Siapkan Krisis Centre Wisata

0
167
Guntur Sakti

Sambut Program Kemenpar RI

Pemda di Kepri diminta mempersiapkan krisis center wisata menyambut program besar-besaran Kementerian Pariwisata RI tahun depan.

BATAM – Kepri salah satu yang akan dijadikan Kementerian Pariwisata sebagai pilot project Krisis Centre Wisata di Indonesia.

Pertimbangannya, selain mendapat dana yang cukup besar dari Rp500 triliun dana di pariwisata tahun 2019 juga karena Kepri, khususnya Batam masuk tiga besar penyumbang wisman di Indonesia.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar RI, Guntur Sakti mengatakan, mereka sudah merancang kelembagaan manajemen informasi krisis.

”Kami berharap, Kadispar Kepri menginisiasi manajemen informasi krisis. Ini penting, karena Pak Menpar berharap, devisa Indonesia terbesar nanti, dari pariwisata,” harap Guntur.

Mantan Kabag Humas Pemko Batam ini mengatakan, keberadaan manajemen informasi krisis ini, penting. Apalagi Kepri hanya mengandalkan transpotasi laut untuk mendatangkan wisman.

”Harus segera. Jika tidak, jangan kecewa, ditinggalkan seperti Kuala Namu (Sumut) dan Banyuangi,” ujar Guntur mengingatkan.

Keberadaan kelembagaan manajemen informasi krisis penting di Batam dan Kepri karena menyumbang hampir 20 persen wisman untuk Indonesia. Namun diminta agar Kepri menjadikan pariwisata sebagai industri. Diminta juga agar tidak membangun pariwisata dengan seni budaya.

”Seni budaya hanya gimmick (bukan esensial). Berhentilah membangun pariwisata dengan pendekatan seni dan budaya. Pariwisata saat ini sudah menjadi industri. Karena sudah industri, maka pembangunan harus mengikuti standard internasional,” imbau dia.

Dalam membangun pariwisata di Kepri, diminta agar mendorong dinas-dinas di pemerintahan, ikut membantu membangun pariwisata.

”Itu yang dilakukan Bintan. Mereka menjadikan daerahnya sebagai tempat olahraga orang Singapura. Parawisata maju, tapi industri leading,” sambung Guntur.

Diminta agar Kepri menyiapkan manajemen pariwisata yang lebih baik. Dalam pariwisata, diingatkan harus mendapat dukungan masyarakat, publikasi yang gencar dan lainnya.

Dengan demikian, tahun 2019 mendatang, target penghasil devisa terbesar, 20 miliar dolar Amerika Serikat dari pariwisata tercapai.

”Publikasi dan keterlibatan masyarakat sangat penting. Ada APBD yang diwakafkan di sana, jika membangun pariwisata,” sarannya.

Diingatkan, untuk tahun 2019 mendatang, mereka menargetkan investasi pariwisata dengan skema pembiayaan besar.

Pengembangan 10 destinasi pariwisata prioritas (DPP) dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dengan anggaran Rp500 triliun. Kepri sendiri masuk dalam KSPN.

”Kepri dapat lumayan besar nanti,” kata Guntur tanpa menyebut angkanya.

Dibeberkannya, dana Rp500 triliun itu, sebanyak Rp205 triliun untuk investasi pariwisata. Sementara Rp295 triliun untuk pembiayaan pariwisata.

Investasi pariwisata sendiri dibagi dari investasi pemerintah Rp170 triliun dan swasta Rp35 triliun. Dana Rp170 triliun itu untuk infrastruktur penunjang pariwisata.

”Untuk pembiayaan pariwisata dari Rp295 triliun sebanyak Rp10 triliun dari pemerintah dan swasta Rp28 triliun,” beber Guntur.

Tahun 2019 nanti, sekitar Rp500 triliun anggaran akan dikucurkan untuk membangun pariwisata di Indonesia. Provinsi Kepri pun diminta untuk menyiapkan krisis centre wisata.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here