Siapkan Homebase 757 Kepri Jaya di Bintan

0
502
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun (kanan) menyaksikan laga tim 757 Kepri Jaya FC bersama GGM BRC Lagoi Frans Gunara (paling kiri), di musim 2017 lalu. f-suhardi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun ingin menyiapkan homebase untuk pemusatan latihan, bagi tim liga 3 laskar Melayu 757 Kepri Jaya FC di Kabupaten Bintan, tahun 2018 ini. Nurdin merencanakan, homebase pemusatan latihan skuat dari Kepri ini, di kawasan pariwisata Lagoi, Kabupaten Bintan.

”Tahun 2018 ini, kita ingin tim 757 Kepri Jaya FC sudah punya homebase sendiri. Selama ini tim anak asuhnya masih mengandalkan lapangan Citramas dan lapangan CC Batamindo, di Kota Batam, untuk menjalani latihan,” kata H Nurdin Basirun, baru-baru ini. ”Ke depan saya tengah mempersiapkan homebase sendiri, yang permanen. Rencananya di Bintan,” tegasnya.

Hanya saja, H Nurdin Basirun belum memaparkan secara teknis tentang rencana penyediaan homebase di Lagoi, Bintan ini. Baik penataan lapangan, stadion, maupun penginapan bagi skuat 757 Kepri Jaya FC.

Untuk menatap laga Liga 3 Indonesia di fase nasional, Nurdin berpesan kepada pelatih Ibnu Grahan, supaya serius meningkatkan kualitas anak-anak Kepri. Supaya pada saat bertanding nanti, anak-anak Kepri jauh lebih siap bertanding, dengan tim mana pun.

”Tahun ini, Kepri jauh lebih siap menghadapi laga Liga 3 di fase nasional ini,” tambahnya.

Menurut Nurdin, tim 757 Kepri Jaya FC tidak lolos ke Liga 1, dan justru terdegradasi ke Liga 3 di musim 2018 ini, karena persiapannya mendadak. ”Kali ini, persiapannya cukup panjang. Mudah-mudahan tambah baik lagi,” terangnya.

Hingga saat ini, pelatih Ibnu Grahan telah masih melakukan tahap seleksi pemain, untuk mengisi skuat utama 757 Kepri Jaya FC. Pelatihan dan seleksi dilaksanakan di lapangan CC Batamindo, Batam. Ibnu Grahan sudah hampir mengumpulkan 40 orang pemain U-23.

Setelah dilakukan tiga kali evaluasi, saat ini tersisa 21 pemain. Terakhir, Ibnu Grahan memulangkan delapan pemain, 1 berasal dari Surabaya, 2 pemain dari Kediri, 3 orang asal Kota Batam, dan 2 orang pemain dari Dabo Singkep (Lingga).

”Sekarang, pemain tersisa 21 orang. Mayoritas pemain asal putra daerah kita, dari Kepri ini. Tapi, seleksi tertutup masih berjalan. Bakal ada pengurangan lagi,” sebut Ibnu Grahan.(SUHARDI-YENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here