Shipyard Kapasitas Kecil Bakal Dikurangi

0
920
Kapal: Banyaknya kapal labuh jangkar di perairang sekitar Tanjung Uma hingga pelabuhan Batu Ampar Batam.F-ADLY HANANI/tanjungpinangpos

BATAM – Sampai saat ini, tercatat jumlah galangan kapal di Batam sekitar 104 perusahaan. Jumlah ini dinilai sudah terlalu banyak.

Galangan kapal ini banyak mengerjakan kapal tongkang. Ke depan jumlah galangan kapal di Batam akan dikurangi. Selain itu, investor galangan kapal yang akan digaet ke depan, yang menggunakan teknologi modern.

Rencana itu disampaikan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Hatanto, Kamis (16/3) di Batam.

”Kita ingin (investor) yang lebih besar. Dalam hal ini teknologi ditingkatkan. Pengusaha harus mencoba produksi (kapal) kapasitas besar. Sehingga bisa mengundang pemesan dengan teknologi yang dibutuhkan,” imbau Hatanto.

Disebutkannya, walau jumlah perusahaan galangan kapal di Batam yang paling banyak, namun tidak menjamin pengorder kapal memilih Batam.

Pengonder kapal dinilai akan melihat antara kebutuhannya dan kemampuan perusahaan galangan dalam memenuhi kewajibannya.

”Kita melihat, jumlah galangan kapal di Batam sudah terlalu banyak. Yang diproduksi mereka kebanyakan tongkang. Karena yang membutuhkan tongkang seperti mengangkut batu bara lesu, jadi pesanan lesu. Kami ingin yang besar. Ada yang mau,” beber Hatanto.

Baca Juga :  SMSI Kampanyekan Seruan Dewan Pers soal Syarat UKW Pimred Siber

Diakuinya, industri galangan kapal yang digandeng masuk Batam yang menggunakan teknologi tinggi dan berorientasi pada pembuatan kapal modern.

Termaksud di dalamnya untuk membuat kapal perang, seperti sudah ada di Batam saat ini. Saat ini industri galangan kapal di Batam sendiri masih banyak yang membangun tongkang.

”Sehingga saat kebutuhan seperti untuk mengangkut batu bara turun, pesanan turun. Karena itu ke depan diubah dan jumlah galangan kapal dikurangi,” bebernya.

Disampaikan Hatanto, saat ini industri galangan kapal di Indonesia sekitar 250. Lebih setengah atau 160 perusahaan ada di Batam.

Karena itu, disarankan perusahaan industri galangan di Batam merger dengan perusahaan galangan besar. Perusahaan besar dimaksud yang memiliki teknologi canggih dan untuk memproduksi kapal canggih juga.

Baca Juga :  Operasi Patuh Seligi, Kendaraan Polisi Juga Dirazia

”Sekarang galangan melemah, karena ekonomi dunia juga. Produksinya harus diubah. Pasar kapal dalam negeri saja banyak. Di sini kita perlu beralih ke teknologi canggih. Pengusaha harus berorientasi besar. Kita mencari investor yang bisa membuat kapal lebih besar,” bebernya.

Pernyataan itu disampaikan Hatanto merespon pernyataan pengusaha Batam, Wirya Silalahi. Dimana disebutkan, karena kondisi galangan kapal yang lesu, menyebabkan pertumbuhan ekonomi juga lesu.

”Perlu kebijakan untuk mendorong industri galangan kapal,” kata Wirya.

Terkait keinginan untuk menggaet perusahaan besar, mendapat dukungan dari Kepala Bank Indonesia (BI) Kepri, Gusti Raisal Eka Putra.

”Saya setuju dengan Pak Hatanto. Jadi, bagaimana merefresh produk. Banyak shipyard kita, tapi tidak efektif. Perlu didorong dan tahun lalu kami sudah bicarakan. Mendorong soal galangan kapal beralih pada produk lebih modern,” imbau Gusti.

Baca Juga :  Sanitasi dan SPAM Mulai Dikerjakan

Di sisi lain, Gusti mengakui kalau industri galangan kapal melemah, juga dipengaruhi ekonomi global. Namun tidak bisa disalahkan perekonomian global. Dia menilai kalau pasar industri galangan kapal di dalam negeri cukup besar.

”Tinggal bagaimana industri kita mengelola potensi dalam negeri,” imbau Gusti.

Diberitakan sebelumnya, dari 104 shipyard di Batam, diperkirakan hanya 30 persen yang masih aktif mengerjakan proyek kapal. Sebagai industri padat karya, penurunan proyek pembuatan kapal menyebabkan anjloknya serapan tenaga kerja.

Berdasarkan dari dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, tahun 2012 tenaga kerja galangan kapal di Batam mencapai 250 ribu orang. Sementara saat ini hanya mencapai 11 ribu orang. Sekitar 239 ribu orang kehilangan pekerjaan. (mbb/ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here