Simon Minta Pemko Gratiskan Biaya Pendidikan

0
550
BERSAMA SISWA: Simon Awantoko bersama siswa SDN 004 Tanjungpinang Timur. f-TUNAS/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Anggota Komisi I DPRD Tanjungpinang, Simon Awantoko optimis dunia pendidikan di Tanjungpinang akan maju jika biaya sekolah digratiskan. Menurutnya, kunci sukses membangun pendidikan adalah jika biaya pendidikan disediakan oleh pemda. Bukan hanya uang sekolah, tapi termasuk kebutuhan penunjang lainnya.

Seperti biaya buku, seragam sekolah siswa baru masuk serta biaya penunjang lainnya tidak ada. Menurut Simon, dengan sekolah gratis maka orang tua siswa bisa mengunakan biaya rutin mereka untuk membayar biaya les serta pendidikan tambahan bagi anak-anak mereka. Hal itu tentu akan meningkatkan kualitas pendidikan.

Selain itu, sebutnya, penerapan sekolah gratis itu merupakan tolok ukur yang dinilai masyarakat bahwa pemerintah sudah memperhatikan dunia pendidikan.

”Jika pemerintah sudah membebaskan biaya pendidikan, maka masyarakat akan menilai pemerintah berhasil dalam mewujudkan harapan masyarakat serta sudah sangat peduli dalam dunia pendidikan. Ini bicara perhatian pendidikan, yah, belum lagi kualitas dan kenyamanan menempuh pendidikan,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, belum lama.

Baca Juga :  SMPN 1 Posek Gelar Lomba Menulis

Ia menuturkan, di beberapa daerah, seperti Kalimantan para orangtua berlomba-lomba memasukkan anaknya ke sekolah negeri. Itu bukan karena murah, namun karena kualitas tenaga pendidiknya, bangunan serta fasilitas lainnya di sekolah itu sudah lengkap. ”Jadi, ini perlu juga diterapkan di Tanjungpinang. Kalau di Tanjungpinang orang tua memasukan ke sekolah negeri karena swasta biayanya mahal,” sebutnya.

Selain itu, sambung Simon, Saat ini wajib belajar itu bukan sembilan tahun lagi. Tapi sudah 12 tahun atau minimal lulus dari SMA sederajat yang biaya sekolahnya mesti digratiskan.

Baca Juga :  125 Sekolah Terima BOS-Da Bintan

Untuk mewujudkan ini, menurutnya, tidak sulit. Hanya saja sangat bergantung dari pola mengatur skala prioritas pemerintah daerah. ”Misalnya, kegiatan yang belum dianggap perlu ditunda dan dialihkan untuk membangun pendidikan,” sebutnya.

Menurutnya, jika Pemko mengalokasikan minimal Rp 5 miliar untuk seragam siswa masuk SD dan SMP, angka itu sudah mencukupi. Dan seluruh masyarakat Tanjungpinang akan merasakan manfaatnya. ”Ini sudah sangat membantu dari pada mengalokasikan anggaran pemasangan lampu di Jembatan Senggarang senilai Rp 3,5 miliar,” paparnya.

Menurutnya itu juga bagus dilaksanakan, namun bisa melihat skala prioritas, kegiatan pemasangan lampu bisa melakukan lobi-lobi atau bahkan CSR dari beberapa perusahaan. Menurutnya, persoalan pendidikan di Tanjungpinang masih perlu lebih fokus lagi. Mulai dari infrastruktur hingga ke prasarana dan sarananya harus lebih diperhatikan.

Baca Juga :  Tanjungpinang Persiapan Full Day School

Dari kunjungan yang dilakukannya, tak banyak sekolah yang sarananya lengkap. Bahkan, untuk tingkat SMP saja, tidak semua sekolah memiliki komputer, terlebih untuk tingkat SD. Padahal. di sekolah-sekolah swasta, siswa SD sudah diperkenalkan mengoperasinalkan komputer. Mengetik di word, notepad dan program lainnya. ”Kita masih sangat tertinggal, membangun pendidikan. Harus perlu fokus. meski tak bisa secara sekaligus, minimal bertahap,” paparnya.(DESI LIZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here