Sewa Kiosnya Terlalu Mahal

0
169
Petrus Sitohang, Maskur Tilawahyu dan Ashady Selayar berbincang dengan pedagang Pasar Bincen, kemarin. f-martunas/tanjugnpinang pos

Reses Anggota Dewan di Pasar Bincen

TANJUNGPINANG – Anggota DPRD Kota Tanjungpinang Dapil Tanjungpinang Timur menggelar reses di dua tempat terpisah, Selasa (12/3) yakni ke Kantor Disdukcapil di Batu 6 dan Pasar Bintancenter Batu 9.

Yang turun ke dua tempat ini yakni, Petrus M Sitohang (Fraksi PDIP), Maskur Tilawahyu (Fraksi Demokrat) dan Ashadi Selayar (Fraksi Golkar).

Saat turun ke Kantor Disdukcapil, para wakil rakyat ini menampung keluhan-keluhan dari masyarakat yang datang mengurus administrasi kependudukan baik KTP-el, akta lahir, Kartu Keluarga (KK), surat pindah dan lainnya. Petrus mengatakan, pengurusan administrasi yang lama masih dikeluhkan warga. Namun, untuk sebagian layanan sudah cepat. Misalnya, surat pindah, KTP-el jika berkasnya lengkap.

”Kalau syarat-syaratnya lengkap, urusan cepat selesai. Kalau tak lengkap, itu yang lama. Kadang kesadaran warga juga yang kurang. Misalnya pindah, tapi tak bawa surat pindah. KK lama tak ada, KTP lama tak ada. Kan susah kalau gitu,” jelas Petrus.

Ashadi Selayar mengatakan, saat reses itu mereka ingin melihat apakah masyarakat sudah dilayani dengan baik. Dan ia melihat, layanan di sana sudah cukup bagus.

Yang kurang dan harus dibenahi adalah, ruang tunggu agar masyarakat nyaman. Ruang tunggunya masih sempit.

Maskur Tilawahyu menambahkan, saat ini banyak warga yang mengurus pindah alamat terutama ke Tanjungpinang Timur. ”Sebagian masyarakat sudah lama tinggal di Tanjungpinang Timur, namun alamatnya belum pindah. Menjelang Pemilu ini, ramai-ramai ngurus surat pindah,” bebernya.

Usai reses di Disdukcapil, mereka bergerak ke Pasar Bintan Center. Di sana, mereka ingin tahu pengelolaan kios dan meja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemko Tanjungpinang.

Dari hasil pembicaraan Petrus dengan pedagang yang menyewa kios dan meja dari BUMD, harga sewanya murah dan bisa membuat pedagang bertahan.

Harga kios BUMD Rp175 ribu per bulan dan harga sewa meja Rp100 ribu per bulan, harga meja ikan Rp300 ribu sebulan. Beda lagi uang listrik, air, sampah dan keamanan.

Salah satu pedagang yang sempat ditanyai mengaku harga sewa kiosnya sekitar Rp18 juta setahun atau Rp1,5 juta per bulan.

”Itu sewa kios dari orang ketiga. Kios ini milik pengembang Sinar Bahagia Group. Harga sewa kios mahal karena disewa dari orang kedua, bukan dari pengembang,” ujar Petrus.

Maskur Tilawahyu mengatakan, pengembang harus bisa menertibkan sewa menyewa yang seperti itu. BUMD sendiri sudah tegas dalam hal ini.

Harusnya, orang pertama pemilik kios atau meja tidak boleh menyewakan kios atau mejanya ke pedagang lain. Jadinya, harganya mahal.

”Imbasnya bukan hanya ke pedagang, juga ke masyarakat. Untuk menutupi sewanya, mereka akan menaikkan harga barang. Kan masyarakat juga yang merasakannya,” jelasnya.

Haryanto, Staf Pengelola Pasar Bintan Sinar Bahagia Group mengatakan, apa yang disampaikan para dewan tersebut akan diberitahukan kepada pimpinannya. Maskur juga meminta Helmy Susanto, Kasis Stabilisasi Harga Barang dan Pengembangan Ekspor Impor Disperindag Kota Tanjungpinang untuk membahas hal ini di internal mereka.

Jangan sampai harga sewa kios dan meja selangit. ”Sewa kios BUMD hanya Rp175 ribu sebulan. Sewa kios dari pihak ketiga Rp1,5 juta sebulan.

Harus adil lah. Tolong ya dibahas ini. Kalau perlu, dewan akan membahas ini. Kita panggil juga nanti pengelola pasar, BUMD dan Disperindag,” bebernya.

Haryanto menjelaskan, saat ini dari ratusan kios dan meja yang ada di pasar, sebagian dikelola BUMD dan sebagian sudah jadi hak milik orang.

Tinggal satu meja ikan lagi yang dikelola mereka dengan harga Rp600 ribu sebulan.

”Tinggal satu meja itu yang kita kelola. Yang lain dikelola BUMD dan masing-masing pemiliknya. Kita hanya kelola, air, listrik, sampah termasuk parkir hingga perawatan pasar,” jelas Haryanto.

Helmy mengatakan, dalam hal ini dia tidak bisa bicara banyak sebab tidak tepat dengan bidangnya. Ada bidang lain di Disperindag yang pas membahasnya.

”Saya mewakili pak kadis ke sini karena pimpinan kami sedang ada tugas,” katanya singkat.

Pihak BUMD yang hadir saat itu adalah Rudi Marpaung, Karno Koordinator Pasar Bincen, Sugino Koordinator Pasar Baru 2 dan Yohannes.

Rudi mengatakan, saat ini masih ada 8 kios BUMD yang kosong di atas Pasar Bincen. Sewa kios tersebut Rp70 ribu sebulan di luar air, listrik, keamanan dan sampah. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here