Siak Juara Lomba Gasing FBK 2017

0
560
JUARA: Panitia dan peserta juara lomba gasing foto bersama ketua panitia, Maifrizon di Rimba Jaya, Minggu (15/10). f-istimewa

TANJUNGPINANG – Pemain asal Kabupaten Siak, Provinsi Riau mencacatkan namanya menjadi pegasing terbaik di lomba gasing dalam rangkaian Festival Bahari Kepri (FBK) 2017.

Posisi kedua diraih tim gasing dari Karimun, dan posisi ketiga tuan rumah Tanjungpinang. Menempati posisi harapan satu juga dari Tanjungpinang dan harapan dua dari Kabupaten Bintan. Sedangkan tim dari Bengkalis, Riau pulang tanpa gelar.

Lomba gasing ini sendiri digelar mulai, 14-15 Oktober di Rimba Jaya, Tanjungpinang. Lomba ini masuk kategori traditional game (permainan tradisional) yang digelar di FBK.

Ketua panitia lomba gasing, Mayfrizon yang juga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Kepri, Maifrizon mengatakan, lomba gasing kali ini berbeda dengan sebelumnya.

Lomba gasing tahun ini, panitia melibatkan anak-anak ikut lomba. Sehingga gasing ini makin dikenal kawula muda dan ke depan lomba tradisional itu terus terjaga.

Lomba gasing masih dapat dijumpai bila ada event-event. Minat dan sambutan masyarakat pun masih sangat besar atas permainan rakyat ini.

Hal itu terbukti dengan antusias para penonton dan puluhan jumlah peserta yang mengikuti lomba ini.

Gasing merupakan permainan rakyat Kepri. Di tanah Melayu, permainan gasing sudah dikenal sejak lama. Seorang sumber menyebutkan, bahwa di Kepri ini, gasing sudah dikenal jauh sebelum zaman penjajahan Belanda dan masih bertahan hingga kini.

”Kita bersyukur dengan adanya kategori lomba untuk pemuda. Kita harapkan gasing salah satu kebudayaan kita yang tetap berkembang,” harapnya.

Ia juga membeberkan, gasing terbuat dari kayu. Bahan kayu yang menjadi pilihan adalah kayu mentigi dan kayu akar bakau.

Untuk membuat sebuah gasing, bahan kayu yang akan dijadikan gasing sebelumnya direndam dengan air laut selama semalaman.

Kemudian dilanjutkan dengan proses pembentukan gasing dan setelah gasing terbentuk, gasing kembali direndam dengan air laut selama semalam sebagai proses akhirnya.

”Orang tua kita dulu sangat pintar membuat gasing. Sampai sekarang ini masih banyak orang tua kita pintar membuat gasing,” kisahnya.

Kata Mayrizon, untuk memainkan gasing tidak lah sulit. Hanya berlatih beberapa menit saja mungkin sudah bisa memainkan sendiri.

Namun untuk perlombaan seperti ini tentu dibutuhkan keahlian tertentu. Perlombaan gasing dikenal dengan dua jenis, pertama perlombaan adu gasing, dan perlombaan perputaran gasing yang paling lama.

Perlombaan adu gasing melibatkan dua gasing yang akan di adu kekuatan nya. Seorang pelempar gasing pertama melemparkan gasing ke arena hingga gasingnya berputar sempurnya.

Setelah itu, pelempar kedua akan melemparkan gasingnya ke gasing pelempar pertama yang sedang berputar tersebut hingga berbenturan.

Gasing yang paling awal berhenti berputar atau keluar arena akan dinyatakan sebagai gasing yang kalah dan begitu pula untuk pelempar kedua.

”Kita harapkan pemuda kita masih mencintai lomba gasing yang merupakan salah satu perlombaan tradisional di Kepri ini,” bebernya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here