Simpan Sabu di Perut Lewat Anus

0
83
Polda Kepri saat mengungkap tindak pidana narkotika jaringan internasional. F-ISTIMEWA

Polda Kepri Ungkap Jaringan Internasional Narkoba

BATAM – Polda Kepri mengungkap jaringan internasional narkoba, warga negara Indonesia, pria berinisial PR dan temannya perempuan berinisial SN. Hasil pengungkapan, didapat total 518,72 gram sabu yang diseludupkan dalam perut. Sabu itu dikemas kedua pelaku dalam delapan bungkus plastik, sebelum dimasukkan dalam perut, melalui anus.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes S Erlangga, Jumat (12/4) mengatakan, pengungkapan berlangsung, 8 April 2019. Pelaku inisial PR bin Darmo, beralamat Ponorogo, Jawa Timur. Inisial SN binti binti Yakup, warga Way Kanan Provinsi Lampung.

Hari itu sekira pukul 13.00 WIB, anggota Opsnal Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Kepri mendapatkan informasi seorang laki-laki dan seorang perempuan yang akan membawa narkotika jenis kristal bening.

Diduga sabu itu dibawa dari Malaysia menggunakan kapal penumpang dari Pelabuhan Pasir Gudang Malaysia ke Pelabuhan Batam Centre Indonesia. Selanjutnya Petugas melakukan penyelidikan di seputaran Pelabuhan Batam Centre. Kemudian sekira pukul 16.00 WIB pada saat seluruh penumpang kapal dari Pasir Gudang Malaysia keluar dari pintu kedatangan di Pelabuhan Batam Center.

Saat itu, petugas mencurigai dua orang pasangan laki – laki dan perempuan. Kemudian dilakukan interogasi terhadap seorang laki-laki insial PR dan mengakui bahwa dirinya membawa narkotika yang disimpan di dalam perutnya. ”Sebelumnya, sabu itu dimasukkan melalui anus sebanyak empat bungkus, dengan berat kurang lebih 263,79 gram,” jelas Erlangga.

Demikian rekannya perempuan inisial SN juga ada membawa narkotika jenis kristal bening diduga Sabu. Barang itu disimpan di dalam perut dan dimaskkan melalui anus sebanyak empat bungkus dengan berat sekira 254,93 gram.

Tersangka dan barang bukti telah diamankan di Ditresnarkoba Polda Kepri untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Tersangka akan dikenakan pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) Undang -Undang Republik Indonesia No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat tahun dan paling lama 20 tahun.(mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here