Signal di Wilayah Perbatasan Masih Darurat

0
97
Sejumlah anggota DPRD Anambas berkunjung ke PT Moratelindo di Jakarta f-istimewa

ANAMBAS – Masyarakat di Pulau Anambas mengeluhkan signal jaringan komunikasi masih belum maksimal. Memiliki handphone ditunjang dengan jaringan 2G, 3G maupun 4G seakan tidak ada gunanya. Mereka juga tidak bisa mengakses internet. Warga menuturkan, masih darurat signal.

Terkait hal ini, anggota DPRD Anambas melakukan Kunjungan kerja (Kunker) ke PT Moratelindo yang berada di Jakarta. Dalam rangka melakukan koordinasi dan komunikasi secara langsung kepada pimpinannya terkait jaringan di Anambas.

Wakil Ketua II DPRD KKA, Amat Yani menuturkan, sudah ada enam titik tower Moratel yang dibangun. Serta kini ada yang masih on proses.

Meski demikian, menurutnya tidak ada di yang dibangun di Kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur. Padahal di sana juga bagian dari kawasan strategis perbatasan negara yang tentunya membutuhkan signal khusus internet.

“Saya mendampingi jajaran komisi III DPRD Anambas bersama Kepala Dinas Kominfo Anambas mengunjungi PT Moratelindo dan Telkomsel agar bisa meningkatkan pelayanan telekomunikasi di Anambas,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos.

Ia menuturkan, enam tower yang dibangun yaitu, tiga diantaranya berada di Kecamatan Siantan dan tiga lainnya saat ini sedang proses pelaksanaan pembangunan. Salah satunya berada di Desa Pian Pasir Kecamatan Palmatak.

Ia menuturkan, pembangunan di kawasan Palmatak berdasarkan permintaan pihak perusahaan migas. Ini alasan kuat pihak Moratel berani membangun tower tersebut.

Ia berharap pihak Moratel bisa juga membangun di wilayah Kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur agar nanti bisa di koneksikan akses signal internetnya.

“Kami ingin seluruh kawasan Anambas bisa mengakses jaringan telepon maupun internet. Terkhusus kawasan perbatasan,” ucapnya.

Amat menuturkan, rencananya akan menggunakan jaringan Palapa Ring Barat (PRB) yang artinya tidak menggunakan visat lagi. Jaringn PRB dinilai lebih murah dan masyarakat sangat terbantukan.

Ia menambahkan, saat ini Telkomsel masih menggunalam satelit Visat yang biayanya cukup mahal dan signalnya tergantung besaran bandwith yang di gunakan.

“Kita meminta keberadaan Telkomsel dapat masuk ke setiap pelosok Anambas. Kaishan warga kita yang sulit membangun komunikasi ke luar daerah. Harapannya, adanya bangun tugu sebagai tanda wilayah perbatasan harus ditunjang fasilitas memadai,” jelas dia. (end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here