringan internet. Meski semua sudah terpasang, masih ada beberapa yang jaringannya lelet.

Sisa dana sekitar Rp 10 juta, digunakan untuk mengisi barang-barang yang akan dijual. Diluar dari sembako yang disediakan pemerintah pusat melalui Bulog seperti beras, gula, minyak goreng, tepung dan telur.

“Jadi anggota Kube Jasa juga boleh melayani penduduk lain, asalkan yang diutamakan yaitu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ,” ungkapnya.

Adapun cara kerja e-Warong ini, pihak BNI akan memberikan kartu seperti ATM yang sudah disediakan saldo. Setiap KPM akan diberikan dana senilai Rp 110 ribu per bulan.

Jumlah penerima di Tanjungpinang sekitar 8.450 KPM. Kini masih tahap pencocokan data bersama BNI. “Seminggu lalu komunikasi sama bank, sudah setiap 5.000 kartu ATM yang di cetak. Ini masih tahap sinkronisasi data,” paparnya.

Untuk jenis kartunya, dia bilang fungsinya hampir sama kayak ATM, tp tidak bisa diuangan, melainkan hanya untuk belanja di e Warong.

Ditambahkannya, khusus Januari, setiap KMP sudah menerima bantuan dalam bentuk beras. Jumlahnya lebih kecil dari ibandingkan tahun lalu, yaitu 10 kilo per KMP.

Hanya saja tak perlu di bayar, alias gratis. Sedangkan tahun sebelumnya, 15 kilo namun harus dibayar sekitar Rp 1.600 per kilonya. “Bantuan sekarang 10 kilo memang gratis. Kualitas berasnya juga sekarang lebih bagus. Kini sedang proses pembagian di kelurahan,” terangnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here