Setiap Kecamatan Punya TK Negeri

0
652
GEBYAR PAUD: Ribuan peserta didik TK dan PAUD se-Kota Tanjungpinang dan Bintan ikut merayakan Gebyar PAUD 2016. f-suhardi/tanjungpinang pos

Agar Anak Warga Kurang Mampu Bisa Masuk

Tanjungpinang – Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang mencanangkan minimal ada satu Taman Kanak-Kanak (TK) di setiap kecamatan di Kota Tanjungpinang.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG. Ia menuturkan, dari 40 TK di Tanjungpinang, baru ada satu berstatus negeri yaitu TK Pembina I yang beralamat di Jalan Bukit Barisan, Kecamatan Bukit Bestari.

40 TK di Tanjungpinang terbagi di empat kecamatan diantaranya ada 10 di kawasan Bukit Bestari, 4 unit di Kecamatan Tanjungpinang Kota. Ada 8 unit di Kecamatan Tanjungpinang Barat dan 18 unit di Tanjungpinang Timur.

Dalam waktu dekat, rencananya akan ada dua tambahan TK berstatus negeri. Hanya saja masih dalam proses pengurusan administrasi dari TK berstatus swasta ke negeri. Dua TK yang akan dinegerikan itu adalah TK Pertiwi dan TK Tunas Harapan.

”Dua TK tersebut rencananya akan berstatus negeri. Proses administrasinya sedang dilakukan,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Tersedianya TK negeri di setiap kecamatan, dalam upaya memperhatikan pendidikan jenjang PAUD.

”Ya, secara bertahap tentunya. Sekarang ini, tambah dua TK negeri dulu. Diharapkan, masyarakat akan semakin terbantu, terutama untuk peserta didik dari keluarga yang kurang mampu,” katanya.

Jangan sampai mau masuk TK tidak bisa karena mahal. Makanya, Pemko akan tambah TK negeri di setiap kecamatan agar muda di jangkau masyarakat.

Kebijakan penambahan TK negeri, kata dia, sudah dikoordinasikan secara intens dengan Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah yang semangatnya memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi setiap anak.

Kalau pelayanan pendidikan diberikan secara baik sejak jenjang PAUD, khususnya TK, maka pendidikan di SD tentunya baik juga.

Pemerintah menerapkan wajib belajar 9 tahun, yaitu mulai dari SD dan SMP. Namun Pemko Tanjungpinang berupaya menjadi 12 tahun. Sehingga wajib belajar sampai lulus SMA sederajat, itu harus.

”Ini merupakan keberpihakan pemerintah terhadap pendidikan. Harapannya, tidak ada lagi anak tidak sekolah, ” tuturnya.(DESI LIZA PURBA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here