Setop Narkoba Masuk Hang Nadim

0
580
Membeludak : Penumpang membeludak di Bandara Hang Nadim Batam, belum lama ini. F-dok/tanjungpinang pos

Bea Cukai Tempatkan Anjing Pelacak

BATAM – Tingginya angka penyelundupan narkoba dalam dua tahun belakangan ini di Bandara Hang Nadim, menjadi perhatian instansi yang terlibat di bandara tersebut, salah satunya Bea Cukai.

Bea dan Cukai Batam akan menempatkan anjing pelacak di Bandara Hang Nadim dalam membantu mengungkap upaya penyelundupan.

Rencana penempatan anjing pelacak itu diungkapkan Direktur Humas dan Promosi Badan Pengusahaan (BP) Batam, Purnomo Andi Antono, Minggu (9/4) di Batam.

Ia mengatakan, rencana itu diungkapkan pihak Bea Cukai saat coffee morning dengan pihak-pihak terkait di Batam sebelumnya. Diharapkan, dengan penempatan anjing pelacak, bandara makin aman.

”Bea Cukai Batam akan menempatkan unit K-9 anjing pelacak untuk identifikasi dini. Barang-barang bawaan penumpang yang datang dan berangkat melalui Bandara Hang Nadim,” kata

Diakuinya, berbagai upaya saat ini telah dilakukan oleh pihak-pihak berwenang dalam menangani kegiatan penyelundupan narkoba ini.

Di samping itu, prosedur rutin pemeriksaan barang dengan menggunakan mesin x-ray juga tetap dilakukan. ”Termasuk dengan melakukan pemeriksaan manual oleh petugas,” bebernya.

Diingatkannya, dengan sejumlah temuan atau tangkapan tim Avsec Bandara Hang Nadim, diperkirakan masih akan ada upaya penyelundupan narkoba.

Karena itu, dalam mencegah upaya penyelundupan narkoba melalui Bandara Hang Nadim, perlu menumbuhkan kesadaran ancaman penyelundupan narkoba.

”Bahwa akan selalu ada upaya dari beberapa pihak untuk berusaha meloloskan narkoba, mengingat bisnis narkoba ini cukup menggiurkan dan melibatkan jumlah uang yang sangat besar,” kata Andi mengingatkan.

Disebutkannya, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjalankan beberapa upaya pencegahan, manajemen Hang Nadim, bekerja sama dengan BNN, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, maskapai penerbangan, Ground Handling dan Kepolisian RI. Mereka sudah menggelar pertemuan.

”Mengidentifikasi berbagai modus penyelundupan narkoba, serta beberapa upaya pencegahan ke depan. Serta meningkatkan kewaspadaan akan bisnis narkoba ini,” sambungnya.

Disebutkannya, kewaspadaan akan ancaman bahaya narkoba ini juga menjadi tanggung jawab bagi semua pihak. Dimana, Indonesia merupakan salah satu target market bagi bisnis narkoba ini.

Batam sebagai entry gate bagi Indonesia bagian barat menjadi sasaran tersendiri bagi para penyelundup untuk memasukkan narkoba.

”Berbagai pola dilakukan oleh para penyelundup. Kepri dijadikan sebagai transit poin bagi narkoba yang masuk melalui beberapa negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura,” bebernya lagi.

Karena itu, dibutuhkan komitmen penuh dari para stakeholder Bandara Hang Nadim. Petugas di Hang Nadim diingatkan menjadi benteng pertahanan dalam melawan upaya penyelundup dalam memasukkan barang haram.

”Kita harus bekerjasama termasuk dengan masyarakat. Narkoba akan merusak generasi bangsa, penting kita bersama memberantas,” tegasnya. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here