Si Kuning Manis yang Sehat

0
60
Putu Piring.

Putu Piring, Juadah Tradisional Melayu

SELAIN kesohor karena tradisi lisannya, Melayu juga dikenal seantero dunia dengan citarasa kulinernya. Baik itu menu utamanya sampai juadahnya. Urusan yang terakhir, cukup banyak yang bisa dijadikan pilihan. Satu di antaranya yang cukup masyhur adalah putu piring.

Agak berbeda dengan putu yang ada di daerah lain, putu milik orang Melayu berwarna kuning dan bukan hijau atau putih. Warna ini didapat dari kunyit, sehingga aman dikonsumsi. Warna yang mencolok ini menjadikannya semakin menarik mata ketika disajikan di atas meja dan paling tepat dinikmati ketika sedang panas-panasnya.

Soal isi, rasanya sama saja dengan kue putu kebanyakan. Masih mengandalkan manis dari gula merah yang berada di bagian tengah dalam kuenya. Sehingga ketika digigit menimbulkan sensasi pecah di mulut. Rasa tepung beras dan gula merah pun jadi seimbang di mulut.

Konon, disebut putu piring lantaran bentuknya yang dicetak bundar melebar pipih tapi tebal di bagian tengah yang berisikan gula merah. Bentuknya jelas berbeda dengan putu yang biasanya dijajakan keliling yang dicetak menggunakan bambu.

Deni, salah seorang penjual putu piring di bilangan Batu Sembilan, menjelaskan, putu piring adalah penganan khas Melayu yang cukup diminati oleh masyarakat Tanjungpinang. Lebih-lebih lagi ketika pada bulan Ramadan.

“Kalau bulan puasa, dalam sehari bisa habis 600 keping,” ucapnya.

Menurut Deni, masih tingginya minat masyarakat terhadap putu piring lantaran bahan-bahan yang digunakan adalah bahan-bahan alami dan tidak menggunakan bahan kimiawi. Garansi aman untuk dikonsumsi ini yang membuat permintaan masyarakat terhadap putu piring dijadikan Deni sebagai ladang ekonominya.

“Ya kalau jajanan lain biasanya sudah campur-campur bahan kimia. Tapi putu piring kan tidak. Apalagi juga tidak digoreng, jadi masih banyak masyarakat yang berminat setiap harinya,” pungkas Deni. (fatih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here